Analisa Rupiah Besok Melemah, Tergerus Penguatan Dollar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar diperkirakan masih akan melemah pada perdagangan Selasa 19 Januari 2021
TRIBUNBATAM.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar diperkirakan masih akan melemah pada perdagangan Selasa 19 Januari 2021.
Begitu juga dengan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) diprediksi melamah.
Pada perdagangan Senin, rupiah terkulai, kurs rupiah spot ditutup pada Rp 14.070 per dolar Amerika Serikat (AS).
Penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang menggerus otot rupiah.
Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong juga meyakini rupiah masih akan melemah.
Menurut dia, penguatan dolar AS masih akan terjadi baik dari segi teknikal maupun sentimen.
Pasar juga disebut masih akan wait and see selama menunggu pelantikan Joe Biden yang baru akan dilaksanakan pada 20 Januari 2021.
“Sepertinya mulai muncul kekhawatiran dari pelaku pasar akan adanya kericuhan layaknya penyerangan ke Capitol tempo hari. FBI pun sudah memberikan peringatan. Jika sampai terjadi kerusuhan, dolar AS sebagai safe haven akan jadi incaran,” tutur Lukman.
Baca juga: Kurs Dollar Rupiah Hari Ini Senin 18 Januari 2021, Cek Sebelum Tukar Valas
Sementara menurut ekonom Bank Mandiri Reny Eka Puteri, dari dalam negeri, sentimen yang masih akan menjadi pemberat bagi rupiah adalah tingginya kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir.
Pada akhirnya kondisi ini membuat investor mulai khawatir.
Kekhawatiran ini tercermin dari capital flow ke pasar domestik cenderung turun.
“Pelaku pasar juga masih akan cenderung wait and see dan mengamati jelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Rabu esok,” tambah Reny.
Hitungan Reny, rupiah esok hari masih akan melemah dan berada di kisaran Rp 14.066 per dolar AS-Rp 14.178 per dolar AS.
Sementara Lukman memperkirakan besok rupiah akan diperdagangkan pada rentang Rp 14.050 per dolar AS-Rp 14.200 per dolar AS.
Adapun, pada perdagangan Senin (18/1) rupiah di pasar spot melemah 0,36% ke 14.070 per dolar AS.
Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), mata uang Garuda ini ditutup di Rp 14.080 per dolar AS atau melemah tipis 0,09%.
Mata Uang Asia
Nilai tukar rupiah melemah pada awal pekan ini. Senin (18/1), kurs rupiah spot ditutup pada Rp 14.070 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kurs rupiah spot tersebut melemah 0,36% ketimbang posisi akhir pekan lalu pada Rp 14.020 per dolar AS. Sedangkan kurs rupiah Jisdor melemah 0,09% ke Rp 14.080 per dolar AS.
Bloomberg melaporkan bahwa Bank Indonesia menggelar intervensi rupiah di pasar spot antarbank, baik secara langsung maupun lewat broker.
"Lonjakan kasus harian corona baru-baru ini hingga melewati lebih dari 10.000 kasus per hari dan aliran pasar obligasi yang lebih hati-hati bisa menjadi penekan sentimen jangka pendek," kata Yanxi Tan, foreign exchange strategist Malayan Banking Bhd di Singapura kepada Bloomberg.
Pelemahan kurs rupiah hari ini pun beriringan dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia.
Hanya won yang melemah lebih dalam daripada rupiah. Pelemahan won hingga sore ini mencapai 0,41%.
Di kawasan Asia, hanya mata uang dolar Taiwan, yen, dan dolar Hong Kong yang menguat terhadap the greenback.
Prediksi IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) menguat pada perdagangan Senin (18/1/2021), inilah prediksi IHSG besok.
Pada perdagangan hari ini,IHSG menguat 0,26% atau naik 16,42 poin ke level 6.389,83.
Meski sempat menyentuh titik terendah, IHSG bangkit menguat di level tertinggi yakni 6.428,31.
Mengutip data RTI, lima dari 10 sektor menguat.
Sektor yang menguat adalah sektor barang-barang konsumsi, manufaktur, aneka industri, keuangan, dan perdagangan. Masing-masing sektor menguat 2,22%, 1,11%, 0,95%, 0,41% dan 0,33%.
Sementara sektor yang melemah adalah perkebunan, tambang, industri dasar, konstruksi dan infrastruktur.
Baca juga: Prediksi Saham 2021, IHSG Turun 0,85 %, 9 Sektor Masuk Zona Merah, Kontruksi Paling Menjanjikan
Masing-masing sektor merosot 3,12%, 2,89%, 0,26%, 0,26% dan 0,01%.
Total volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 35,49 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp 23,77 triliun.
Sebanyak 195 saham menguat, 304 saham merosot dan 149 saham nilainya tidak berubah.
Investor asing tercatat membukukan net sell atau jual bersih sebesar Rp 183,49 di seluruh pasar.
Asing membukukan net sell terbesar pada saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 102,3 miliar.
Namun saham SMGR malah melesat 5,86% ke Rp 12.650 per saham. Total volume perdagangan saham SMGR mencapai 23,7 juta dengan nilai transaksi Rp 300,1 miliar.
Asing juga melego saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 46,9 miliar.
Saham INCO merosot 6,42% ke Rp 6.200 per saham Total volume perdagangan saham INCO mencapai 51,2 juta dengan nilai transaksi Rp 326 miliar.
Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) juga kembali dilepas asing sebesar Rp 40,8 miliar.
Namun saham ICBP malah menguat 2,67% ke Rp 9.625 per saham.
Total volume perdagangan saham ICBP mencapai 15,7 juta dengan nilai transaksi RP 150,6 miliar.
Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada perdagangan Senin:
1. SMGR Rp 102,3 miliar
2. INCO Rp 46,9 miliar
3. ICBP Rp 40,8 miliar
4. BBNI Rp 35,8 miliar
5. INKP Rp 34,9 miliar
6. TLKM Rp 22,7 miliar
7. INTP Rp 20,3 miliar
8. PWON Rp 14,2 miliar
9. CPIN Rp 12,6 miliar
10. BSDE Rp 10,8 miliar
baca berita terbaru di google news
Sumber: Kontan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-rupiah-menguat.jpg)