Senin, 18 Mei 2026

SOSOK

Siapa Sebenarnya Komjen Petrus Golose? Eks Tim Tito Karnavian saat Tumpas Teroris Dr Azahari

Siapa Sebenarnya Komjen Petrus Golose? Eks Tim Tito Karnavian saat Tumpas Dr Azahari yang masuk Bursa Kapolri

Tayang:
bnn.go.id
Kepala BNN Komjen Petrus Golose 

TRIBUNBATAM.id - Nama Komisaris Jenderal Polisi (Komjen) Petrus Golose mendadak mencuat ke permukaan masuk dalam Bursa Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis.

Menyandang pangkat Komjen, Petrus Golose punya peluang untuk jadi Kapolri menggantikan Jenderal Idham Aziz.

Saat ini Komjen Petrus Golose menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Komjen Pol Petrus Golose merupakan satu dari belasan perwira tinggi Polri yang mendapat kenaikan pangkat dari Kapolri Jenderal Pol Idham Azis pada Selasa (5/1/2021).

Adapun sebelumnya, Petrus Golose telah dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Kepala BNN RI, menggantikan Komjen Pol Drs. Heru Winarko pada 23 Desember tahun lalu.

Siapa Sebenarnya Komjen Petrus Golose?

Dikutip Tribunnews,  Pria bernama lengkap Petrus Reinhard Golose ini adalah perwira tinggi Polri yang resmi melepas tugasnya sebagai Kapolda Bali.

Ya sebelum menjabat sebagai Kepala BNN, Komjen Petrus Golose menjabat Kapolda Bali.

Komjen Petrus Reinhard Golose menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (AKPOL) tahun 1988.

Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian tahun 1998.

Kemudian, ia menamatkan program Magister Manajemen tahun 2002.

Irjen lulusan Akpol 1988 ini berpengalaman dalam bidang reserse.

Petrus Golose termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Bareskrim, yang melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005.

Ia mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto, bersama dengan para kompatriotnya, mantan Kapolri, Tito Karnavian lalu Kapolri Idham Azis, serta Rycko Amelza Dahniel, dkk.

Selain itu, ia juga terlibat dalam penyidikan internasional di Singapura, Malaysia, AS, Jepang, Timor Timur, New Zealand, Amerika Selatan, Kamboja, Thailand dan Philipina.

Petrus aktif terlibat dalam Panitia Kerja dan Panitia Khusus sebagai wakil dari Pemerintah RI dalam merumuskan RUU Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diundangkan menjadi UU No. 11 Tahun 2008 pada tanggal 21 April 2008.

Sejak tahun 2006, Petrus pernah menjabat sebagai Kepala Unit V IT & Cybercrime Bareskrim Polri.

Petrus Reinhard Golose juga peraih gelar Doktor Kajian Ilmu Kepolisian, setelah berhasil mempertahankan Disertasinya yang berjudul "Manajemen Penyidikan Tindak Pidana Hacking. Studi Kasus: Penyidikan Tindak Pidana Hacking website Partai Golkar Oleh Unit V IT & Cybercrime Bareskrim Polri" pada Sabtu, 7 Juni 2008.

3 Prestasi 4 Tahun Jadi Kapolda Bali

Kiprah pengabdian Petrus Golose selama empat tahun menjabat Kapolda Bali patut diacungi jempol dan diteruskan pejabat yang baru.

Hingga akhirnya Petrus Golose digantikan Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra.

Guru Besar Hukum Pidana dan Kriminologi Fakultas Hukum Universitas Udayana (Unud), Prof Rai Setiabudhi, menilai Petrus Golose telah menorehkan sejumlah catatan luar biasa selama bertugas di Bali sejak 2016.

Prof Rai mencatat tiga kelebihan Golose selama menjabat sebagai Kapolda.

Pertama, memiliki komitmen yang kuat terhadap pemberantasan narkotika di Bali.

"Bali daerah wisata, tapi juga narkobanya luar biasa. Beliau tegas, saya ingat waktu kasus Akasaka beliau tegas sekali memproses dan menutup semua. Bukti yang lain banyak," ujarnya.

Prof Rai mengatakan, Petrus Golose pun memiliki komitmen tinggi dalam pemberantasan terorisme.

"Beliau pernah menjadi bagian Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) jadi sangat menguasai. Mudah mudahan ke depan Bali aman. Karena bagaimanapun dari hasil deteksi, Bali menjadi incaran teroris, syukur bisa dideteksi lebih awal, " paparnya.

"Saya sangat mengamati beliau, karena kita ada kerja sama Polda Bali dan Universitas Udayana meneliti kinerja Irjen Pol Golose. Hasilnya memang luar biasa selama empat tahun menjabat Kapolda di Bali," kata Prof Rai kepada Tribun Bali, Sabtu (21/11/2020).

Menurutnya, secara umum sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kepolisian menjaga kemanan, penegakan hukum dan memberi perlindungan serta pengayoman kepada masyarakat dijalankan Petrus Golose sangat baik.

"Penelitian kita lakukan dengan metode yang mendekati kebenaran, hasilnya secara umum tugas-tugas itu sudah sangat baik dilakukan,” jelasnya.

Disamping itu, Golose cakap memberantas premanisme di Bali.

Hal-hal inilah, kata Prof Rai, yang harus dipertahankan dan diteruskan Kapolda Bali yang baru.

"Bali sebagai daerah pariwisata harus bebas premanisme supaya orang-orang tidak khawatir di Bali," ujarnya.

Kelebihan Golose lainnya menurut kriminolog Unud ini adalah gaya komunikasi yang elegan, baik secara internal maupun dengan pihak luar.

"Beliau sosok yang elegan, komunikatif, banyak ide, inovasinya sangat dirasakan, bukan ide saja tapi dikerjakan, diimplementasikan," ucapnya.

Kelebihan ketiga jenderal bintang dua itu adalah dalam aspek pembangunan fisik.

Petrus Golose getol membangun Markas Kepolisian Daerah Bali namun tidak meninggalkan kekhasan gaya arsitektur Bali.

"Gedung utama Polda Bali sudah lama tidak direnovasi, kemudian beliau renov besar–besaran. Inilah tiga catatan saya, beliau sangat concern terhadap komitmen dan kelebihannya tadi," demikian Prof Rai.

Narkoba, Preman No Way!!

Masih dari Tribun Bali, sebelum menjabat dan dilantik sebagai Kapolda Bali pada 12 Desember 2016, Petrus Golose melakukan observasi terlebih dahulu.

Observasi yang dilakukan menjelang pelantikan sebagai Kapolda Bali boleh dikatakan sebagai sebuah inovasi dan terobosan.

Hasil observasi itulah yang kemudian menjadi commander wish Petrus Golose dalam menjalankan tugasnya sebagai Kapolda Bali.

Langkah inovatif dengan melakukan observasi sosial itu merupakan langkah awal yang kemudian ditindaklanjuti dengan berbagai kebijakaan.

Kebijakan yang paling populer adalah slogannya yang dipasang di tempat-tempat strategis dengan kata-kata menarik : Narkoba, Preman No Way!!

Sebagai langkah konkret dari pesan tersebut, muncullah gebrakannya yaitu menangkap tokoh-tokoh yang dipandang preman tanpa pandang bulu, menutup tempat hiburan malam yang dipandang membahayakan dari peredaran narkoba serta membongkar sarang preman.

Bukan hanya membuat kebijakan, eksekusi dari kebijakan tersebut adalah sebuah gebrakan langsung dirasakan oleh masyarakat.

Ia kemudian mematangkan konsepnya dalam melakukan berbagai kebijakan.

Ada delapan Style of leadership yang kemudian dipraktikkan di Kepolisian Daerah Baii.

Di antaranya pertama, berani tempur (selon); kedua, fun, enjoy, berani beda dan kreatif; ketiga care; keempat, down to the earth; kelima, nothing impossible, risk taker; keenam, terima kasih, jual-beli; ketujuh, update, eksis, jump out of the box, work smarter not harder; dan kedelapan, responsible.

Delapan prinsip ini kemudian yang melatari sikap dan tindakan Kapolda Bali daiam membuat pilihan kebijakannya.

Tidak mudah untuk mengemban tanggung jawab seperti itu.

Namun, berakar dari keinginan kuat untuk mencapai visi melindungi masyarakat indonesia khususnya Bali, maka hal tersebut harus dilakukan.

(*)

Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: TribunJambi

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved