Breaking News:

HUMAN INTEREST

KISAH Firdaus, tak Menyerah Setelah Kena PHK, Kini Berjualan Ikan Bakar di Pinggir Jalan

Bergelut dengan asap setiap hari, tak menyurutkan tekad Firdaus (35) untuk mencari pundi-pundi rejeki bagi keluarganya. Simak kisahnya.

TRIBUNBATAM.id/HENING SEKAR UTAMI
Firdaus (35), penjual ikan bakar di pinggiran Jalan Bunga Raya, Lubuk Baja, Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Bergelut dengan asap setiap hari, tak menyurutkan tekad Firdaus (35) untuk mencari pundi-pundi rejeki bagi keluarganya.

Bau amis ikan, panasnya tungku serta asap pembakaran yang kerap membuat mata perih, sudah jadi makanan sehari-hari bagi Firdaus.

Tepat pukul 16:00 WIB, ia biasa bertolak dari kediamannya di Baloi Center menuju emperan Jalan Bunga Raya, Kecamatan Lubuk Baja, Batam

Sesampainya di lokasi, Firdaus pun sigap memasang tenda dan perlengkapan bagi lapak dagangan kecil-kecilan yang menjadi usahanya kini.

Ia menjual bermacam jenis ikan laut, seperti ikan kaci, kakap, kerapu, pari, dan masih banyak lagi.

Satu ekor ikan, biasa ia hargai berkisar Rp 30 ribu sampai Rp 80 ribu.

Harga yang terjangkau itu nyatanya dapat mendatangkan keuntungan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarga.

Setelah sempat menganggur dan bekerja serabutan, Firdaus memang memilih banting setir menekuni dunia usaha.

Kini, berjualan ikan bakar di pinggir jalan adalah salah satu sumber pemasukan utama yang dimilikinya.

Firdaus memulai usahanya berjualan ikan bakar sejak April 2020.

Mulanya, ia menggelar lapak emperan di wilayah Tanjung Uma.

Namun, akibat penertiban, lapak Firdaus bergeser hingga ke pinggir Jalan Bunga Raya, samping DC Mall.

"Kalau di dekat DC mall ini saya baru satu minggu jualan. Mau lihat dulu bagaimana respon pembeli," ujar Firdaus.

Ia menaruh harapan cukup besar terhadap usaha ikan bakarnya kali ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved