Breaking News:

Prediksi IHSG Jelang Libur Panjang Kamis 11 Februari 2021, Bergerak Terbatas

IHSG Rabu 10 Februari 2021 ditutup naik 0,33% ke level 6.201,83. Investor asing juga mencatatkan net buy sebesar Rp 265,25 miliar

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
IHSG Rabu 10 Februari 2021 ditutup naik 0,33% ke level 6.201,83. Investor asing juga mencatatkan net buy sebesar Rp 265,25 miliar di seluruh pasar. 

TRIBUNBATAM.id - Prediksi IHSG besok, Kamis 11 Februari 2021.

IHSG Rabu 10 Februari 2021 ditutup naik 0,33% ke level 6.201,83. Investor asing juga mencatatkan net buy sebesar Rp 265,25 miliar di seluruh pasar.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan, pergerakan positif IHSG hari ini didorong oleh saham-saham aneka industri dan pertambangan yang masing-masing naik 1,23% dan 1,08%. Menurut Dennies, faktor pendorong utama kenaikan ini adalah melandainya kasus Covid-19 harian di dalam negeri.

 Untuk perdagangan Kamis (11/2), Dennies memprediksi, IHSG akan melanjutkan kenaikan dengan resistance 1 di level 6.222 dan resistance 2 di 6.243. Sementara itu, support 1 IHSG diperkirakan berada di level 6.174 dengan support 2 di 6.147.

"Pergerakan IHSG esok hari masih didorong oleh optimisme investor setelah kasus Covid-19 harian di Indonesia semakin melandai," ucap Dennies, Rabu (10/2). Sementara secara teknikal, Dennies melihat pergerakan akan cukup terbatas menjelang libur panjang akhir pekan.

Berbeda dengan Dennies, Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memperkirakan, IHSG pada Kamis (11/2) akan bergerak fluktuatif cenderung turun. Support IHSG berada di level 6.065 dengan resistance di 6.250.

Dari segi eksternal, investor mempertimbangkan beberapa data ekonomi yang baru dirilis. Mulai dari kenaikan tingkat pengangguran Korea Selatan dari 4,6% di Desember 2020 menjadi 5,4% di Januari 2021, lalu Producer Price Index (PPI) Jepang yang tercatat -1,66% yoy di Januari 2021, dan deflasi China sebesar 0,3% yoy di Januari 2021. Pelaku pasar juga akan mencermati data inflasi Jerman dan Amerika Serikat (AS) pada bulan Januari 2021.

Sementara itu, dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data neraca perdagangan Indonesia bulan Januari 2021 yang dijadwalkan rilis pekan depan, Senin (15/2). Menurut Valdy, neraca perdagangan diperkirakan masih mencatatkan surplus seiring dengan peningkatan kinerja ekspor.

"Oleh sebab itu, saham-saham tambang dan industri dasar, seperti ANTM, TINS, INKP, dan TKIM dapat dicermati pada perdagangan Kamis (11/2)," kata Valdy. Investor juga dapat mencermati saham-saham yang berkaitan dengan telekomunikasi, seperti TBIG dan TOWR.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved