GUNUNG SEMERU MELETUS
Riwayat Letusan Gunung Semeru 3 Dekade Terakhir, Terparah Tahun 1994, Kini Waspada
Inilah Riwayat Letusan Gunung Semeru 3 Dekade Terakhir, Terparah Tahun 1994, Kini Waspada.
TRIBUNBATAM.id - Inilah Riwayat Letusan Gunung Semeru 3 Dekade Terakhir, Terparah Tahun 1994, Kini Waspada.
Gunung Semeru awal tahun ini akhirnya meletus lagi, Sabtu (16/1/2021).
Gunung yang terakhir kali meletus pada Desember lalu ini kembali mengeluarkan awan panas dan abu vulkanik.
Sebagai salah satu gunung aktif, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini memang kerap memuntahkan isinya.
Secara umum letusan gunung berketinggian 3.676 mdpl ini bertipe vulkanian dan strombolian, yaitu penghancuran kubah lava dan pembentukan kubah lava yang baru.
Adapun penghancuran kubah lava mengakibatkan pembentukan awan panas guguran, yang menjadi karakteristik Gunung Semeruu.
Hal ini tentu membuat masyarakat yang hidup di lereng gunung ini diterkam waspada.
Sebab, hal-hal tak terduga bisa kapan saja terjadi.
Gunung bertipe strato dengan puncak tertinggi Mahameru ini mempunyai kawah Jonggring Saloka yang terletak di sebelah tenggara puncak.
Kawah tersebut terbentuk sejak 1912.
Sejak bertahun-tahun lalu, letusan demi letusan mungkin sudah akrab dengan kehidupan masyarakat sekitar.
Letusan yang pertama kali tercatat terjadi sekitar 200 tahun lalu, tepatnya 8 November 1818.
Baca juga: Meletus Lagi, Begini Sejarah dan Legenda Gunung Semeru, Tertinggi di Pulau Jawa
Baca juga: Surga di Atas Awan, Gunung Semeru Punya Jalur Pendakian Maut hingga Telan Korban Jiwa
Sebagai kilas balik, berikut riwayat letusan Gunung Semeru sejak 3 dekade terakhir:
1990
Pada November hingga Desember 1990, terjadi guguran kubah lava yang menghasilkan awan panas.
Kala itu, kubah kawah Jonggring Seloko terbuka hingga saat ini.
1992
Terjadi letusan stromboli dengan pembentukan kubah lava dan lidah lava sepanjang 1,5km dari kawah pada bulan November hingga Desember.
1994: 2 Februari-15 Februari
- 2 Februari 1994, terjadi 9 kali letusan yang mengeluarkan asap putih tebal dengan ketinggian 500 meter.
Selain itu, tercatat ada 34 kali guguran lava ke arah Besuk Kembar sejauh 1 km.
- 3 Februari 1994 pukul 03.50 WIB, terjadi letusan disertai suara dentuman yang menyebabkan hujan abu.
Terdapat pula guguran lava yang membentuk awan panas.
Pada letusan 1994 ini tercatat ada 7 orang meninggal dunia karena terkena awan panas dan 2 orang hanyut oleh lahar pada tanggal 13 Februari 1994.
Aktivitas Gunung Semeru berangsur menurun kembali menuju normal dengan luncuran awan panas mencapai jarak 200- 750m dari puncak.
2002
Pada 11 Maret 2002, status Gunung Semeru dinaikkan dari normal menjadi waspada seiring peningkatan jumlah gempa-gempa vulkanik dangkal.
Terjadi peningkatan gempa tremor harmonis serie pertama di bulan Maret-Juni 2002.
Guguran lava pijar meningkat secara tajam sejak April 2002 (610 kali) hingga Agustus 2002 (484 kali).
Aktivitas itu menunjukkan penurunan (93-151 kali) sejak September hingga Desember 2002.
Namun, penurunan guguran lava pijar digantikan kemunculan aliran awan panas yang cukup signifikan di Desember.
Letusan kembali terjadi pada 23 Desember 2002 (delapan kali letusan di kawah utama), 25 Desember 2002 (satu kali letusan), 26 dan 27 Desember 2002 (letusan di kawah utama masing-masing 7 dan 8 kali), serta guguran lava pijar memasuki bagian hulu Besuk Kembar sejauh 250 meter pada 27 Desember 2002.
Pada 29 Desember 2002 pukul 19.00 WIB, satu seri aliran awan panas guguran turun memasuki Besuk Bang sejauh 9.000 m mendekati Dusun Supit Timur di sisi barat Besuk Bang dan Dusun Rawabaung di sisi timur Besuk Bang, masing-masing di ketinggian 750 mdpl.
Aliran awan panas berikutnya terjadi pada 30 Desember 2002 pukul 07.20 WIB, yang masuk ke Besuk Bang sejauh 2.000 m.
Kemudian, pukul 10.00 WIB, awan panas kembali memasuki Besuk Bang sejauh 2.000 m.
2004
Pada 20 Januari 2004 terjadi awan panas yang masuk ke Besuk Bang sejauh 2.500 m.
Kemudian, pada 7 Oktober 2020, kembali terjadi luncuran awan panas dengan jarak 1.000 m ke Besuk Bang.
2005
Pada 29 Desember 2005, terjadi luncuran awan panas yang masuk ke Besuk Bang sejauh masing-masing 1.000 m hingga 2.500 m.
2007
Luncuran awan panas sejauh 1.000 m yang masuk ke Besuk Bang terjadi pada 15 November 2007.
2008
- Pada 15 Mei 2008, terjadi guguran awan panas yang didahului letusan asap dengan ketinggian 600 m.
Awan panas masuk ke Besuk Bang dengan jarak luncur 2.500 m.
- Pada 17 Mei 2008, terjadi guguran awan panas yang didahului oleh letusan asap dengan ketinggian +500 m.
Awan panas masuk ke Besuk Bang dengan jarak luncur 2.000 m.
- Pada 18 Mei 2008, terjadi tiga kali guguran awan panas yang didahului letusan asap.
Awan panas masuk ke Besuk Bang dengan jarak luncur 500 m, 1.500 m, dan 2.500m.
- Pada 19 Mei 2008, terjadi guguran awan panas yang didahului letusan asap.
Awan panas masuk ke Besuk Bang dengan jarak luncur 1.500 m.
- Pada 21 Mei 2008, terjadi enam kali guguran awan panas.
Awan panas meluncur ke Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Kobokan.
- Pada 22 Mei 2008, terjadi empat kali guguran awan panas.
Luncuran awan panas mengarah ke Besuk Kobokan sejauh 2.500 m.
2016
Terjadi guguran lava pada 13 Februari 2016 pukul 06.20 WIB.
Lelehan lava pijar berjarak hingga sejauh 2,5 kilometer.
Akibat guguran awan panas ini, jalur pendakian ditutup secara total.
Guguran awan panas mengarah ke arah selatan dari Gunung Semeru, yaitu Sungai Besuk Sat dan Sungai Kembar di Lumajang.
2019
Pada 26 Juni 2019 pukul 08.30 WIB, terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu kurang lebih 600 meter di atas puncak Gunung Semeru.
2020
- Pada 18 Januari 2020 pukul 07.25 WIB, terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 400 meter di atas puncak.
- Pada 24 Januari 2020 pukul 05.43 WIB, terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 400 meter di atas puncak.
- Pada 29 Februari 2020 pukul 20.49 WIB, teramati api diam dan guguran lava pijar sejauh 1 km dari pusat guguran.
- Pada 3 Maret 2020 pukul 17.33 WIB, terjadi guguran awan panas dengan jarak luncur 3 km dari kawah puncak ke arah Besuk Kembar dan Besuk Bang.
- Pada 17 April 2020 pukul 06.10 WIB, terjadi guguran awan panas yang mengarah ke arah Besuk Bang.
- Pada 1 Desember 2020 pukul 1.23 WIB, guguran awan panas meluncur hingga jarak 11 kilometer dari kawah.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Catatan Erupsi Gunung Semeru 30 Tahun Terakhir".
Baca berita terbaru lainnya di Google!