Dimanakah Jack Ma Berada, Ketika Bisnisnya Digerus Otoritas China?

Salah satu pendiri kerajaan teknologi paling sukses di China belum muncul di publik atau mengunggah apa pun di media sosialnya sejak akhir Oktober. 

China Daily
Jack Ma, pendiri Alibaba Group 

TRIBUNBATAM.id, BEIJING - Saat ini, bisnis Jack Ma berada di bawah tekanan besar.

Taipan teknologi asal China ini belum terdengar kabarnya selama berbulan-bulan. 

Salah satu pendiri kerajaan teknologi paling sukses di China belum muncul di publik atau mengunggah apa pun di media sosialnya sejak akhir Oktober. 

Saat itu, lebih dari sepekan sebelum daftar pasar saham yang sangat dinanti dari afiliasi keuangan Alibaba (BABA), Ant Group, diblokir pada menit terakhir oleh regulator China

Melansir CNN pada Senin (4/1/2021), Ant Group semula telah bersiap untuk mengeluarkan penawaran umum perdana (IPO) terbesar di dunia, tetapi kemudian otoritas China memerintahkan untuk merombak sebagian besar bisnisnya. 

Regulator China mengkritik perusahaan Ma karena dianggap memonopoli pasar dengan menyisihkan saingannya dan merugikan hak konsumen. 

Alibaba, sementara itu, telah diperiksa di China atas dugaan perilaku monopoli. 

Wall Street Journal melaporkan pada pekan lalu bahwa Beijing berusaha untuk mengecilkan kerajaan bisnis Ma dan berpotensi mengambil saham yang lebih besar dalam bisnis itu, mengutip pejabat China dan penasihat pemerintah yang mengetahui masalah tersebut.

Duncan Clark, penulis "Alibaba: The House that Jack Ma Built" dan pendiri firma penasihat investasi BDA China mengatakan bahwa Beijing ingin narasi tentang IPO Ant Group mendominasi percakapan publik.

Saat ini, Ma tidak lagi memegang posisi eksekutif atau dewan di salah satu perusahaan yang dia dirikan. Dia telah mengundurkan diri sebagai ketua eksekutif Alibaba pada 2019.

Namun, dia masih memegang saham individu terbesar Alibaba dengan hampir 5 persen yang bernilai sekitar 25 miliar dollar AS (Rp 348 triliun). 

Ant Group mengatakan dalam pengajuan peraturan 2019 bahwa Ma memiliki "kendali penuh" atas perusahaan, dan kekayaan pribadinya diperkirakan akan membengkak setelah penawaran umum. 

Sebelum menghilang tanpa kabar, Ma tampil dalam sebuah konferensi di Shanghai pada akhir Oktober.

Ma secara terbuka mengkritik regulator China karena menghambat inovasi dengan terlalu menghindari risiko.

"Yang kami butuhkan adalah membangun sistem keuangan yang sehat, bukan risiko keuangan yang sistematis," kritik Ma.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved