Breaking News:

IHSG Ditutup Memerah, Selasa 26 Januari 2021, Asing Menadah Saham-saham Ini

IHSG perdagangan sesi II, Selasa 26 Januari 2021 berada di zona merah 1,89% atau terpangkas 118,40 ke level 6.140,17.

Editor: Rio Batubara
tribunnews
IHSG perdagangan sesi II, Selasa 26 Januari 2021 berada di zona merah 1,89% atau terpangkas 118,40 ke level 6.140,17. 

TRIBUNBATAM.id - IHSG perdagangan sesi II, Selasa 26 Januari 2021 berada di zona merah 1,89% atau terpangkas 118,40 ke level 6.140,17.

Sepanjang perdagangan IHSG berada di zona merah dengan rentang 6.123,00 ke 6.269,66.

Mengutip data RTI, semua sektor melemah. Sektor yang turun paling dalam adalah konstruksi, disusul perkebunan, infrastruktur, tambang, keuangan dan aneka industri. Masing-masing turun 2,90%, 2,70%, 2,62%, 2,29%, 21,25% dan 1,95%.

Total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 19,69 miliar dengan nilai transaksi Rp 17,59 triliun. Sebanyak 395 saham turun, 94 saham  naik dan 138 saham nilainya tidak berubah.

Di tengah penurunan IHSG, asing justru membukukan net buy atau beli bersih sebesar Rp 346,55 miliar di seluruh pasar.

Baca Juga: Saham-saham ini banyak diobral asing saat IHSG anjlok 1,89% pada Selasa (26/1)

Investor asing paling banyak mengoleksi saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 437,8 miliar. Saham BMRI menguat 1,03% ke Rp 7.375 pada akhir perdagangan. Total volume perdagangan saham BMRI mencapai 131,64 juta dengan nilai transaksi Rp 966,5 miliar.

Asing juga memborong saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 85,3 miliar. Namun saham BBRI turun 2,72% ke Rp 4.650 per saham. Total volume perdagangan saham BBRI mencapai 150,11 juta saham dengan nilai transaksi Rp 702,1 miliar.

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga diburu asing sebesar Rp 73,8 miliar. Saham MDKA juga naik 2,89% ke RP 2.490 per saham. Total volume perdagangan saham MDKA mencapai 65,76 juta denga nilai transaksi Rp 163,3 miliar.

Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada perdagangan Selasa:

1. BMRI Rp 437,8 miliar

2. BBRI Rp 85,3 miliar

3. MDKA Rp 73,8 miliar

4. TBIG Rp 72,2 miliar

5. ASII Rp 37,3 miliar

6. INKP Rp 34,3 miliar

7. BJBR Rp 21,4 miliar

8. UNTR Rp 20,4 miliar

9. MNCN RP 17,4 miliar

10. GGRM Rp 16,5 miliar

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved