Breaking News:

IHSG Perdagangan Sesi I, Kamis 28 Januari 2021 Anjlok, Saham-saham Ini Banyak Diserok Asing

IHSG perdagangan sesi I, Kamis 28 januari 2021 merosot 1,40% atau terpangkas 85,44 poin ke level 6.023,72.

Editor: Rio Batubara
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
IHSG perdagangan sesi I, Kamis 28 januari 2021 merosot 1,40% atau terpangkas 85,44 poin ke level 6.023,72. 

TRIBUNBATAM.id - IHSG perdagangan sesi I, Kamis 28 januari 2021 merosot 1,40% atau terpangkas 85,44 poin ke level 6.023,72.

Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di zona merah kendati sempat menguat dan masuk zona hijau tapi kembali merosot.

Seluruh sektor melemah. Sektor infrastruktur turun paling dalam, disusul sektor konstruksi, tambang, perkebunan, industri dasar, manufaktur dan barang-barang konsumsi. Masing-masing turun 3,04%, 2,69%, 2,60%, 2,21%%, 2,14%, 2,17% dan 1,01%.

Total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sesi I mencapai 11,03 miliar dengan nilai transaksi Rp 10,28 triliun. Sebanyak 383 saham turun, 93 saham naik dan 114 nilai sahamnya tidak berubah.

Investor asing membukukan net sell atau jual bersih sebesar Rp 163,66 miliar di seluruh pasar. Kendati demikian, sejumlah saham ini juga dikoleksi asing saat IHSG anjlok.

Asing paling banyak mengoleksi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 53,8 miliar. Saham BBCA pun menguat 1,10% ke RP 34.325 per saham. Volume perdagangan saham BBCA mencapai 10,5 juta dengan nilai transaksi Rp 366,1 miliar.

Asing juga memburu saham PT Astra International Tbk (ASII) Rp 36,3 miliar. Saham ASII menguat tipis 0,40% ke Rp 6.300 per saham. Volume perdagangan saham ASII mencapai 27,9 juta dengan nilai transaksi Rp 176,6 miliar.

Asing juga membeli saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 35,9 miliar. Namun saham BBRI turun 1,08% ke Rp 4.570 per saham. Volume perdagangan saham BBRI mencapai 70,4 juta dengan nilai transaksi Rp 324,6 miliar.

Berikut 10 saham net buy terbesar asing di sesi I Kamis:

1. BBCA Rp 53,8  miliar

2. ASII Rp 36,3 miliar

3. BBRI Rp 35,9 miliar

4. INCO Rp 26,9 miliar

5. TOWR Rp 15,0 miliar

6. INKP Rp 13,7 miliar

7. KLBF Rp 13,4 miliar

8. MNCN Rp 7,9 miliar

9. ITMG Rp 7,7 miliar

10. BBTN Rp 5,2 miliar

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved