Wow, Daun Sirsak dan Bunga Kelor Kepri Tembus Pasar Internasional di Jerman
Kantor Karantina Pertanian (KKP) Tanjungpinang memfasilitasi ekspor perdana daun sirsak dan bunga kelor kering dari Kepri ke Jerman
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Kantor Karantina Pertanian (KKP) Tanjungpinang memfasilitasi ekspor perdana daun sirsak dan bunga kelor kering dari Kepri ke Jerman.
Meskipun dalam jumlah yang masih kecil, namun manfaat tanaman herbal yang dibudidayakan di Toapaya, Bintan tersebut mulai menembus pasar internasional.
"Perdana di tahun 2021, daun sirsak dan bunga kelor diekspor sampai ke Jerman," ujar Kepala KKP Tanjungpinang, Raden, Kamis (21/1/2021).
Daun sirsak dan bunga kelor kering dengan berat 5,2 kg itu bernilai Rp 530 ribu. Raden berharap dengan segudang manfaatnya, volume dan frekuensi bahan herbal ini terus meningkat.
Sebelum diekspor, Pejabat KKP Wilker Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang telah melakukan pemeriksaan dan sertifikasi terhadap dua jenis bahan herbal, daun sirsak dan bunga kelor kering ini.
Baca juga: Tajir Melintir! Inilah 5 Bos Besar Kelapa Sawit di Indonesia, Kuasai Pasar Ekspor
Baca juga: 12 Manfaat Daun Kelor Bagi Kesehatan, Mampu Turunkan Kadar Gula Darah hingga Cegah Anemia
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan media pembawa tersebut bebas dari OPTK, dikemas dengan benar dan jumlahnya sesuai sebelum diekspor ke negara tujuan.
Selain daun sirsak dan daun kelor kering, KKP Tanjungpinang juga memfasilitasi ekspor komoditas perkebunan lainnya pada Januari 2021.
Di antaranya komoditas karet lempengan. Karet lempengan ini merupakan komoditas unggulan dari Kepri.
Karet lempengan yang diekspor ke Kanada, Spanyol, Perancis dan Turki volumenya mencapai 878 ton, sehingga dari sektor perkebunan nilai ekonomisnya tercatat sebesar Rp 20 miliar.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil memberikan apresiasi terhadap perusahaan eksportir yang turut menggaungkan program peningkatan ekspor, melalui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Komoditas Pertanian (Gratieks) dan UMKM yang berorientasi ekspor komoditas pertanian dengan ragam baru.
"Kementerian Pertanian sendiri terus berupaya memberikan fasilitasi terhadap program ini, dengan memberikan pendampingan teknis dan pelayanan lainnya," kata Jamil.
Jamil juga berharap Provinsi Kepri dapat menggali lagi potensi komoditas lain yang dapat didorong menjadi komoditas unggulan ekspor.
Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) yakni meningkatkan ekspor pertanian tidak hanya karet dan babi potong saja, namun dari ragam komoditas pertanian lainnya juga.
"Calon eksportir dapat juga mengakses aplikasi i-Mace untuk menggali potensi ekspor masing-masing daerah. Silahkan mengaksesnya atau kunjungi klinik agro ekspor di Kantor Karantina Pertanian terdekat," pungkas Jamil.
(Tribunbatam.id/endrakaputra)
Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2101petugas-kkp-tanjungpinang.jpg)