ANAMBAS TERKINI
Desa Genting Pulur Anambas Jadi Perhatian Kementerian, Ini Penyebabnya
Desa Genting Pulur Kecamatan Jemaja Timur Anambas jadi sorotan kementerian. Bukan karena kasus korupsi. Ini penyebabnya.
ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Desa Genting Pulur, Kecamatan Jemaja Timur, Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri jadi sorotan kementerian.
Bukan karena kasus korupsi atau dana desa yang kadung banyak ditemukan di Indonesia.
Desa ini memperoleh penghargaan dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk kesuksesan desa dalam penyaluran bantuan langsung tunai atau BLT dana desa tahap pertama sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan.
Penyerahan penghargaan tersebut diserahkan oleh pihak Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa.
Kepala Desa Genting Pulur, Bambang Asmara mengapresiasi penghargaan yang diberikan.

Ia bersyukur karena dari puluhan desa yang adadi Anambas serta Provinsi Kepri, desa yang dipimpinnya mendapat penghargaan dari Kementerian Desa.
"Ini berkat kerja keras para staf di kantor desa, karena kerja keras mereka desa kita bisa dapatkan penghargaan ini," lanjut pria yang pernah mengecap profesi jurnalis ini saat dihubungi TribunBatam.id, Selasa (9/2/2021).
Menurutnya, salah satu upaya dalam pencapaian target bekerja ia selalu mengedepankan kekeluargaan dan kerja tim.
Ia juga berpesan setelah diberikan penghargaan ini para staff di desa Genting Pulur tetap bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing.
12 Desa di Anambas Belum Masuk Listrik PLN
Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Anambas hingga kini sudah aliri listrik 40 desa dari 52 desa yang ada di Kepulauan Anambas.
Baru saja sudah ada lima desa yang dialiri listrik yakni Batu Belah, Belibak, Air Asuk, Liuk, dan Lidi.
Kepala PLN ULP Anambas, Hendrico sebut Batu Belah dan Belibak beroperasi selama 14 jam, sedangkan untuk Air Asuk, Liuk, dan Lidi pada Desember 2020 kemarin akan beroperasi selama 24 jam.
"Awal tahun ini lagi proses pemasangan listrik oleh masyarakat," ujar Kepala PLN ULP Anambas, Hendrico, Minggu (10/1/2021).
• Desa Wisata Ekang Anculai di Bintan Bak Surga Dunia, Keindahan Alamnya Bikin Kamu Berlama-lama
• Angin Kencang di Bintan, Atap Rumah Warga di Desa Penaga Terbang, Kini Beratapkan Langit

Diketahui bahwa ada 3 Kecamatan besar yang terbagi menjadi beberapa desa.
Dari 52 desa yang ada, tinggal 12 desa yang belum berlistrik PLN.
"Desanya itu ada Telaga, Munjan, Bayat, Air Putih, Impol, Serat, Sunggak, Lingai, Keramut, Air Biru, Telaga Kecil, saat ini kita sedang menunggu penyambungan saja dari masyarakat, mesin juga sudah ada yang di sana," tuturnya.
Lanjutnya, dari instruksi Pemerintah belum ada pengadaan unit mesin baru.
Jadi PLN mengusahakan untuk tetap memberikan aliran listrik daerah pulau dengan mengambil unit mesin yang ada di lokasi lain yang bisa dioperasikan.
"Memang butuh waktu lama karena setiap kali mau turun ada beberapa kekurangan untuk perbaikan membutuhkan waktu, itu yang buat lama proses penyalaannya," sebutnya.
Adapun total keseluruhan rumah yang sudah masuk aliran listrik mencapai 12 ribu pelanggan seluruh Anambas.
Selain itu PLN ULP Anambas juga punya program membantu masyarakat kurang mampu untuk melistriki rumah masyarakat yang kurang mampu.
"Kita setiap bulan juga ada program membantu masyarakat kurang mampu untuk pasang listrik di rumah mereka, sebelumnya kita dapat info juga dari kepala desa baru kita survei apakah masyarakat ini layak untuk dapat pemasangan listrik gratis," ungkapnya.(TribunBatam.id/Rahma Tika)
Baca Juga Berita Tribun Batam Lainnya di Google