Breaking News:

BATAM TERKINI

Kapolresta Barelang Luncurkan Program Kampung Tangguh Barelang di Pulau Amat Belanda

Polresta Barelang meluncurkan program Kampung Tangguh nelayan rumput laut di Pulau Amat Belanda Kecamatan Belakang Padang, Sabtu (6/2/2021).

ISTIMEWA
Polresta Barelang meluncurkan program Kampung Tangguh nelayan rumput laut di Pulau Amat Belanda Kecamatan Belakang Padang, Sabtu (6/2/2021). Kegiatan ini dihadiri Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur SIK, Dandim 0316 Batam Dandim 0316/Batam, Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan, Walikota Batam H. Muhammad Rudi SE, MM, dan Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polresta Barelang meluncurkan program Kampung Tangguh nelayan rumput laut di pulau Amat Belanda Kecamatan Belakang Padang, Sabtu (6/2/2021).

Kegiatan ini dihadiri Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur SIK, Dandim 0316 Batam Dandim 0316/ Batam, Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan, Walikota Batam H Muhammad Rudi SE MM dan Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam.

Program ini merupakan launching Kampung Tangguh ke-9 di Kota Batam dan Pulau Amat Belanda Kec. Belakang Padang dipilih sebagai Kampung Tangguh Nelayan Rumput Laut. 

Diketahui Pulau Amat Belanda ini pernah ditinggalkan warganya selama 5 tahun dikarenakan masyarakat Amat Belanda tidak mempunyai penghasilan.

Namun saat ini meski situasi pandemi Covid-19, namun pembuatan tangguh tetap dibuat agar masyarakat memiliki penghasilan yang cukup.

Edi mulyono perwakilan masyarakat Pulau Amat Belanda mengatakan, ia bekerja sebagai nelayan rumput laut, di mana dengan adanya rumput laut ini, kebutuhan masyarakat setempat bisa terpenuhi.

"Semoga dengan program ini bisa menjadi suatu pekerjaan buat kami agar bisa memenuhi kebutuhan sehari hari kami, kami berterimakasih kepada Polsek Belakang Padang yang terus membimbing kami serta memberikan arahan dan pengetahuan akan bahaya covid-19," ujar Edi.

Tagih Janji Pembayaran Gaji, THR dan Pesangon, Mantan Pegawai Segel Hotel Nagoya Plaza Batam

Kapolresta Barelang Polda Kepri Kombes Pol Yos Guntur SIK mengucapkan terimakasih atas sambutan yang diberikan masyarakat pulau amat belanda dimana sesuai dengan informasi dari gugus tugas Covid-19 kota Batam bahwa pulau Amat Belanda ini merupakan zona hijau untuk covid-19. 

30 tahun yang lalu Pulau Amat Belanda ini merupakan pulau yang ramai di tempati akan tetapi 15 tahun kebelakangan pulau ini mulai di tinggali masyakatnya karena tidak ada penghasilan di pulau tersebut.

 "Saya mengapresiasi kinerja uspika Belakang Padang yang luar biasa mampu membuat hal yang luar biasa ini, awalnya rumput laut di anggap tidak berguna namun saat ini menjadi salah satu  sumber penghasilan yang dapat membuat naiknya perekonomian masyarakat Amat Belanda," papar Yos Guntur.

Program kampung Tangguh ini merupakan program pemerintah melalui program prioritas Kapolri berbasis penanggulangan Covid-19 pada level mikro sehingga masyarakat bisa memanfaatkan untuk meringankan beban ekonomi serta membangkitkan ekonomi masyarakat khususnya di pulau Amat Belanda. ( TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng)

*Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved