Nenek Ginem Tidur & Makan di Atas Tumpukan Sampah, Sebatang Kara Tak Diakui Keluarga
Hidup sebatang kara, Waginem tidur di rumah yang sangat sederhana yang dipenuhi sampah dan bau menyengat
TRIBUNBATAM.id - Nenek Ginem Tidur & Makan di Atas Tumpukan Sampah, Sebatang Kara Tak Diakui Keluarga.
Hidup sebatang kara, Waginem tidur di rumah yang sangat sederhana yang dipenuhi sampah dan bau menyengat.
Hidupnya merana di Nunukan, Kalimantan Utara sebab tak ada keluarga mengakuinya.
Nenek Ginem (71) tinggal di rumah kecil yang hanya berukuran 3x4 meter dipenuhi timbunan sampah.
Di Rumah yang berada di RT 07, Nunukan Barat itulah Nenek Ginem melakukan aktivitas makan hingga tidur.
Padahal segala jenis sampah menumpuk di rumahnya, mulai dari plastik sampai daun bekas bungkus makanan.
Tak heran, banyak hewan seperti tikus dan kecoa berkeliaran di rumah tersebut.
Baca juga: Arti Mimpi Bertemu Nenek Jarang Terjadi, Tapi menurut Primbon Identik dengan Pertanda Baik
Baca juga: Sosok Puspa Dewi, Nenek 53 Tahun yang Viral di Medsos Karena Mirip ABG, Ini Rahasia Awet Mudanya
"Namanya sampah baunya menyengat, sudah pasti tikus, kecoa betah, kita kasihan tapi tidak bisa apa-apa" kata Ketua RT 07 Nunukan Barat, Sugeng menuturkan keseharian nenek Ginem, Rabu (6/1/2021).

Setiap makan, Ginem duduk di atas sampah dan langsung membuang sisa makanan di dalam rumah.
Begitu pula saat tidur, Ginem merasa tidak masalah dengan tumpukan sampah itu.
Ginem bahkan biasa tidur di dalam sarungnya yang sangat kotor di atas tumpukan sampah.
Baca juga: Siapa Sebenarnya Puspa Dewi? Sosok Dibalik Nenek 53 Tahun Mirip ABG yang Viral di Medsos
Baca juga: Nenek 62 Tahun Rela Rogoh Rp 60 Juta Buat Operasi Plastik, Demi Terlihat Seumuran Sama Suami Mudanya
Teriak dan marah
Ginem dikenal sebagai orang yang keras dan temperamental.
Hal itulah yang menyebabkan masyarakat kesulitan membantu Ginem.
Sebab ketika dibantu, Ginem justru marah-marah dan teriak-teriak.
"Dia memang suka marah kalau barangnya ada yang sentuh, bahkan kalau masyarakat sekitar bantu membersihkan rumah, dia marah, sampahnya dia kembalikan lagi ke rumahnya," kata Sugeng.

Bahkan petugas Dinas Sosial yang mendatangi rumahnya pun mengaku sulit memberikan pemahaman pada Ginem.
Tidak diakui keluarga
Sifat pemarahnya itu tidak terlepas dari kisah hidup Ginem yang menyedihkan.
Tidak ada keluarga yang mengakui keberadaannya.
Ginem sebenarnya memiliki rumah peninggalan almarhum suami, namun terbakar pada tahun 2015.
"Rumah peninggalan almarhum suaminya terbakar pada sekitar 2015 lalu, sejak itu ia menempati rumah bantuan pemerintah Kalimantan Timur, rumah dengan kategori SSS (Sangat Sederhana Sekali)," lanjut Sugeng.
Baca juga: Dendam Karena Tak Dihargai, 2 Pelaku Bunuh Pelajar SMA di Padang, Jasad Korban Ditemukan sang Nenek
Baca juga: Nenek Roslina Murka, Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi
Dia banyak menghabiskan waktu dengan berjalan tanpa tujuan.
Ketika pulang, dia biasanya membawa makanan dan uang pemberian orang lain.
Rumah dibedah, ditemukan banyak uang
Uang-uang pemberian masyarakat ternyata juga tidak dia simpan dengan baik.
Ada uang yang disimpan di plastik dan diletakkan bercampur sampah.

Ada pula uang yang sudah seperti sampah karena rusak dan kotor.
Keberadaan uang itu diketahui setelah Komandan Koramil Nunukan Kapten Cba Teguh Setiawan memerintahkan anggotanya membedah rumah nenek Ginem.
"Kita semprot semua, kecoa, tikus cacing kita basmi, pokoknya kita bersihkan sampai kinclong, dan ternyata dalam tumpukan sampah kita temukan uang, itu ditaruh di banyak kresek, jumlahnya lebih 8 jutaan, yang rusak saja lebih 1 juta uangnya, campur aduk sama sampah," kata Teguh.
Baca juga: Kronologi Bayi 5 Bulan Dicekik Ayah Kandung, Kepergok Sang Nenek
Baca juga: Nenek Roslina Murka, Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi
Saat itu, penyakit wasir Nenek Ginem kambuh dan dipanggilkan ambulans oleh pihak Koramil.
Untuk selanjutnya, dia memerintahkan Babinsa selalu memantau perkembangan Ginem.
"Pokoknya mulai sekarang kita awasi ketat si nenek, kasihan sekali sudah tinggal sendirian di usia segitu, wis, intine jadi tanggungan Koramil beliau," tegasnya.
Dinas Sosial Kabupaten Nunukan mengaku sudah lama membujuk Ginem tinggal di panti jompo Tanjung Selor.
Namun Ginem tetap saja memilih tinggal di rumah yang penuh sampah.

"Jadi dia merasa rumah yang terbakar kemarin itu masih ditempati mendiang suaminya, arwahnya masih temani dia, pokoknya betul betul tidak mau dia," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nunukan, Jabbar.
Dia memastikan Nenek Waginem sudah terdaftar sebagai penerima bantuan pemerintah, seperti Bantuan Lanjut Usia (BLU) maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan sejumlah bantuan lainnya.
Pihaknya akan mencari solusi terbaik agar kehidupan Ginem bisa layak.
"Mungkin kita akan rutin datangi beliau, kita rayu supaya mau dibawa ke panti jompo, kita juga usaha cari keluarganya, karena memang sudah lama kita cari tidak ada, ada anak tirinya di Malaysia tapi sudah lama sekali tidak pernah hubungan," kata dia.
Baca juga: Emmanuel Macron, Presiden Prancis Penghina Islam dan Nabi Muhammad SAW, Nikahi Nenek Sepuh 67 Tahun
Baca juga: Gara-gara Pegang Kemaluan Nenek 70 Tahun, Pria Ini Babak Belur Dihajar Massa
Baca juga: Fakta Pernikahan Nenek Luna Maya dengan Brondong, Ternyata Ini Pernikahan ke-20 Sang Nenek
.
.
.
Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Cerita Nenek Ginem, Tidur dan Makan di Atas Tumpukan Sampah yang Jadi Sarang Tikus, Tak Diakui Keluarga
(*)