Sabtu, 25 April 2026

TANJUNGPINANG TERKINI

Penertiban Badut di Tanjungpinang Viral di Medsos, Satpol PP: Dasarnya Perda Tibum

Penertiban badut di Tanjungpinang hingga viral di medsos, Sabtu (6/2) diakui Satpol PP juga terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa/Diskominfo Kota Tanjungpinang
Penertiban Badut di Tanjungpinang Viral di Medsos, Satpol PP: Dasarnya Perda Tibum. Foto penertiban badut di Tanjungpinang oleh Satpol PP, Sabtu (6/2). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Polemik Penertiban Badut di Tanjungpinang mendapat tanggapan dari Kepala Satpol PP Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani.

Ia mengatakan, Penertiban Badut di Tanjungpinang itu berdasarkan Perda yang mengatur tentang ketertiban umum atau Perda Tibum.

Yani mengaku penertiban badut ini tak hanya terjadi di Tanjungpinang.

Tetapi juga di banyak tempat di Indonesia dilakukan seperti Probolinggo, Bandung, Tulungagung, Banjarmasin, Bantul, Batam, Tasikmalaya, Bengkulu serta sejumlah daerah lainnya.

Sejumlah lokasi seperti Pamedan, Batu 6 dan Kota Piring, Tanjungpinang, Provinsi Kepri tak lagi terlihat sejumlah badut yang biasa beratraksi saat lampu merah.

Ini setelah adanya Penertiban Badut di Tanjungpinang yang dilaksanakan Pemko Tanjungpinang melalui Satpol PP, Sabtu (6/2).

Penertiban badut di Tanjungpinang oleh Satpol PP, Sabtu (6/2).
Penertiban badut di Tanjungpinang oleh Satpol PP, Sabtu (6/2). (TribunBatam.id/Istimewa)

Tidak hanya badut yang biasa beroperasi di jalanan Tanjungpinang, pengamen jalanan serta peminta-minta yang biasanya mudah terlihat di sejumlah simpang lampu lalu lintas juga sepi.

Penertiban Badut di Tanjungpinang ini pun sebelumnya Viral di Medsos.

"Kami tidak melarang mereka berusaha, asalkan di tempat yang benar," ujarnya, Minggu (7/2/2021).

Penertiban Badut di Tanjungpinang mengamankan 9 orang.

Dari hasil pendataan, hanya satu orang saja yang berasal dari Tanjungpinang.

Sementara sisanya berasal dari luar Tanjungpinang.

"Secara nurani kami juga prihatin. Akan tetapi kami menjalankan tugas untuk melaksanakan aduan masyarakat yang meminta untuk ditertibkan karena ada sebagian yang berpikir posisi mereka membahayakan untuk mereka sendiri," ungkap Yani.

VIRAL di Medsos Penertiban Badut di Tanjungpinang, Rahma: Bukan di Situ Tempatnya

Kabar Terbaru Viral Anak Kecil Jadi Badut, KPPAD Batam Turun Tangan

Kepala Satpol PP Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani.
Kepala Satpol PP Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani. (TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)

Menurutnya, kondisi terik panas matahari dengan kostum seperti itu, dikhawatirkan berdampak pada kondisi kesehatan badut tersebut.

Terlebih saat kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang.

"Bisa saja badut tersebut pingsan atau kondisinya tidak stabil pada saat sedang menghibur dan itu malah membahayakan baik untuk mereka dan pengguna jalan.

Kami tidak bisa menjamin. Perkembangan profesi yang sama di simpang lampu lalu lintas tidak meningkat.

Karena justru dari data tersebut mereka berdatangan dari luar daerah karena merasa disini punya potensi atau kesempatan," jelasnya.

Pihaknya berharap polemik yang terjadi dimasyarakat saat ini tetap dapat menyatukan semangat dalam membangun Kota Tanjungpinang menjadi lebih baik.

Penertiban badut di Tanjungpinang oleh Satpol PP, Sabtu (6/2).
Penertiban badut di Tanjungpinang oleh Satpol PP, Sabtu (6/2). (TribunBatam.id/Istimewa)

Reaksi Wali Kota Tanjungpinang

Penertiban Badut di Tanjungpinang belakangan Beredar di Medsos.

Sejumlah badut yang biasa beroperasi pada sejumlah lokasi lampu merah di Kota Tanjungpinang, ditertibkan oleh Pemko Tanjungpinang melalui personel Satpol PP.

Wali kota Tanjungpinang Rahma pun tak mengelak mengenai Penertiban Badut di Tanjungpinang itu.

Rahma pun menjelaskan maksud penertiban tersebut.

Menurutnya, ini penting agar tidak timbul polemik termasuk opini yang beredar di masyarakat, khususnya warga Tanjungpinang.

Rahma mengatakan, bahwa penertiban yang dilakukan beberapa waktu lalu, didasari pertimbangan aspek keselamatan bagi badut itu sendiri.

Wali Kota Tanjungpinang Minta Fasilitas Umum untuk Perempuan & Disabilitas Diperbanyak. Foto Wali kota Tanjungpinang Rahma.
Wali Kota Tanjungpinang Rahma. (TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)

"Memang pro dan kontra, cuma kami ingin agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat di lampu merah," ucapnya, Sabtu (6/2/2021).

Pemko Tanjungpinang menurut Rahma, tidak melarang badut-badut itu mencari nafkah.

Namun alangkah lebih baik jika dilakukan di tempat-tempat keramaian yang lebih aman dan layak.

Rahma juga mengatakan, tidak hanya badut saja yang ditertibkan.

Pada beberapa lokasi di Tanjungpinang, juga dilakukan penertiban tehadap pengamen jalanan.

"Kalau di lampu merah kan berbahaya. Kita juga tidak tahu ada yang merasa terganggu atau tidak.

Jadi dilakukanlah penertiban itu," jelasnya.

Dalam kondisi pandemi Covid-19, Rahma juga menjelaskan bahwa dirinya sangat memahami kondisi sulit saat ini.

Ada dua badut berjoget di lampu merah simpang Baloi, di lampu merah arah Nagoya menuju ke arah Taman Kota dan satu lagi dari arah Nagoya ke arah Taman Kota.
Ada dua badut berjoget di lampu merah simpang Baloi, di lampu merah arah Nagoya menuju ke arah Taman Kota dan satu lagi dari arah Nagoya ke arah Taman Kota. (TRIBUNBATAM.id/)

"Saya paham kondisi saat ini sedang sulit, tapi bukan disitu tempatnya.

Mungkin itu adalah cara mereka untuk bertahan hidup atau menafkahi keluarganya.

Tapi saat ini kita lihat dari sudut pandang keselamatan dan kesehatan untuk badut itu, jika terjadi apa-apa siapa yang bertanggung jawab.

Semoga masyarakat Kota Tanjungpinang dapat memahaminya sehingga tidak lagi berkembang komentar miring yang ditujukan atas tindakan Pemko Tanjungpinang," harapnya.(TribunBatam.id/Noven Simanjuntak/Endra Kaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved