Kamis, 28 Mei 2026

BATAM TERKINI

RSKI Galang Batam Pulangkan 18 Pasien Covid-19 

Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang memulangkan 18 orang pasien covid-19 yang telah dinyatakan sembuh.

Tayang:
Penulis: Beres Lumbantobing |
TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING
Suasana pemulangan pasien positif Covid-19 dari gedung perawatan isolasi RSKI Covid-19 Batam. Ilustrasi. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jelang pendistribusian vaksin ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang, sebanyak 18 orang pasien covid-19 kembali diperbolehkan pulang.

Pasien itu dinyatakan telah selesai menjalani masa karantina.

Sehingga total rawat saat ini di RSKI Galang berjumlah 177 orang pasien.

Kepala penerangan Kogabwilhan-I kolonel Marinir Aris Mudian dalam keterangannya Rabu (13/01/2021) mengatakan ada 18 pasien positif covid dipulangkan.

"18 orang pasien covid itu sudah kita pulangkan, sehingga total pasien rawat saat ini di RSKI sebanyak 177 orang pasien," ujarnya.

Kolonel Aris merincikan dari total pasien rawat inap saat ini sebanyak 177, diantaranya 87 orang pria dan 90 wanita.

Secara rinci, Aris menguraikan singkat sejak RSKI Galang mulai merawat pasien covid-19, sudah ada pasien terdaftar sebanyak 6.562 orang 

Dari jumlah itu pasien 6.562 orang itu diantaranya, pasien rujuk 42 orang, pasien membaik atau sembuh 4.118 orang . 

Sejumlah Warga Batam Menolak Divaksin

Vaksin Covid-19 keluaran Sinovac sebanyak 6.000 dosis akan segera berlabuh di Batam, siang ini, Rabu (13/1/2021).

Rencananya, ribuan dosis vaksin tersebut akan diberikan tahap pertama kepada para pejabat publik, tokoh masyarakat, serta tenaga kesehatan yang menjadi prioritasi vaksinasi.

Hadirnya vaksin tersebut menjadi awal bagi proses vaksinasi untuk seluruh masyarakat di Kota Batam dengan kriteria tertentu.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmardjadi, vaksinasi akan dilakukan dalam empat tahap.

Tahap pertama dan kedua akan dilaksanakan pada bulan Januari 2021 - April 2021, sedangkan tahap ketiga dan keempat akan dijalankan pada sekitar bulan April 2021 - Maret 2022.

Akan tetapi, masyarakat Kota Batam tampaknya masih enggan menjalani vaksinasi Covid-19 karena berbagai alasan.

Salah satu warga Taman Asri, Sekupang, Batam, Neni (38) masih belum yakin dengan keamanan vaksin Sinovac.

"Saya kemungkinan besar menolak kalau divaksin, karena masih belum merasa aman," ujar Neni ketika diwawancarai pada Rabu (13/1/2021).

Baca juga: Minimalkan Risiko, Warga Batam Harus Sehat saat Akan Divaksin Covid-19 

Neni juga mengakui, kendati pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sudah di depan mata, namun ia masih tetap waspada akan penyebaran Covid-19.

Dirinya menyatakan tidak akan melonggarkan protokol kesehatan meski sudah ada vaksin.

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga, Elisa Bonowati (47), menyatakan siap untuk divaksin.

Wanita yang merupakan kader Posyandu Bougenville 11, Sekupang, ini bersedia divaksin apabila dirinya berhasil melalui pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

"Saya sih mau (divaksin), tapi karena kondisi tubuh, kayaknya nanti tunggu pemeriksaan aja. Saya ada penyakit darah tinggi soalnya," jelas Elisa.

Elisa berharap pemerintah dapat mendorong uji coba vaksin secara ketat, agar teruji keamanannya.

Menurutnya, jangan sampai vaksin yang dikeluarkan diuji secara terburu-buru, sehingga justru memberikan efek samping yang mengganggu kesehatan.

Warga lainnya yang tinggal di Mekar Sari, Sekupang, Batam, Tia Syahab (21), mengaku masih belum memahami seluk beluk vaksin Covid-19.

Kendati belum cukup yakin dengan keamanan vaksin serta efek sampingnya, namun Tia berharap vaksin setidaknya dapat mengurangi angka kematian.

"Jujur saya sebenarnya takut, dan saya nggak mau divaksin. Saya lebih memilih menjaga kesehatan dan berjaga jarak," ujar Tia.

Kurangnya informasi valid seputar vaksin Covid-19 memunculkan kecemasan tersendiri bagi masyarakat.

Fitri Amelia (22) mengaku berkaca dari pengalamannya sendiri, Fitri sempat merasa was-was akan adanya program vaksinasi dari pemerintah, setelah ia membaca informasi yang simpang siur di sosial media.

Oleh karenanya, dibandingkan memproleh vaksin, Fitri lebih memilih menjaga kesehatan dan imunitas tubuhnya, serta mempersenjatai diri dengan protokol kesehatan guna mencegah paparan Covid-19.

"Saya tidak akan menggunakan vaksin. Tapi sesuai kebutuhan saja, kalau sekarang sih saya masih merasa sehat," tambah Fitri.

Ia pun meminta pemerintah untuk menyosialisasikan secara jelas dan transparan terkait vaksin Covid-19 maupun prosedur vaksinasinya agar pengetahuan masyarakat lebih mendetail.

Fitri menilai, informasi dari pemerintah tersebut dapat meluruskan hoaks yang selama ini beredar di sosial media. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami/Beres Lumbantobing)

*Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved