Kamis, 28 Mei 2026

2 Ekor Harimau Lepas dari Kebun Binatang Singkawang Kalbar Berhasil Ditangkap, Pawang Tewas Diterkam

Harimau bernama Eka terpaksa ditembak dengan peluru tajam, karena penembakan dengan pembiusan tidak mempan dan membahayakan petugas

Tayang:
Editor: Mairi Nandarson
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Destriadi Yunas Jumasani
Satu di antara sejumlah harimau di Sinka Zoo, Kebun Binatang di Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar). 

SINGKAWANG, TRIBUNBATAM.id - Dua ekor harimau di Kebun Binatang Singkawang, Kalimantan Barat lepas dari kandang.

Dua ekor harimau yang lepas itu adalah harimau yang diberi nama Eka ( 2 tahun) dan Tora (1,6 tahun).

Kedua harimau itu lepas dari kandangnya di Sinka Zoo Singkawang pada Jumat (5/2/2021) sore waktu setempat.

Harimau ini sempat menyerang dan membuat seorang pawang kebun binatang tewas.

Setelah satu hari, dua ekor harimau yang lepas berhasil ditemukan Sabtu (6/2/2021). 

.

Warga Myanmar Mulai Berani, Gelar Demo Besar-besar Tolak Kudeta Militer: Bebaskan Aung San Suu Kyi!

AC Milan vs Crotone Pukul 21.00 WIB, Hakan Calhanoglu Main, Ibrahimovic Cetak Gol Lagi?

Proses penangkapan dua ekor harimau yang lepas di Sinka Zoo Singkawang itu berlangsung dramatis.

Harimau bernama Eka terpaksa ditembak dengan peluru tajam, karena penembakan dengan pembiusan tidak mempan dan membahayakan petugas. 

Sedangkan, Tora berhasil ditangkap petugas gabungan, Sabtu sore sekitar pukul 17.30 WIB.

Kedua harimau itu ditemukan setelah sehari penuh dalam pencarian.

Tora berhasil dilumpuhkan dengan obat bius yang ditembakkan ke tubuhnya.

Usai tertembak dengan peluru bius, petugas harus menunggu kurang lebih 20 menit sembari memantau pergerakan Tora, hingga Tora benar-benar pingsan.

Tora yang sudah dalam keadaan pingsan kemudian dimasukkan ke dalam jaring oleh petugas untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Proses pencarian memang dilakukan yang melibatkan petugas gabungan seperti TNI, Polri serta BKSDA Provinsi Kalbar dan BKSDA Singkawang.

Bahkan, petugas mengerahkan drone untuk memantau dan mencari keberadaan Tora dari atas. 

Ditembak Mati

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta menyampaikan, tim gabungan memang terpaksa melumpuhkan satu ekor harimau dengan peluru tajam karena membahayakan personel di lapangan .

Sebelum dilumpuhkan menggunakan peluru tajam, diungkapkan Sadtata bahwa harimau itu sudah ditembak dengan peluru bius.

Namun, karena insting liar berburu dari harimau itu sudah bangkit maka peluru bius tidak mempan.

'"Jadi, satwa (harimau) yang satunya tadi pagi, terpaksa ditembak dengan peluru tajam, perilakunya sudah muncul sifat liarnya."

"Posisinya sudah mengancam keselamatan personel di lapangan, setelah ditembak dengan obat bius tidak mempan,” ungkap Sadtata kepada Tribun Pontianak, Sabtu (6/2/2021).

“Harimau itu juga sudah memangsa koleksi satwa yang lain, dan sudah tahu caranya berburu, karena itu dilakukan eksekusi," ungkapnya.

Ia menjelaskan, proses eksekusi yang dilakukan sudah berjalan sesuai prosedur.

"Kita tetap mengutamakan keselamatan jiwa manusia, keselamatan manusia nomor satu."

"Bila kita bertemu satwanya, akan kita usahakan dengan pembiusan."

"Namun, bila tidak memungkinkan, tidak dapat dilakukan dan membahayakan masyarakat atau tim maka akan kita akan eksekusi, seperti itu prosedurnya," tuturnya.

Terkait tubuh harimau yang telah dieksekusi, dikatakan Sadtata, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak.

Lebih lanjut, Kapolresta Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo menyampaikan, proses penangkapan dua ekor harimau lepas mengedepankan proses pembiusan.

Namun, ketika pembiusan tidak berdampak maksimal, dan keselamatan anggota di lapangan membahayakan, maka penindakan pun akan di lakukan dengan terukur.

"Kami pada prinsipnya tetap mengedepankan proses pembiusan untuk melumpuhkan harimau tersebut."

"Namun ketika sudah tidak mampu atau membahayakan, maka dilakukan penindakan," jelasnya.

Pawang Sempat Tak Beranjak

Pawang harimau Sinka Zoo, Agus Alfian menceritakan, dirinya yang pertama melihat jenazah temannya yang diterkam harimau.

"Yang pertama lihat jenazah itu saya, jenazah itu dia telungkup di jembatan gertak."

"Di sekitar itu ada bercak-bercak darah, dan dari situ saya lihat ada yang diserang."

"Tapi posisinya ini arahnya berlawanan dari lokasi jebolnya (kandang-red)."

"Jebolnya sebelah sini, dia (harimau-red) larinya sebalah sana," ujarnya, Sabtu 6 Februari 2021.

Ia mengungkapkan, harimau di kebun binatang itu seluruhnya berjumlah 9 ekor.

Mereka terdiri dari lima ekor jantan dan empat ekor betina.

Lepasnya 2 ekor harimau itu, ia mengaku sangat resah dan turut bertanggung jawab karena dirinyalah sehari-hari mengurus harimau tersebut.

Ia menegaskan, tidak akan beranjak dari lokasi hingga kedua harimau yang lepas dapat ditangkap oleh petugas.

"Saya sangat resah harimau ini belum di tangkap, karena itu peliharaan saya, tanggung jawab saya, kalau belum tertangkap, saya belum bisa apa-apa”.

“Kalau belum bisa ditangkap itu sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar sini."

"Saya akan tetap di sini sampai si Tora ini tertangkap," ungkapnya. 

Pawang Tewas diterkam 

Seorang pekerja di Sinka Zoo tewas diterkam harimau milik Kebun Binatang Sinka Zoo lepas dari kandangnya, Jumat 5 Februari 2021.

Peristiwa itu terjadi Jumat siang, setelah dua harimau lepas dari kandangnya.

Lepasnya harimau milik Sinka Zoo terebut dibenarkan Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang, Suparto.

Dia mengatakan, dirinya sudah dihubungi pihak Zinka Zoo terkait lepasnya dua ekor harimau tersebut.

"Dari pihak Sinka Zoo tadi sore sudah menghubungi kami sekitar pukul 04.30 WIB," kata Suparto.

Mendapati hal tersebut, pihaknya kemudian langsung menghubungi BKSDA Pontianak untuk berkoordinasi terkait kejadian ini.

Sedangkan kronologis kejadian lepasnya dua ekor harimau tersebut, masih belum pihaknya ketahui.

Namun dirinya sudah memerintahkan jajarannya untuk memberikan imabauan kepada masyarakat sekitar untuk waspada dan berhati-hati, namun tetap tenang dan tidak panik.

"Kami sudah meminta pihak Sinka Zoo sementara waktu tutup," katanya. 

Upaya pencarian, sempat mengalami kendala.

Pasalnya di malam hari petugas pencari akan mengalami kesulitan untuk mencari harimau tersebut.

Sedangkan harimau akan lebih aktif dan gesit di malam hari.

Sehingga pihaknya berpesan kepada para petugas pencarian untuk menghentikan pencarian di malam hari.

"Kami berpesan untuk memantau pergerakannya saja, karena sangat berbahaya bagi petugas yang melakukan pencarian," katanya.

Dalam proses pencarian, pihaknya berkoordinasi dengan TNI dan Polri.

Serang Pawang

Pengurus Sinka Zoo, Elka memberikan keterangan terkait lepasnya dua harimau di kebun binatang Sinka Zoo.

Menurut dia, kejadian tersebut karena faktor alam, dimana hujan deras mengguyur selama beberapa hari mengakibatkan longsor di kawasan Sinka Zoo.

"Hujan yang mengguyur selama beberapa hari terakhir mengakibatkan longsor di dekat kandang harimau."

"Longsor itu menyebabkan lobang yang cukup besar di kandang harimau, yang membuat dua harimau itu bisa kabur," terang Elka saat dikonfirmasi, Jumat (5/2/2021).

Elka mengatakan, berusaha mencegah kedua harimau tersebut kabur, pawang harimau pun turun tangan. 

Namun pawang tersebut ikut diserang oleh harimau hingga meninggal dunia. "

Saat ini kami sudah dibantu pihak polisi dan TNI di lapangan.

Semoga saja dua harimau tersebut dapat ditangkap," terangnya.

Dandim 1202/Skw Letkol Inf Condro Edi Wibowo langsung menghubungi pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kota Singkawang untuk mendapatkan informasi lebih dalam terkait lepasnya dua ekor harimau tersebut.

"Saya sudah koordinasi, informasi yang saya terima, BKSDA Provinsi juga turun," kata Dandim.

Kapolres Singkawang AKPB Prasetiyo Adhi Wibowo prihatin atas meninggalnya seorang pawang di Singka Zoo.

Dia mengucapkan turut berduka cita kepada almarhum yang telah menjadi korban lepasnya dua harimau di Sinka Zoo Singkawang.

"Semoga almarhum diterima dan diberikan tempat yang layak disisi-Nya," ungkap Kapolres. (*)

.

.

.

sumber: tribunpontianak.co.id 1, tribunpontianak.co.id 2 , baca juga berita lainnya di Google News
Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved