Breaking News:

BERITA POPULER

Berita Populer, Warga Tertipu saat Beli Lahan hingga Wali Kota Minta Aturan Parkir Drop Off Dicabut

Ada beberapa berita di Batam menarik perhatian pembaca tribunbatam, Sabtu (30/1). Di antaranya warga tertipu beli lahan, saat mau dibangun tak bisa

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/SON
Berita Populer, Warga Tertipu saat Beli Lahan hingga Wali Kota Minta Aturan Parkir Drop Off Dicabut. Foto ilustrasi Berita Populer TRIBUNBATAM.id 

Di tempat yang sama Utusan Sarumaha akan berusaha membantu masyarakat.

Ia pun meminta masyarakat untuk menghindari konflik.

Dia juga mengatakan dalam waktu dekat akan mengagendakan RPD bersama kedua belah pihak dan pihak-pihak terkait.

Sementara mengenai persoalan tersebut, perwakilan PT Jenni Prima Putra Sejati belum memberikan komentar.

TribunBatam.id masih berusaha untuk meminta konfirmasi mengenai permasalahan sengketa lahan di Kaveling Melati Dapur 12 Kecamatan Sagulung itu.

2. Walikota Batam Minta Aturan Drop Off 15 Menit Dicabut, Udin : Yang Rugi 1 Lokasi Saja!

Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali meminta revisi parkir drop off 15 menit.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Batam sekaligus inisiator pasal parkir drop off, Udin P Sihaloho meminta dampak kerugian dari parkir drop off tak hanya dinilai dari 1 titik lokasi saja.

"Kita tak bisa hanya melihat dari sisi bandara saja. Malahan saya tahu, tarif pakir di Bandara saja sudah naik karena adanya Perka. Laporan ke saya, sudah ada orang yang bayar melebihi tarif sebelumnya, misalnya mobil jadi Rp 4.000," kata Udin, Sabtu (30/1/2021).

Diakuinya, apabila ingin ada revisi dalam Perda itu, harus tetap ada membentuk 1 Panitia Khusus (Pansus).

Untuk saat ini, kata Udin, belum tepat melakukan revisi Perda Drop Off tersebut karena membutuhkan anggaran yang besar.

Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

"Kalau ada Perwako? Coba aja dulu buat perwakonya. Kalau tak dapat pertentangan dari masyarakat. Mana lebih tinggi Perwako atau Perda," katanya.

Mantan Sekretaris Panitia Khusus (Pansus) Perda Penyelenggaraan dan Retribusi Parkir Kota Batam, Udin P Sihaloho, mengatakan pembahasan aturan drop off selama 15 menit dilakukan bersama Pemerintah Kota Batam, DPRD, dan pengelola parkir.

Aturan ini juga dibuat dalam satu pasal yang mewajibkan pengelola parkir untuk membebaskan pemilik kendaraan jika parkir sebelum waktu 15 menit.

"Kenapa pada saat pembahasan tidak ada pengelola parkir yang keberatan atau minta ritme waktunya dikurangi. Kenapa setelah ini disepakati malah jadi penyebab alasan tidak mencapai target pajak parkir,” tanya Udin.

Insiator pasal drop off itu juga menegaskan, beberapa daerah di Indonesia menerapkan aturan ini seperti di Medan, Surabaya, Makassar, dan beberapa kota besar lainnya.

Di Medan misalnya aturan drop off ditetapkan 5 menit dan beberapa daerah lainnya 7 menit.

“Daerah besar juga menerapkan aturan seperti ini. Hanya saja ritme waktunya lebih cepat dari kita di Batam,” ucap Udin.

Terkait rendahnya sektor pajak parkir, anggota Komisi II DPRD Batam itu menilai, seharusnya pemerintah bisa menggenjot dari sektor lain seperti retribusi parkir tepi jalan umum.

Hanya saja retribusi ini juga tidak pernah tercapai. 

Di Medan misalnya aturan drop off ditetapkan 5 menit dan beberapa daerah lainnya 7 menit.

“Daerah besar juga menerapkan aturan seperti ini. Hanya saja ritme waktunya lebih cepat dari kita di Batam,” kata Udin.

Terkait rendahnya sektor pajak parkir, anggota Komisi II DPRD Batam itu menilai, seharusnya pemerintah bisa menggenjot dari sektor lain seperti retribusi parkir tepi jalan umum.

Hanya saja retribusi ini juga tidak pernah tercapai.

“Artinya kalau mau ini dievaluasi tentu harus ada jaminan kedua sektor ini bisa tercapai,” tegas Udin. 

3. DULU Seorang Pemulung, Sekarang Pria Ini Sukses Menjadi Anggota DPRD Batam

Pria yang suka menggunakan celana jeans belel dan menggunakan sepatu sporty ini, berjalan menuju ruang wartawan, yang sering disebut, Komisi V di DPRD Batam. Bahkan dia juga disebut sebagai penghuni Komisi V.

Secara resmi, DPRD Kota Batam hanya memiliki IV Komisi dengan bidang masing-masing, sebagai alat kelengkapan Dewan.

Namun, dalam perjalanannya, muncul satu komisi, di luar tata tertib dewan. Tambahan komisi itu disebut 'komisi V', yang diisi wartawan sebagai penghuninya.

Udin, begitu nama panggilan dari pemilik nama lengkap Udin P Sihaloho, SH, ini setiap hari kerja dan selalu menyempatkan diri bertandang ke ruang wartawan.

Jika tak singgah ke ruang wartawan, biasanya, itu karena sedang tugas luar atau tidak masuk kerja.

Dia pasti menyempatkan diri berkunjung, bercengkerama, menumpahkan uneg-unegnya, hingga diskusi seputar pembangunan Batam

Udin merupakan salah satu dari beberapa anggota DPRD Batam, yang latar belakangnya, sebagai pengusaha.

Namun, tak banyak yang tahu jika kehidupan yang dijalaninya saat ini, tidaklah diraih dengan mudah. 

Bahkan, ia mengawali kehidupan mandiri, dengan menjadi pemulung.

Jika dulu menjadi pemulung dalam arti yang sebenarnya, sebelum menjadi pengusaha, kini Udin menjadi pemulung aspirasi masyarakat (anggota dewan).

Menariknya lagi, ia juga tidak pernah malu, mengaku sebagai mantan pemulung.

Bahkan nama account emailnya dibikin pemulung sukses.

Kata sukses di belakang pemulung, menunjukkan kehidupannya yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

Saat ini, Udin sudah menjadi salah satu tokoh Batam, yang memberikan perhatian di bidang perekonomian sebagai wakil wakyat dari Dapil Bengkong dan Batuampar. 

Dia juga bukan sekedar menjadi anggota Dewan, bahkan di antara 50 anggota DPRD Kota Batam, Udin salah satunya, yang dikenal kritis dan konstruktif dalam menjalankan tanggungjawabnya.

Tidak hanya dekat dengan wartawan dan warga, Udin juga cukup dikenal dekat dengan kaum buruh yang kerap menyambangi dan mengadukan nasibnya ke dewan saat dirinya masih duduk di Komisi IV DPRD Kota Batam

Udin termasuk anggota dewan yang berani menolak kebijakan pemerintah atau perusahaan, yang tidak berpihak terhadap masyarakat.

Anggota Dewan yang sudah duduk selama 3 periode berturut-turut ini juga menjadi salah satu dari beberapa anggota dewan Batam, yang konsen membangun daerah pemilihannya.

Kini, wilayah Bengkong, terus berbenah dan semakin indah, mulai dari infrastruktur jalan, taman, saluran, posyandu, sarana bermain anak, yang pengadaan peralatannya juga sering menggunakan dana pribadi. Bahkan sampai gapura pemakaman pun diperjuangkannya.

Udin mengaku pernah menjadi bahan tertawaan rekan-rekannya di Dewan.

Namun dengan singkat dia hanya menjawab, tempat itu merupakan "peristirahatan masa depan," yang tidak mungkin dibangun oleh penghuninya.

Pria yang pernah menjabat sebagai ketua RW 006, Kelurahan Tanjung Buntung, setiap minggu kedua, tiap bulannya, Udin sering menggalang gotong royong di wilayahnya.

Tidak sekadar instruksi, Udin juga tidak segan-segan untuk turun mengangkat sampah, bersama warga.

Tidak hanya terkait dengan kebersihan, gerakan kebersihan itu dimaksud untuk melestarikan budaya gotong royong.

"Kalau kita ikut terlibat langsung melakukan gotong royong, barulah masyarakatnya juga antusias terlibat membantu. Lagian, itu juga bagian dari olah raga," kata Udin.

Ia juga menjadi primadona bagi warganya. Lantaran telah menyediakan senam gratis untuk warga di Bengkong di tengah pandemi Covid-19 ini. 

Kegiatan ini rutin dilakukan setiap Minggu dan diikuti oleh kaum Ibu yang jumlahnya hampir seratusan orang setiap senam.

Hal ini sudah berlangsung hampir 3 tahun terakhir.

Udin tidak hanya menunjukkan komitmen dan kecintaannya terhadap Batam, dari perjuangan yang dilakukan sebagai wakil rakyat.

Dia juga menunjukkan lewat dunia seni. 

Sejak dulu, sudah ada beberapa lagu-lagu yang menyebut-nyebut Kota Batam, pada lagu ciptaannya.

Di mana, hingga saat ini sudah ada beberapa lagu Batak yang diciptakan Udin dan dinyanyikan dalam album Batak, oleh trio-trio penyanyi ibukota Jakarta dan mudah ditemukan di www.youtube.com.

Di antaranya, ada lagu dengan judul, 'Jembatan Barelang', 'Batu Aji Pulo Batam', 'Nagoya Hill Pulo Batam' dan lainnya.

Tidak hanya menciptakan lagu, Udin juga tergolong piawai dalam dunia tarik suara. 

Hanya saja, hingga saat ini dia baru menciptakan lagu.

Sementara untuk mendengarkan suaranya saat bernyanyi, dapat dilihat di youtube, saat dia bernyanyi bersama dengan Trio Lamtama, Elexis, juga sederet artis Batak lainnya.

Pada perjalanan kehidupannya, Udin menunjukkan kalau dia merupakan anggota dewan dari partai nasionalis, PDI Perjuangan.

Dalam mengabdikan diri sebagai tokoh dan wakil rakyat, Udin tidak membeda-bedakan suku dan agama dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota dewan.

Sebagai warga masyarakat, dia juga bersikap yang sama, hingga dia dipercaya menjadi Ketua RW di Bengkong Palapa.

Bahkan, sejak terpilih menjadi anggota DPRD Batam, Udin sudah menambah beban tanggungjawabnya.

Ada beberapa Mesjid dan Gereja di Bengkong, yang mendapat bantuan rutin, setiap bulan, dari Udin.

Dia bahkan berencana menambah jumlah tempat ibadah yang akan mendapat bantuan rutin dari dia.

"Itu komitmen saya untuk setiap bulan, memberikan bantuan ke belasan rumah ibadah itu. Itu sudah berjalan sejak saya terpilih. Semacam iuran komitmen saya. Tekad saya memang, selama saya menjadi anggota dewan, harus bisa membangun dapil saya. Kalaupun tidak terpilih lagi, masyarakat sudah merasakan pembangunan yang saya perjuangkan," kata Udin.

Tidak dipungkiri, pembangunan di wilayah Bengkong, belakangan ini cukup pesat.

Pembangunan infrastruktur yang cukup maju terlihat diwilayah Bengkong Palapa dan sekitarnya.

Di antaranya, jalan-jalan hingga depan rumah warga kapling, posyandu, taman, tempat bermain warga hingga lapangan, tempat warga berkumpul.

"Kita mulai dari situ dulu. Tahun-tahun berikutnya, akan merambat ke daerah lain," katanya.

Atas langkah-langkah Udin di dunia politik, keagamaan dan sosial kemasyarakatan, keluarga besarnya memberikan dukungan penuh.

Termasuk istri, Holong R Br Saragi dan empat anaknya, Hany Z Florensia, Richa C Hayani, Hans C Andersen dan Dhiny E Juwita. 

"Istri dan anak-anak tidak pernah komplain dengan aktivitas, membantu masyarakat. Hanya anak-anak sering kangen untuk ditemani jalan," ujar pria yang doyan ke warung kopi ini.

Selain itu, Udin juga terkenal mencintai masakan rumahan atau masakan isterinya sendiri.

Membawa bekal setiap harinya menjadi kebiasaan baginya. Walaupun hanya singkong rebus misalnya.

"Saya malas makan keluar. Lebih sering bawa bekal begini bahkan lebih sehat. Walaupun hanya singkong rebus," tutur Udin sembari membuka bekalnya di lesehan depan ruangan Komisi V.

Udin duduk sebagai wakil rakyat ini sejak tahun 2009 hingga 2024 mendatang.

Tak heran dirinya bisa duduk selama 3 periode berturut-turut lantaran kedekatannya dengan masyarakat. (TRIBUNBATAM.id /Ian Sitanggang/ Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved