Breaking News:

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Kampung Tangguh Kembali Diluncurkan di Pulau Amat Belanda

Program ini merupakan launching Kampung Tangguh ke-9 di Kota Batam dan Pulau Amat Belanda Kec. Belakang Padang dipilih sebagai Kampung Tangguh

TRIBUN BATAM / Ronnye Lodo Laleng
Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur menyerahkan bingkisan kepada masyarakat usai laksanakan launching program Kampung Tangguh nelayan rumput laut di pulau Amat Belanda Kec. Belakang Padang, Sabtu (6/2/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polresta Barelang gelar launching atau peluncuran program 'Kampung Tangguh nelayan rumput laut di pulau Amat Belanda' Kec. Belakang Padang, Sabtu (6/2/2021).

Kegiatan ini di hadiri oleh Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur SIK, Dandim 0316 Batam Dandim 0316/Batam, Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan, Walikota Batam Muhammad Rudi, dan Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam.

Optimis Juara, Tim Sepak Bola Batam Waspadai Bintan di Piala Gubernur 2020

Program ini merupakan launching Kampung Tangguh ke-9 di Kota Batam dan Pulau Amat Belanda Kec. Belakang Padang dipilih sebagai Kampung Tangguh Nelayan Rumput Laut

Diketahui Pulau Amat Belanda ini pernah di tinggalkan warganya selama 5 tahun di karenakan masyarakat Amat Belanda tidak mempunyai penghasilan. Namun saat ini meski situasi pandemi Covid-19 namun pembuatan tangguh tetap dibuat agar masyarakat memiliki penghasilan yang cukup.

Berita Populer Kepri, Akun Facebook Romo Budi Dibajak hingga Lagi, Warga Batam Temukan Mayat

Edi mulyono perwakilan masyarakat pulau amat belanda mengatakan, ia bekerja sebagai nelayan rumput laut, dimana dengan adanya rumput laut ini, kebutuhan masyarakat setempat bisa terpenuhi.

"Semoga dengan program ini bisa menjadi suatu pekerjaan buat kami agar bisa memenuhi kebutuhan sehari hari kami, kami berterima kasih kepada Polsek Belakang Padang yang terus membimbing kami serta memberikan arahan dan pengetahuan akan bahaya covid-19," ujar Edi.

Kapolresta Barelang Polda Kepri Kombes Pol Yos Guntur SIK mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan masyarakat pulau amat belanda. Sesuai dengan informasi dari gugus tugas Covid-19 kota Batam bahwa pulau Amat Belanda ini merupakan zona hijau untuk covid-19. 

30 tahun yang lalu pulau Amat Belanda ini merupakan pulau yang ramai di tempati. Akan tetapi 15 tahun ke belakangan pulau ini mulai di tinggal masyakatnya karena tidak ada penghasilan di pulau tersebut.

KEJAR Pajak, Pemko Batam Bakal Pasang 300 Unit Tapping Box di Tempat Hiburan hingga Restoran

 "Saya mengapresiasi kinerja uspika Belakang Padang yang luar biasa mampu membuat hal yang luar biasa ini. Awalnya rumput laut di anggap tidak berguna namun saat ini menjadi salah satu  sumber penghasilan yang dapat membuat naiknya perekonomian masyarakat Amat Belanda," papar Yos Guntur.

Program kampung Tangguh ini merupakan program pemerintah. Melalui program prioritas Kapolri berbasis penanggulangan Covid-19 pada level mikro.

Sehingga masyarakat bisa memanfaatkan untuk meringankan beban ekonomi serta membangkitkan ekonomi masyarakat khususnya di pulau Amat Belanda. (TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng)

BACA JUGA BERITA TERBARU TRIBUNBATAM.id di GOOGLE NEWS, klik di sini

Editor: Filemon Halawa
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved