Kamis, 28 Mei 2026

Suara Dentuman di Malang Mirip Letusan Meriam, Pernah Terjadi di Jakarta hingga Batam

Suara dentuman di Malang terjadi Rabu (3/2/2021) dini hari. Beberapa saat lalu, kejadian mirip suara dentuman di Malang sempat terjadi di Batam

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK
ilustrasi suara dentuman di Malang, pernah terjadi di Jakarta dan Batam 

TRIBUNBATAM.id - Fenomena suara dentuman di Malang terjadi Rabu (3/2/2021) dini hari. Beberapa saat lalu, kejadian mirip suara dentuman di Malang sempat terjadi di beberapa kota termasuk Batam.

Belum jelas darimana sumber suara dentuman di Malang, Rabu (3/2/2021) dini hari.

Begitu juga misteri suara dentuman di Batam beberapa periode lalu juga belum terpecahkan.

Warganet pun ramai-ramai melaporkan suara dentuman yang dirasakan di daerah Malang dan sekitarnya tersebut.

Akun Twitter BPBD Kota Malang sempat mencuit perihal dentuman itu sekitar pukul 23.32 WIB.

Warganet yang mendengar dentuman itu juga membagi pengalamannya di lini masa.

Kompas.com juga mendengar dentuman yang serupa letusan meriam tersebut.

Suara itu terdengar sekitar pukul 00.00 WIB hingga 01.30 WIB.

Suara itu terdengar dengan tempo yang lambat.

Sekali berbunyi, berhenti, lalu berbunyi lagi dengan tempo yang hampir sama.

Terkadang terdengar dua kali suara dentuman yang hampir bersamaan.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Karangkates, Kabupaten Malang, Ma’muri mengatakan, pihaknya tidak mendeteksi adanya aktivitas gerakan bumi atau petir terkait dentuman itu.

Ia memperkirakan suara dentuman itu tak berasal dari dua aktivitas tersebut.

"Sejauh ini rekaman tentang gempa bumi, rekaman seismik kami memang tidak ada anomali dari kemarin. Kalau dibilang dari getaran tanah, nggak juga. Karena rekaman sensor kami tidak mencatat," kata Ma'muri saat dihubungi, Rabu.

Penjelasan Lapan

Diketahui, munculnya suara dentuman misterius dapat disebabkan karena sejumlah hal, salah satunya diduga dari adanya benda langit yang jatuh atau melintas di dekat Bumi.

Kendati demikian, peneliti di Pussainsa Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) Andi Pangerang, menegaskan sejauh ini tidak ada catatan asteroid yang tiba pada Rabu (3/2/2021) tengah malam.

Hal itu diketahui, setelah pihaknya melakukan pengecekan dengan menggunakan NEO Earth Close Approaches dengan alamat https://cneos.jpl.nasa.gov/ca/ selama 2-3 hari terakhir.

"Belum ada," katanya pada Kompas.com, Rabu (3/2/2021).

Andi juga menjelaskan bahwa terdapat dua asteroid yang melintas dekat dengan bumi, tetapi waktu tiba di Bumi bukan tengah malam tadi.

"Kalau dari database Close-Approached Center of Near Earth Object Studies (CNEOS) NASA, asteroid yang melintas dekat dengan bumi dengan jarak kurang dari 1 jb (jarak bulan) hanyalah asteroid 2020 SO," kata dia.

Lanjutnya, asteroid 2020 SO memiliki jarak kurang lebih 225.900 km dan bergerak dengan kecepatan 36.864 km/jam.

Koordinasi dengan BMKG

Selain asteroid 2020 SO, ada juga asteroid 2020 TB12 yang melintas dekat bumi pada 1 Februari pukul 12.51 WIB.

Dia mengatakan jaraknya 6,75 jb atau 2.594.000 km.

Ukuran asteroid ini jauh lebih besar, yakni sekitar 110-240 meter.

"Kalau kelajuannya 32.000 km/jam, seharusnya tiba 81 jam lagi, atau 3 hari 9 jam," tuturnya.

Untuk memastikan penyebab dentuman yang terjadi di Malang dan sekitarnya, pihaknya perlu berkoordinasi dengan BMKG.

"Harus dikonfirmasi dulu dengan radar meteornya BMKG. Untuk radar meteor, biasanya berkoordinasi dengan balai BMKG," kata Andi.

Lebih lanjut, Andi mengatakan ada beberapa hal yang diduga menjadi penyebab munculnya suara dentuman, mulai dari adanya benda jatuh dari langit hingga sonic boom.

"Jadi belum bisa dipastikan, tapi ya dugaan ke arah sana (asteroid yang jatuh ke Bumi), selain kemungkinan yang lain seperti seperti sonic boom (dentuman sonic) dari armada angkatan udara yang sedang latihan, dan lain sebagainya," imbuh dia.

Pernah Terdengar di Beberapa Kota

Fenomena suara dentuman di Malang ternyata pernah terjadi di beberapa kota, termasuk Batam.

Suara dentuman keras sebanyak dua kali kembali terjadi di Batam pada Sabtu (19/8/2018) pagi.

Kali ini, warga kawasan Sekupang dikagetkan dengan suara misterius tersebut.

Selain di Sekupang, ternyata dentuman ini juga terdengar oleh warga di wilayah lain seperti Tiban, Marina dan juga Batu Ampar.

Dentuman sebanyak dua kali tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.

"Saya juga mendengar ada dua kali dentuman tadi. Dua-duanya besar dan kaca sedikit bergetar," sebut Danu warga Sekupang, Sabtu (18/8/2018) siang.

Hal yang sama juga dikatakan oleh warga Tiban.

Menurut mereka bunyi dentuman itu sama dengan suara yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Beberapa waktu lalu juga sama. Suaranya seperti ini juga. Tetapi nggak tau apa penyebabnya," sebut Irfan.

Suara dentuman aneh ini memang sering terjadi di Batam.

Informasi yang berhasil tribunbatam.id rangkum, tercatat dalam kurun waktu sembilan bulan telah terjadi 4 hingga 5 kali dentuman disertai getaran misterius di Batam.

Data yang berhasil dikumpulkan TRIBUNBATAM.id, dentuman dan getaran misterius pertama terjadi pada 26 Desember 2017 silam.

Pada Selasa (26/12/2017), warga Batam dikejutkan dengan suara aneh mirip dentuman disertai getaran, yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.

Bahkan warga saat itu mengira sumber dentuman dan getaran berasal dari gempa. Atas peristiwa itu menjadi perbincangan hangat di grup-grup Whatsapp.

Saat itu pihak BMKG melalui Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, Suratman mengaku berdasarkan hasil analisa peralatan BMKG di Tanjungpinang bahwa tidak tercatat adanya getaran atau seismik.

Kemudian dentuman dan getaran misterius kedua terjadi pada awal tahun 2018, tepatnya pada 29 Januari 2018 lalu, dentuman yang disertai getaran terjadi pada siang hari sekitar pukul 11.30 WIB.

Saat dikonfirmasi Tribun Batam pasca-kejadian, Kepala Seksi Data Informasi BMKG, Sutarman mengatakan, memang banyak yang menanyakan hal ini kepada pihaknya.

Namun, sampai saat itu alat BMKG belum bisa menditeksi dari mana asal suara dentuman dan getaran tersebut.

Sutarman menambahkan, pihak BMKG tidak bisa berandai-andai dengan dan memprediksi apa sebenar nya yang terjadi.

"Kami juga sudah tanya pihak Polda. Mereka juga mengatakan belum tahu," tegasnya.

Dentuman kembali pada Selasa (10/7/2018). Dentuman dan getaran misterius yang terjadi untuk ketiga kalinya ini terjadi sekitar pukul 14.46 WIB.

Menurut pengakuan warga dentuman dan getaran kali ini lebih besar dari dentuman yang terjadi sebelumnya.

Bahkan dentuman dan getaran terasa hingga pulau yang berdekatan langsung dengan Batam, yakni Bintan dan Belakang Padang.

Namun pihak terkait juga tidak bisa menyebutkan sumber atau asal dentuman yang disertai getaran tersebut.

BMKG ketika dikonfirmasi, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa sensor seismograf yang berada di Tanjung Pandan mencatat getaran tersebut.

Tetapi sinyal seismiknya terdapat banyak noise sehingga agak sulit memastikan sumber getaran. BMKG juga tidak bisa memastikan sumber getaran apakah bersumber dari gempa, ledakan, atau sumber lain.

"Kita juga tidak dapat menentukan lokasi titik sumbernya karena hanya 1 sensor seismik yang mencatat," kata Daryono Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG.

Terakhir dentuman terjadi pada Sabtu (18/8/2018) pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Dentuman yang dirasakan warga Sekupang, Marina hingga Batuampar ini membuat warga heboh. Terlebih menurut penuturan warga, dentuman kali ini terjadi hingga 2-5 kali dentuman.

"Saya juga mendengar ada dua kali dentuman tadi. Dua-duanya besar dan kaca sedikit bergetar," sebut Danu warga Sekupang, Sabtu (18/8/2018) siang.

Atas terjadinya dentuman pada Sabtu (18/8/2018) pagi, sejauh ini pihak terkait belum bisa menerangkan apa penyebab dentuman miterius tersebut terjadi di Batam

Penyebab dentuman misterius di Jakarta hingga kini belum ditemukan. 

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Daryono menegaskan, dentuman yang terdengar di Jakarta pada Minggu (20/9/2020) malam tidak disebabkan oleh aktivitas gempa tektonik.

Sebenarnya dentuman misterius di Jakarta pernah terjadi di beberapa kota termasuk di Batam.

Lagi-lagi belum ada penjelasan mengenai asal muasal dentuman terjadi.

"Hasil monitoring BMKG menggunakan sensor gempa yang terpasang dekat Jakarta, yaitu di Citeko, Bogor dan Pondok Aren, Tangerang Selatan, menunjukkan bahwa tidak ada catatan aktivitas gempa yang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB," terang Daryono dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com.

Kendati demikian, BMKG mencatat ada beberaa aktivitas petir dalam rentang waktu terdengarnya suara dentuman yang dilaporkan oleh warga.

Berdasar hasil monitoring petir BMKG menggunakan peralatan lightning detector menunjukkan beberapa aktivitas petir di sekitar Gunung Salak, Bogor antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

"Aktivitas petir tadi malam hanya ada di sekitar Gunung Salak, tidak ada di kawasan lain," kata Taufan Maulana, Kabag Humas BMKG kepada Kompas.com, Senin (21/9/2020).

Ada empat kejadian terpisah, dengan dua di antaranya juga terjadi di Jakarta.

Berikut paparannya:

1. Dentuman misterius di Jakarta, 11 April 2020

Sebelum kemarin malam, ternyata suara dentuman misterius juga sudah pernah terjadi di Jakarta dan sekitarnya pada tahun ini.

Warga Jakarta, Depok, dan Bogor mendengar bunyi dentuman yang terdengar berulang kali sekitar pukul 02.00 WIB hingga 03.00 WIB, Sabtu (11/4/2020).

Suara dentuman misterius pada saat itu juga menimbulkan banyak sekali dugaan sumber atau asal dentuman, di antaranya adalah gempa bumi tektonik, peristiwa longsor, skyquake, aktivitas petir dan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Namun, Daryono pada saat itu juga menjelaskan dugaan-dugaan di atas tidak memiliki basis data yang sesuai dengan laporan kejadian yang dirasakan oleh warga.

2. Dentuman misterius di Jawa Tengah, 11 Mei 2020

Suara dentuman misterius yang cukup kuat di tahun 2020 juga pernah terjadi di Jawa Tengah, Senin (11/5/2020).

Peristiwa dentuman miserius itu terjadi dini hari tepatnya antara pukul 00.45 WIB hingga 01.15 WIB.

Awalnya warga setempat menduga dentuman itu berasal dari gerakan di perut bumi melalui aktivitas gempa bumi.

Namun, berdasarkan hasil monitoring dan pengecekan terhadap gelombang seismik dari seluruh sensor gempa BMKG yang tersebar di Jawa Tengah, ternyata tidak ada catatan aktivitas gempa yang terjadi.

3. Dentuman misterius di Bandung, 21 Mei 2020

Suara dentuman misterius pernah dilaporkan terdengar oleh masyarakat Bandung dan sekitarnya pada pukul 08.30 hingga 09.30 WIB, Kamis (21/5/2020).

Suara dentuman itu dianggap misterius karena berbagai instansi terkait juga tidak mengetahui secara pasti dari mana sumbernya berasal.

BMKG secara tegas menyampaikan, tidak ada aktivitas gempa bumi yang signifikan dan cuaca dalam kondisi cerah di Bandung dan sekitarnya sejak pagi hari hingga pukul 10.00 WIB pada hari itu.

"Berdasarkan data Pengamatan Magnet Bumi Fluxgate Magnetometer di Pos Obs BMKG Palabuhanratu, (21/5/2020), tidak terdapat anomali yang signifikan saat suara dentuman tadi pagi. Masih misteri," tulis Daryono di akun Twitter-nya, seperti dikutip dari Kompas.com (21/5/2020).

4. Dentuman misterius di Sumsel

 Sejak Sabtu (24/12/2018) kemarin, warga Sumatera Selatan Selatan dihebohkan dengan suara dentuman keras yang terjadi di beberapa wilayah kabupaten/kota.

Kabar itu mulai heboh setelah video tersebut menyebar di berbagai media sosial hingga akhirnya menjadi perbincangan hangat para warganet. 

Bahkan berbagai spekulasi pun mulai muncul menanggapi misteri suara tersebut, mulai dari dihubungkannya dengan aktivitas anak Gunung Krakatau hingga adanya latihan tempur dari jajaran TNI di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Stasiun Kenten Palembang menyatakan, dari pantuan Citra Radar dan Satelit Cuaca pada Sabtu (24/12/2018) kemarin,  tidak ada indikasi parameter cuaca yang menyebabkan suara di Kabupaten OKU.

"Terkait suara yang terdengar di langit di sebagian wilayah Sumsel pada malam hari 24 Desember 2018. Analisis sementara, tercatat dari pantauan citra Radar dan Satelit Cuaca di Stasiun Meteorologi SMB II Palembang tidak ada indikasi parameter cuaca yang menyebabkan suara tersebut. Demikian informasi dari kami," kata Nandang, kepala Seksi (Kasi) Observasi dan Informasi BMKG Kenten Palembang, saat dikonfirmasi, Selasa (25/12/2018).

Terkait isu soal keterkaitan suara tersebut dengan aktivitas Gunung Krakatau, Nandang tak bisa memberikan keterangan secara terperinci, lantaran membutuhkan pembuktian ilmiah.

"Bila terkait pergerakan vulkanologi dan cincin api Asia, yang lebih berkompeten menyampaikan adalah Badan Geologi atau PVMBG, dan bila ada kaitannya dengan anak Krakatau tersebut perlu narasi dari pembuktian ilmiah," ujarnya.

5. Dentuman misterius di Batam, 26 Desember 2017

Dentuman misterius pernah terjadi beberapa kali pada tahun 2017 di bagian timur Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), dan membuat warga sekitar khawatir.

Kejadian dentuman misterius itu mulai dirasakan sekitar pukul 08.30 WIB dan kemudian kembali muncul sekitar pukul 12.20 WIB, Selasa (26/12/2017).

Kendati tidak ada korban jiwa dan kerusakan yang ditimbulkan akibat kejadian aneh itu, asal dentuman misterius tersebut masih membuat masyarakat khawatir karena diduga mirip dengan gempa bumi yang bisa menggoyangkan rumah.

Namun, ternyata berdasarkan hasil analisis peralatan sensor BMKG di Tanjungpinang, Kepri, tidak tercatat adanya getaran atau seismik.

Dengan kata lain, suara dentuman misterius yang terjadi itu bukan bersumber dari gempa tektonik di Batam dan sekitarnya.(*)

baca berita terbaru lainnya di google news

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved