Breaking News:

HUMAN INTEREST

Awal Tahun Kelabu Kelompok Tani Sidomulyo, Sayur Gagal Panen Akibat Hujan Berkepanjangan

Hampir semua kelompok tani Sidomulyo mengalami gagal panen akibat hujan berkepanjangan di Batam. Kondisi ini menyebabkan harga sayur mahal di pasar.

TribunBatam.id/Ian Sitanggang
Awal Tahun Kelabu Kelompok Tani Sidomulyo, Sayur Gagal Panen Akibat Hujan Berkepanjangan. Foto Ketua Kelompok Tani Sidomulyo, Tembesi, Batam, Yusuf, Rabu (13/1/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Awal Tahun 2021 jadi awal yang pahit bagi Kelompok Tani Sidomulyo, Tembesi, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Aneka sayur yang mereka tanam sejak Desember 2020 busuk.

Berniat mendulang untung dari hasil panen, mereka harus pasrah karena kondisi gagal panen akibat hujan berkepanjangan di Kota Batam.

Kondisi gagal panen tidak hanya dialami satu petani saja.

Ketua Kelompok Tani Sidomulyo, Yusuf mengaku hampir seluruh petani sayur gagal panen.

Menurutnya, sayur dari perkebunan ini merupakan salah satu pemasok ke sejumlah pasar di Kota Batam.

"Kami tak bisa berbuat banyak, ini kondisi alam," sebut Yusuf kepada TribunBatam.id, Rabu (13/1/2021).

Ketua Kelompok Tani Sidomulyo, Tembesi, Batam, Yusuf menunjukkan sebagian hasil panen sayur mereka yang kurang bagus akibat hujan berkepanjangan, Rabu (13/1/2021).
Ketua Kelompok Tani Sidomulyo, Tembesi, Batam, Yusuf menunjukkan sebagian hasil panen sayur mereka yang kurang bagus akibat hujan berkepanjangan, Rabu (13/1/2021). (TribunBatam.id/Ian Sitanggang)

Yusuf mengetahui jika kondisi gagal panen mereka bakal berdampak pada langkanya sayur di sejumlah pasar di Kota Batam.

Ini mulai dirasakan pada sejumlah warga di Kecamatan Batuaji dan Sagulung.

Gagal panen yang dirasakan para petani membuat harga sayur mayur, khususnya bayam, kangkung dan kacang panjang jadi mahal di pasar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved