Breaking News:

SAHAM 2021

Saham GameStop Meroket, Bentuk Perlawanan Investor Ritel

Meski tak punya fondasi kuat, harga saham perusahaan ritel game raksasa, GameStop ( GME) meroket.

Thinkstockphotos.com
Bursa saham New York atau New York Stock Exchange 

TRIBUNBATAM.id - Meski tak punya fondasi kuat, harga saham perusahaan ritel game raksasa, GameStop ( GME) meroket. 

Harga saham GameStop ( GME) yang diperdagangkan di bursa saham New York ( NYSE) menuai sorotan berbagai pihak.

Sejak awal 2021, harga saham GME naik lebih dari 1.000 persen.

Penguatan tersebut sejatinya didongkrak oleh langkah para investor yang tergabung dalam sub-forum Reddit bernama WallStreetBets, untuk membeli saham-saham perusahaan tengah kesulitan, seperti hal nya BlackBerry (BB), Macy's (M), AMC (AMC), dan yang paling menonjol, GameStop.

Banyak orang menyebutkan, fenomena pembelian saham GameStop secara besar-besaran merupakan salah satu bentuk perlawanan investor ritel, dalam hal ini WallStreetBets, dengan pemain besar di pasar saham, seperti hedge fund.

Baca juga: Warren Buffett Berguru ke Benjamin Graham, Piawai Analisa Pasar Saham

Mengapa demikian?

Dilansir dari Business Insider, Jumat (29/1/2021) penguatan harga yang dialami oleh GameStop ternyata membuat para hedge fund raksasa merugi.

Pasalnya, hedge fund yang kerap melakukan aksi short sell dibuat salah perhitungan oleh WallStreetBets.

Secara singkat, short sell merupakan aksi jual saham tanpa memiliki saham itu sendiri.

Aksi tersebut dilakukan dengan cara meminjam saham dari sekuritas, kemudian dijual, dengan harapan harga saham itu akan menurun, sehingga bisa pelaku short sell bisa membelinya dengan harga murah dan dikembalikan ke sekuritas.

Halaman
1234
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved