Breaking News:

WISATA BATAM

Pariwisata Batam Anjlok hingga 98 Persen, Pemerhati Pariwisata Sentil Pemerintah

Direktur Eksekutif Batam Tourism and Promotion Board ( BTPD), Edi Sutrisno mengatakan kondisi pariwisata di Kepri sudah menunjukkan ketidakberdayaan

Penulis: Rebekha Ashari Diana Putri | Editor:
KOMPAS.COM / RODERICK ADRIAN MOZES
Pemandangan Jembatan Barelang di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (8/2/2015). Jembatan ini merupakan satu dari enam jembatan yang dibangun untuk menghubungkan enam pulau di Batam, yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau (Kepri) mencatat, secara kumulatif yakni pada periode Januari-Desember 2020, jumlah kunjungan wisman ke Provinsi Kepri mencapai 411.248 kunjungan

Angka tersebut turun 85,64 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

Direktur Eksekutif Batam Tourism and Promotion Board ( BTPD), Edi Sutrisno mengatakan kondisi pariwisata di Kepri sudah menunjukkan ketidakberdayaan sejak April 2020.

Tugu Daun Sirih Emas di Tanjungpinang Jadi Destinasi Wisata Baru, Ini Spesikasi Lengkapnya

Apalagi sejak 31 Maret 2020 pemerintah membuat larangan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). 

“Kondisi ini sudah mulai terlihat, pariwisata April terjun bebas sampai 98 persen, biasanya kunjungan pada periode itu 150 ribu, tapi faktanya kunjungan hanya tercatat 2 ribu,” ujar Edi, Selasa (9/2). 

Oleh karena itu, menurutnya perlu ada peran pemerintah provinsi Kepri terutama Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, agar bisa membantu para pihak yang ada di sektor pariwisata. 

Detik-detik Para Tokoh KAMI akan Deklarasi di Tugu Proklamasi, Din Syamsuddin: Tidak Perlu Gusar!

Ia mengakui pemprov Kepri tidak memiliki wilayah, dan hanya melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar memberi insentif atau program yang nyata untuk menyentuh pelaku pariwisata. 

“Jika pemprov tidak memiliki dana, dapat berkoordinasi dengan pihak kementrian pariwisata,” kata dia. 

Tujuannya untuk dapat menstimulus para wisatawan nusantara (wisnus), namun dengan penekanan yaitu program yang nyata. Insentif ini kata Edi bisa berupa bantuan kepada pihak restoran, hotel dan community tourism.

Kaget saat Ada Kendaraan Lain Melintas, Kaisar Hantam Toyota di Depan Tugu Bandara RFH Tanjungpinang

“Jadi fokus wisnus aja, karena belum dapat dipastikan kapan kedatangan wisman lagi di tengah pandemi Covid-19,” katanya.(TRIBUNBATAM.id/Rebekha Ashari Diana Putri)

BACA JUGA BERITA TERBARU TRIBUNBATAM.id di GOOGLE NEWS, klik di sini

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved