Breaking News:

Daging Ayam Ras dan Cabai Rawit Dorong Kenaikan Inflasi di Batam, Ini Kata Kepala BPS

Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto mengatakan,inflasi pada Januari 2021 didorong naiknya lima kelompok.Di antaranya makanan,termasuklah daging ayam ras

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/LEO HALAWA
Daging Ayam Ras dan Cabai Rawit Dorong Kenaikan Inflasi di Batam. Foto Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, Rahmad Iswanto, beberapa waktu lalu 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi di Batam pada Januari 2021 sebesar 0,68 persen.

Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi bulan Desember 2020 yang sebesar 1,05 persen. Bila dihitung tahun ke tahun Januari 2021 terhadap Januari 2020, sebesar 1,65 persen.

Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto mengatakan, inflasi pada Januari 2021 didorong oleh naiknya lima kelompok.

Di antaranya, kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran, kelompok perawatan pribadi jasa, kelompok pakaian dan alas kaki, serta kelompok perlengkapan, peralatan pemeliharaan rutin rumah tangga.

Sebaliknya, dua kelompok lain mengalami penurunan yakni kelompok tranportasi dan kesehatan. Sedangkan 4 kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks harga.

Tiket Pesawat dan Cabai Sumbang Inflasi 1,04 Persen di Kepri Selama Desember 2020

Kepulauan Riau dan DKI Jakarta, Mana Biaya Hidup Paling Mahal? Berikut Fakta BPS 2020

"Dari 370 komoditas yang menyusun inflasi Kota Batam, 104 mengalami kenaikan harga sementara 56 komoditas lain mengalami penurunan harga," kata Rahmad, Kamis (4/3/2021).

Ditambahkannya, dari kelompok makanan, minuman dan tembakau, empat sub kelompok penyumbang atau memberikan andil inflasi tertinggi adalah daging ayam ras, cabai rawit, beras dan bayam.

"Daging ayam ras dan cabai rawit penyumbang tertinggi terhadap inflasi," ujar Rahmad Iswanto.

Dari 24 kota IHK di Sumatera, tercatat seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,17 persen dan inflasi terendah di Padang sebesar 0,10 persen.

Sedangkan Batam dan Tanjungpinang masing-masing menduduki peringkat ke-11 dan ke-12 dari 24 kota yang mengalami inflasi di Sumatera.

Selanjutnya bila dilihat dari 90 kota IHK, tercatat 75 kota mengalami inflasi dan 15 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju sebesar 1,43 persen dan inflasi terendah terjadi di Ambon dan Balikpapan sebesar 0,02 persen.

(Tribunbatam.id/bereslumbantobing)

Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved