Jumat, 8 Mei 2026

ROHANI KRISTEN

DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik, Rabu, 3 Fabruari 2021: 'Yesus Saja Pernah Ditolak'

Doa, Bacaan dan Renungan Harian Katolik, Rabu, 3 Fabruari 2021 mengingatkan kita akan pengalaman ditolak karena Tuhan.

Tayang:
Penulis: Thom Limahekin | Editor: Thom Limahekin
ISTIMEWA
ILUSTRASI - Yesus Kristus 

Editor: Thomm Limahekin

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Doa, Bacaan dan Renungan Harian Katolik, Rabu, 3 Fabruari 2021 mengingatkan kita akan pengalaman ditolak karena Tuhan.

Surat kepada Orang Ibrani menyadarkan umat beriman bahwa mewartakan buah kebenaran Tuhan tidak selamanya mendatangkan sukacita.

Namun, pemazmur sudah mengingatkan kita agar selalu setiap dan takwa kepada Allah karena kasih setia-Nya selalu menanti.

Setia kepada Tuhan berarti siap sedia mengikuti Dia dalam kondisi apa pun.

Tetapi, ada godaan sudah menanti di depan mata. Ikuti Tuhan juga berarti siap-siap ditolak karena nama-Nya.

Sebab, Yesus yang adalah guru kita sudah mengalami hal itu terlebih dahulu. 

Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik, Senin, 1 Februari 2021: Kebenaran, Yesus vs Legion

ILUSTRASI - Yesus dipersembahkan oleh Santu Yosef dan Santa Maria di Bait Allah 3.
ILUSTRASI - Yesus dipersembahkan oleh Santu Yosef dan Santa Maria di Bait Allah 3. (ISTIMEWA)

Bacaan Pertama: Ibrani Bab 3: ayat 1 – ayat 4

Pembacaan dari Surat kepada Orang Ibrani:

Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.

Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak:

“Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;

karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”

Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?

Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita.

Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.

Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah,

agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Syukur kepada Allah.

Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik, Kamis, 28 Januari 2021: Yesus Pelita Hatimu

ILUSTRASI - Yesus dipersembahkan oleh Santu Yosef dan Santa Maria di Bait Allah 2.
ILUSTRASI - Yesus dipersembahkan oleh Santu Yosef dan Santa Maria di Bait Allah 2. (ISTIMEWA)

Mazmur Tanggapan: Mazmur 103:1-2.13-14.17-18a

Kekal abadilah kasih setia Tuhan atas orang yang takwa.

Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.

Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya

Bait Pengantar Injil: Yohanes Bab 10: ayat 27

Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, Sabda Tuhan.  Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti aku

Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik, Sabtu, 23 Januari 2021: Hatimu Rumah Bagi Yesus

ILUSTRASI - Yesus menggendong seorang anak kecil.
ILUSTRASI - Yesus menggendong seorang anak kecil. (ISTIMEWA)

Bacaan Injil: Markus Bab 6: ayat 1 – ayat 6

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:

Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.

Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata:

“Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya?

Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?

Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon?

Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.

Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.”

Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.

Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. (6-6b) Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

Demikianlah Injil Tuhan.

Terpujilah Kristus.

Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Katolik Kamis 17 Desember 2020, Silsilah Yesus Kristus

ILUSTRASI - Yesus menyembuhkan seorang kusta yang meminta agar dia disembuhkan dari penyakitnya.
ILUSTRASI - Yesus menyembuhkan seorang kusta yang meminta agar dia disembuhkan dari penyakitnya. (ISTIMEWA)

Renungan

“Yesus Saja Pernah Ditolak”

Penolakan itu selalu menyakitkan. Ada rasa yang lebih menyesakkan hati ketika penolakan itu muncul dari orang terdekat.

Penolakan secara sederhana bisa dianggap sebagai sikap tidak suka, hambar rasa cinta atau hilang kasih sayang.

Bagaimana rasanya ditolak bahkan oleh orang terdekat pernah dialami oleh Yesus sendiri ketika datang ke tempat asal-Nya.

Yesus ditolak karena orang-orang terdekat-Nya tidak terima kalau Dia mengajarkan banyak orang dan mereka justru mengikuti-Nya.

Kadang-kadang kita memang tidak mau menerima kelebihan seseorang, apalagi status sosial orang lain ini berada di bawah kita.

Sikap menolak adalah cara esktrem yang kerap dilakukan untuk menjauhkan orang yang lebih dari kita agar kelebihannya tidak lalu melahirkan pujian.

Karena itu, ikuti teladan hidup Yesus artinya siap-siap ditolak bahkan oleh orang-orang terdekat kita sekalipun.

Pertanyaannya, apakah penolakan itu justru membuat kita semakin dekat dengan Yesus atau justru memicu kita untuk menolak Yesus?

Semoga dekat dengan Yesus selalu jadi pilihan utama ketika banyak orang menolakmu. Amin.

Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Katolik, Minggu 22 November 2020, Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam

LUKISAN - Yesus Kristus
LUKISAN - Yesus Kristus (ISTIMEWA)

Doa

Tuhan Yesus, Engkau pernah mengalami pengalaman ketika ditolak oleh saudara-saudari-Mu sendiri.

Bantulah kami agar senantiasa bertahan dan dekat dengan-Mu ketika kami ditolak oleh banyak orang karena berani menyampaikan kebenaran.

Sebab, Engkaulah kekuatan dan benteng hidup kami, yang hidup dan berkuasa bersama Allah Bapa dan Allah Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin. (TRIBUNBATAM.id/Thomm Limahekin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved