LINGGA TERKINI

Nelayan di Lingga Melaut, Tapi Masih Khawatir Gelombang Tinggi

Warga di pesisir Lingga mulai khawatir terkena terjangan gelombang tinggi. Namun nelayan sudah mulai melaut

Penulis: Febriyuanda | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUNBATAM/FEBRIYUANDA
Nelayan di Lingga sedang mengumpulkan hasil tangkapan 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Warga di pesisir Lingga mulai khawatir terkena terjangan gelombang tinggi.

Seperti terjadi Minggu (31/1/2021), fenomena pasang air laut mengakibatkan gelombang ketinggian sedang menghantam bibir pantai di wilayah pesisir.

Hal ini dikatakan oleh salah seorang warga Desa Persing, Kecamatan Singkep Pesisir, Husin (66) yang dapur rumahnya sempat roboh akibat pengkisan pasir pantai.

"Rumah saya dapurnya roboh kemarin, namun sekarang sudah dibetulkan. Ya gotong royong bersama warga, tetangga yang membantu," ucap Husin kepada TribunBatam.id, Minggu siang.

Namun, saat sedang ditemui saat itu, Husin sedang berada di Desa Lanjut, Singkep Pesisir yang tampak duduk di bangku dekat bibir pantai.

Baca juga: Lagi Naik Motor, Seorang Pengedar Narkoba di Lingga Ditangkap Polisi, Begini Kronologinya

Ia mengatakan, saat ini air laut pasang masih sedang dan tidak terlalu menjadi kekhawatiran bagi warga pesisir.

"Jam 2 subuh tadi pasang besarnya, rumah saya dihantam gelombang. Namun, Alhamdulillah tidak terlalu besar dibanding kemarin. Kemarin saja selain rumah, batu miring dipantai sampai hancur dihantam gelombang," jelasnya.

"Ini pohon kelapa di depan kita udah hilang satu, karena kemarin tumbang karena kikisan," sambungnya.

Dia menerangkan, rumah warga Desa Persing ada 51 rumah yang dibangun dibibir pantai, rata-rata saat itu rumah-rumah warga tersebut terkena dampak gelombang.

"Tapi para nelayan sudah bisa melaut sekira dua mencapai dua mingguan, angin tidak terlalu kuat," ucapnya.

Dari pantauan TribunBatam.id, tampak dari kejauhan Nelayan yang baru pulang melaut membawa hasil tangkapan.

Seorang penjual ikan, Umar (60) mengatakan, ia mendapatkan itu dari rekannya yang sudah seminggu baru turun kelaut.

"Ya saat ini masih bisa untuk nelayan melaut, namun kami was-was juga la dalam kondisi dilapangan," ungkap Umar saat dihampiri TribunBatam.id.

Sementara itu, Ketua RW 02 Desa Persing, Dilan mengatakan, saat ini warga mulai membenahi dapur rumahnya secara bergotong royong.

"Ada beberapa rumah warga yang masih rusak, namun disini kami para warga saling bantu la," ujarnya. (TribunBatam.id/Febriyuanda)

baca berita terbaru di google news

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved