Kamis, 28 Mei 2026

Virus Corona Mengamuk Lagi di China, Pasien Baru Mulai Dekati Beijing

Saat vaksin Corona masuk Indonesia, China justru kembali diserang Covid-19. Pasien baru mulai dekati Beijing

Tayang:
cnnphilippines.com
Vaksin Sinopharm, menjadi vaksin covid-19 pertama yang disetujui pemerintah China, Kamis (31/12/2020). 

TRIBUNBATAM.id - Saat vaksin Corona masuk Indonesia, China justru kembali diserang Covid-19.

China mencatat lonjakan kasus terbesar dalam kasus virus corona dalam lebih dari lima bulan terakhir, meskipun empat kota sudah dikunci. 

Peningkatan pengujian dan tindakan lain China lakukan untuk mencegah gelombang virus corona lain di ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

 Mengutip Reuters, sebagian besar pasien baru dilaporkan di dekat Beijing.

Tetapi, sebuah provinsi di Timur Laut China juga mengalami peningkatan kasus baru, data resmi menunjukkan pada Rabu (13/1/2021)

Lonjakan kasus baru virus corona tersebut di tengah kebangkitan Covid-19 yang telah menyebabkan lebih dari 28 juta orang menjalani karantina rumah di empat kota.

Warga mengenakan masker di Beijing

Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan, total 115 kasus baru terkonfirmasi pada Rabu (13/1) dibandingkan dengan 55 infeksi sehari sebelumnya. Ini merupakan kenaikan harian tertinggi sejak 30 Juli.

Dari kasus baru itu, sebanyak 107 adalah infeksi lokal. Hebei, provinsi yang mengelilingi Beijing, menyumbang 90 kasus, sementara Provinsi Heilongjiang di Timur Laut China melaporkan 16 kasus baru.

Keadaan darurat

Lonjakan kasus baru terjadi ketika tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal-usul pandemi akan tiba di Kota Wuhan, tempat virus corona pertama kali muncul pada akhir 2019, pada Kamis (14/1).

Hebei telah mengunci tiga kota-Shijiazhuang, Xingtai, dan Langfang-sebagai bagian dari upaya untuk mencegah penyebaran virus corona lebih lanjut.

Sementara otoritas Kota Beijing telah meningkatkan langkah-langkah penyaringan dan pencegahan untuk mencegah kluster lain berkembang di ibu kota China.

Provinsi Heilongjiang pada Rabu (13/1) mengumumkan keadaan darurat COVID-19. Kota Suihua, yang berbatasan dengan Harbin, ibu kota provinsi, mengunci 5,2 juta penduduknya.

Sebagian besar kasus di Heilongjiang ditemukan di Kabupaten Wangkui, di bawah yurisdiksi Suihua, yang telah diisolasi awal pekan ini.

Tieli, kota berpenduduk sekitar 300.000 orang yang berbatasan dengan Suihua, mengatakan pada Rabu (13/1), tidak akan mengizinkan orang atau kendaraan pergi selama tiga hari sebagai bagian dari langkah pencegahan Covid-19 yang baru.

Penyelidikan WHO

China mencatat lonjakan harian terbesar kasus COVID dalam lebih dari lima bulan, meskipun langkah-langkah ketat untuk mengekang wabah yang dimulai di Hebei, provinsi di sekitar Beijing, sebagai tim ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal-usul virus corona akan tiba di negara itu.

Sebagian besar pasien baru dilaporkan di dekat ibu kota tetapi sebuah provinsi di timur laut China juga mengalami peningkatan kasus baru, data resmi menunjukkan pada hari Rabu.

Komisi Kesehatan Nasional mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa total 115 kasus baru yang dikonfirmasi dilaporkan di daratan dibandingkan dengan 55 kasus sehari sebelumnya. Ini merupakan kenaikan harian tertinggi sejak 30 Juli.

Komisi tersebut mengatakan 107 kasus baru adalah infeksi lokal. Hebei menyumbang 90 kasus sementara provinsi Heilongjiang timur laut melaporkan 16 kasus baru.

Wabah baru datang sehari sebelum panel ahli WHO menyelidiki asal-usul virus yang kini telah menewaskan hampir dua juta orang di seluruh dunia tiba di negara itu. Tim beranggotakan 10 orang itu diperkirakan akan melakukan perjalanan ke pusat kota Wuhan, tempat kasus penyakit pertama kali muncul pada akhir 2019.

Masih banyak yang belum diketahui tentang asal-usul virus dan China bergerak cepat untuk membersihkan dan mendisinfeksi pasar makanan laut Huanan yang sekarang ditutup, yang terkait dengan kasus pertama penyakit pernapasan.(*)

baca berita terbaru di google news

Sumber: Kontan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved