Breaking News:

BATAM TERKINI

AWAL Februari, Tender Pengelola Air Bersih 25 Tahun ke Depan Dibuka, Siapa Pengganti ATB?

BP Batam akan kembali membuka lelang tender operator Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) di Batam menggantikan ATB dan Moya selama 25 tahun ke depan.

TRIBUNBATAM.id/HENING SEKAR UTAMI
Ketua Tim Pengendali Teknis Monitoring dan Evaluasi (Monev) SPAM Batam, Arham S Torik mengatakan, tahap-tahap persiapan proses lelang tender telah mencapai hampir di atas 60 persen. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Badan Pengusahaan (BP) Batam akan kembali membuka lelang tender operator Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) di Batam.

Saat ini, SPAM Batam masih dioperasikan oleh PT Moya SPAM Batam dengan masa perjanjian kerjasama dari 15 November 2020 sampai 15 Mei 2021 mendatang.

Setelahnya, tanggungjawab pengoperasian SPAM Batam akan diberikan kepada pemenang lelang selanjutnya dengan masa perjanjian 25 tahun.

Menjelang itu, kini BP Batam tengah mempersiapkan proses lelang tender, baik dari jadwal lelang hingga kriterianya. 

Menurut Ketua Tim Pengendali Teknis Monitoring dan Evaluasi (Monev) SPAM Batam, Arham S Torik, tahap-tahap persiapan proses lelang mencapai hampir di atas 60 persen.

"Harapan kami begitu selesai, di akhir Januari sudah bisa kita umumkan jadwal tendernya," ungkap Arham, Kamis (7/1/2021).

Lelang tender akan dilaksanakan secara terbuka.

Baca juga: 25 Tahun Tangani Air Bersih Batam, PT ATB Ungkap Deretan Faktor Penyebab Tingginya Tagihan Air

Meski demikian, BP Batam tetap memperhatikan kompetensi dan pengalaman dari para peserta tender.

Nantinya akan dibuka dua tender dalam lelang tersebut, yakni pengelola SPAM dari sisi hulu dan pengelola dari sisi hilir.

Ia menambahkan, pemenang lelang tidak boleh menguasai SPAM Batam dari hulu hingga hilirnya dan sifat tugasnya hanya sebagai operator dan pemeliharaan saja.

Sejak beberapa hari lalu telah BP Batam telah menjalani pendampingan legal assistance oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) dalam hal penyusunan Daftar Penerimaan Proposal (DPP).

"Kita upayakan proses pendampingan ini selesai di akhir Januari, sehingga lelang dapat dibuka di awal Februari dan pemenangnya sudah bisa diumumkan pada pertengahan Maret 2021," jelas Arham.

Arham mengakui, saat ini seluruh instalasi yang tengah dioperasikan PT Moya Indonesia telah bebas dari sengketa, sehingga tergolong ke dalam barang milik negara (BMN).

Pada akhirnya nanti, status kerjasama BP Batam dengan pengelola SPAM selanjutnya bukan berbentuk konsesi.

"Konsesi kan kalau misalnya Batam belum punya WTP (water treatment plant). Sekarang sudah ada dan kapasitasnya akan ditambah," ujar Arham.  (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

*Baca Berita TRIBUNBATAM.id lainnya di google news
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved