Senin, 20 April 2026

LINGGA TERKINI

Banyak Jalan Rusak, Warga Minta Akses Jalan di Kecamatan Singkep Barat Lingga segera Diperbaiki

Warga Desa Marok Tua, Udin prihatin jalan rusak itu semakin rusak akibat intensitas hujan tinggi belakangan ini.Udin berharap jalan segera diperbaiki

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Foto akses jalan rusak di Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Banyak jalan rusak, warga minta akses jalan di Kecamatan Singkep Barat Lingga segera diperbaiki.

Sejumlah akses jalan di wilayah Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga banyak yang rusak.

Jalan rusak ini diketahui sudah berlangsung lama.

Akses jalan ke Desa Marok Tua contohnya. Akibat intensitas hujan yang tinggi belakangan ini membuat jalan itu semakin rusak.

Tidak sedikit masyarakat pengguna jalan mengeluh karena akses jalan yang setiap hari mereka lalui rusak.

Baca juga: Akses Jalan Utama ke Pusat Lingga Rusak Akibat Longsor, Dinas PU Diminta Turun tangan

Hal itu membuat mereka terhambat menuju perkotaan di Dabo Singkep.

Diketahui, akses jalan ini sering dilalui masyarakat dari tiga desa, yakni Desa Marok Tua, Desa Resang, dan Desa Marok Kecil Kecamatan Singkep Selatan.

Seorang warga Desa Marok Tua, Udin menyampaikan keprihatinannya atas jalan rusak dan sudah berlangsung hampir 2 tahun itu.

“Sekarang hampir semua jalan yang rusak ringan menjadi rusak parah, bahkan sulit untuk dilewati karena berlubang dan aspal yang ada di jalan terkupas,” kata Udin, Jumat (15/1/2021) kepada awak media.

Ia mengatakan, banyak pengendara yang tergelincir akibat batu-batu kecil yang berserakan di jalan yang rusak. Seringnya, pengendara melambatkan laju kendaraannya agar tidak celaka.

“Pengendara harus ekstra hati-hati, berjalan pelan agar tidak terpeleset di batu-batu kecil yang berserakan di antara lubang aspal,” tambahnya.

Mewakili warga lainnya, Udin berharap, Pemerintah Daerah Lingga dan Provinsi Kepulauan Riau segera memperbaiki jalan rusak itu. Pasalnya jalan tersebut menjadi jalan utama bagi pengendara yang melintas.

Senada dengan Udin, Kepala Desa Marok Kecil, Rusdi berharap, agar pemerintah segera memperbaiki jalan rusak itu.

"Harapannya semoga jalan yang rusak itu bisa secepatnya diatasi, agar pengguna jalan merasa aman," tambah Rusdi.

Akses Jalan Utama ke Pusat Lingga Rusak

Jalan rusak juga terjadi di Kecamatan Lingga Timur.

Akses jalan tepatnya di Desa Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga rusak akibat longsor.

Sejumlah pengendara yang akan melewati jalan tersebut khawatir. Takut jalan ambles.

Alhasil, mereka hanya bisa melalui sisi lain jalan.

Sebelumnya, di area yang sama sudah pernah dilakukan pemasangan dinding penahan tanah untuk mengantisipasi longsor. Perbaikan belum mencapai satu tahun.

Baca juga: LAGI, Longsor di Melcem Batam, 6 Rumah Rusak, Warga: Kami Ingin Bicara dengan Perusahaan

Baca juga: CUACA EKSTRIM - Satu Rumah di Tiban Kampung Batam Tertimpa Longsor hingga Rata Tanah

Kepala Desa Bukit Langkap, Darmin membenarkan adanya longsor tersebut.

"Tepat kejadiannya saya tidak tahu pasti, yang jelas minggu lalu," kata Darmin pada Kamis (14/1/2021).

Darmin mengaku, ia sudah menyampaikan masalah tersebut kepada pihak Kecamatan Lingga Timur, agar bisa ditangani secepatnya.

“Biar Bapak Camat yang sampaikan ke Dinas PU, mudah-mudahan cepat ditanggapi,” ucapnya.

Darmin mengimbau, bagi masyarakat yang melintasi jalan tersebut untuk berhati-hati, karena akan membahayakan pengendara.

“Sebenarnya sudah mengkhawatirkan pengendara. Karena itu saya meminta warga yang melintasi jalan berhati-hatilah. Sebab hujan deras masih mengguyur,” imbaunya.

Sementara itu, dinas terkait belum bisa dikonfirmasi terkait terjadinya longsor di jalan utama akses Lingga Utara-Lingga Timur menuju pusat Kabupaten Lingga itu.

Banjir rob di Lingga

Sementara itu, sejumlah daerah di Lingga terendam banjir rob, khususnya yang berada di wilayah pesisir.

Ada juga rumah yang rusak akibat dihantam gelombang laut dan air laut pasang besar.

Satu di antara daerah yang terkena banjir rob di wilayah Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep.

Sejumlah rumah warga di Batu Berdaun terendam banjir. Sedikitnya 31 Kepala Keluarga (KK) terpaksa harus mengungsi di Kantor Desa Batu Berdaun sejak Rabu (13/1/2021) sampai hari ini Kamis (14/1/2021).

Kepala Desa (Kades) Batu Berdaun, Zainal mengatakan, daerah warga yang terkena banjir tersebut, yakni Kampung Baru dan Kampung Boyan.

"Warga mulai mengungsi sejak kemarin (Rabu), kira-kira pukul 10.00 WIB. Semua yang terdampak 54 KK, namun yang baru mengungsi di sini 31 KK," kata Zainal kepada Tribunbatam.id, Kamis siang.

Zainal melanjutkan, ada sebagian rumah yang terendam banjir, dan ada beberapa rumah yang rusak berat akibat terjangan gelombang laut.

"Mereka berusaha membuang air parit, dan juga membuat bendungan. Namun, kita tidak bisa melawan alam, hanya bisa berupaya.

Saya telah menyampaikan kepada pihak warga, agar mengungsi dulu sampai arus laut benar-benar kembali normal," terang Zainal.

Warga Kampung Boyan dan Kampung Baru mengungsi ke Kantor Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, pascarumahnya terendam banjir rob sejak Rabu (13/1/2021)
Warga Kampung Boyan dan Kampung Baru mengungsi ke Kantor Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, pascarumahnya terendam banjir rob sejak Rabu (13/1/2021) (tribunbatam.id/Febriyuanda)

Zainal berharap, agar pemerintah daerah maupun pemerintah pusat bisa mengupayakan pembangunan di pantai, agar kejadian ini tidak terulang kembali.

"Semoga bisa dibangun tembok pemecah gelombang, kira-kira yang dibutuhkan 6 kilometer," ucap Kades Batu Berdaun itu.

Sementara itu, ia menaksir kerugian yang dialami warga terdampak lebih kurang Rp 100 juta dari musibah itu.

Dari informasi yang dihimpum TribunBatam.id, ada beberapa bantuan baik itu dari Kabupaten, donatur, dari desa, pihak Puskesmas dan kecamatan sudah tersalurkan.

Selain itu, juga telah didirikan sebuah posko bencana dari Kemensos, tepatnya di depan pengungsian warga.

Cerita Warga

Seorang warga Kampung Boyan, Ismawati menceritakan kejadian banjir rob tersebut bermula saat Rabu dini hari kemarin.

"Sekitar pukul 03.00 WIB, air itu sudah meluap masuk dalam rumah kami. Hingga pukul 05.00 WIB, air sudah mencapai paha, saat itu situasi juga hujan," ungkap Ismawati kepada tribunbatam.id.

Ia melanjutkan, saat itu sudah banyak warga yang keluar dari rumah dan membangunkan warga lainnya.

"Kami kalau tak dibangunkan tak sadar. Habis baju-baju semua basah," sambung suami Ismawati.

Ismawati melanjutkan, saat ini anaknya yang duduk di bangku SD dan SMP diliburkan karena musibah itu. Di sisi lain, baju-baju sekolah juga basah.

"Pohon-pohon kelapa banyak yang tumbang karena kikisan pasir pantai. Subuh itu ramai warga yang keluar rumah sambil membangunkan orang di rumah yang terendam banjir," kata Ismawati.

Ismati mengatakan, para warga merasa bersyukur atas saluran bantuan yang terus datang ke tempat pengungsian.

"Alhamdulillah ada saja bantuan. Salut kami sama orang yang bantu. Baik itu dari desa, kecamatan, puskesmas, donatur organisasi-organisasi.

Alhamdulillah makanan tidak putus. Terus di sini kenal juga sama warga yang sebelumnya belum kenal, Alhamdulillah silaturahmi," ungkap Ismawati.

Dari informasi, musibah seperti ini terjadi 5 tahun sekali.

"2016 kemarin saya ngungsi juga," sahut warga lainnya yang ikut mengungsi bersama Ismawati.

Lahasa, warga Kampung Baru mengatakan, rumahnya sudah rusak parah akibat terjangan gelombang laut.

"Dapur saya roboh, dengan keseluruhan rumah saya hampir roboh, hancur. Saya sudah buat bendungan selama 3 tahun, tapi untuk gelombang yang satu ini saya tidak bisa berbuat apa-apa," katanya.

"Sebenernya kalau hanya gelombang laut saja tidak masalah, kemungkinan tidak apa-apa. Tapi saat itu ditambah lagi hujan lebat, habis semuanya.

Hewan-hewan kayak ayam ada yang mati juga karena kandang tidak dibuka.

Saat itu saya mau buka pintu rumah susah, harus gali dulu, karena pintu sudah tertimbun pasir yang dibawa gelombang," kata Lahasa saat menceritakan kejadian kepada TribunBatam.id.

Lahasa tak terlalu banyak meminta soal bantuan yang dibutuhkannya.

"Kalau ada bantuan Alhamdulillah kita terima, kalau tidak ada yang kita maklum. Karena kita tahu negara kita juga dalam situasi saat ini.

Kalau sudah dibolehkan pulang oleh Kades, saya mulai perbaiki sendiri," tutur nelayan itu.

Banjir Rob di Singkep Pesisir 

Tak jauh beda dengan warga Desa Batu Berdaun, belasan rumah yang berada di Desa Persing, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri teredam banjir akibat air laut pasang dan ombak kuat, Rabu (13/1/2021).

Banjir rob yang terjadi sejak dini hari, sekira pukul 03.00 WIB itu, membuat aktivitas warga sebagai pengolah ikan teri lumpuh.

Selain itu, akses jalan utama penghubung antar kecamatan yang berada di dekat laut ikut terendam banjir, sehingga kendaraan yang melintas melambat.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun puluhan warga terpaksa mengungsi ke tempat lain. Sebagian di antaranya membawa alat perabotan rumahnya.

Kapolres Lingga, AKBP Arief Robby Rachman, bersama Waka Polres Lingga, Kompol M Tahang dan sejumlah Pejabat Utama (Pju) Polres Lingga ikut membantu evakuasi warga. Saat itu kondisinya sedang gerimis.

"Untuk sementara kita dirikan posko di sini untuk membantu warga. Selain untuk distribusi sembako dan barang-barang yang dibutuhkan korban banjir agar lebih mudah, keberadaan posko ini kita harapkan juga menjadi pusat informasi sehingga bantuan tepat dan sesuai sasaran," terang AKBP Arief Robby Rachman.

Menurut Arief, beberapa waktu lalu jajaran Polres Lingga sudah meminta kepada masyarakat untuk waspada terhadap datangnya musim penghujan dan cuaca ekstrem.

Hal ini karena rumah-rumah warga terutama yang berada di Desa Persing ini dibangun tepat di bibir pantai, sehingga cukup rawan bagi masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.

"Kita dari pihak kepolisian sudah memberi imbauan agar masyarakat waspada dan berhati-hati terutama bagi mereka yang tinggal di pinggir pantai.

Kita sama-sama berharap musibah ini cepat selesai," ujarnya.

Sementara itu di lokasi banjir rob di Desa Persing, sejumlah warga di bantu aparat Kepolisian, Satpol PP, Tagana dan BPBD Lingga masih disibukkan dengan bersih-bersih dan menyelamatkan sejumlah barang berharga.

Kondisi air laut pasang ini masuk hingga ke pemukiman padat penduduk. Akibat kejadian ini, sebagian barang berharga berupa perangkat elektronik dan perabotan rumah pun rusak.

Pantauan TribunBatam.id, air laut sudah mulai menyurut sejak pukul 13.00 WIB.

(TribunBatam.id/Febriyuanda)

Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved