Breaking News:

AHY Diminta Jangan Cengeng Terkait Isu Pengambilan Paksa Partai Demokrat Oleh Orang Dekat Jokowi

Marzukie Alie meminta AHY tidak cengeng terkait isu yang berkembang terkait pengambilan paksa partai Demokrat yang dilakukan oleh orang dekat

Editor: Eko Setiawan
KOMPAS
Marzuki Alie 

TRIBUNBATAM.id |PALEMBANG,-- Isu adanya orang dekat di Lingkunag Istana yang hendak mengambil Paksa Partai Demokrat menjadi isu panas di tingkat nasional saat ini.

Bagaimana tidak, isu pengambikan paksa tersbeut menyeret nama Presiden Indonesia Joko Widodo.

Selain itu, nama-nama orang dekat Jokowi juga disebut oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimukti Yudhoyono (AHY).

Tidak tinggal diam, AHY juga berkirim surat kepada Presiden Jokowi terkait isu yang berkembang.

Mantan petinggi DPP Partai Demokrat Marzuki Alie, membantah dirinya ikut dalam upaya menggoyang "kudeta" jabatan Ketua Umum (Ketum) partai Demokrat saat ini dari Agus Harimukti Yudhoyono (AHY), yang santer diberitakan sejumlah pihak.

Kisruh Tudingan Kudeta Partai Demokrat, Demokrat Kepri Pastikan Tetap Solid Dukung AHY. Foto Ketua DPD Demokrat Kepri Apri Sujadi saat sesi foto bersama dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto diambil sebelum pandemi Covid-19.
Kisruh Tudingan Kudeta Partai Demokrat, Demokrat Kepri Pastikan Tetap Solid Dukung AHY. Foto Ketua DPD Demokrat Kepri Apri Sujadi saat sesi foto bersama dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto diambil sebelum pandemi Covid-19. (TribunBatam.id/Istimewa)

Menurut mantan ketua DPR RI ini, dirinya saat ini sibuk dalam hal pendidikan yang ada, mengingat ada ribuan mahasiswa yang didiknya, dan ia tidak ambil pusing jika namanya dikait- kaitkan, karena sudah biasa. 

"Kalau disebut- sebut (nama Marzuki Alie) dari dulu disebut- sebut, karena seksi nama Marzuki Alie itu, kalau tidak ada nama Marzuki Alie gerakan itu kurang menarik. Jadi disebut nama Marzuki Alie, tapi biarkan saja," kata Marzuki Alie saat dihubungi Tribun Sumsel sedang berada di Surabaya, Selasa (2/2/2021).

"Kudeta itu mana, istilah kudeta didalam partai dan itu tidak adalah," capnya. 

Ia pun kembali menegaskan, jika dirinya tidak ingin lagi bergelut didunia partai politik, tapi pada dunia pendidikan selama ini.

Mengingat selama di dunia politik ia sudah meraih karir tertinggi sebagai ketua DPR RI.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved