ANAMBAS TERKINI

GEGARA Jangkar Kapal Asing, Sinyal Internet Palapa Ring Barat di Anambas Putus

Dirut PT Palapa Ring Barat mengungkap kendala dalam memperbaiki akses internet akibat kabel fiber optik yang rusak itu.

KOMPAS.com/Gito Yudha Pratomo
GEGARA Jangkar Kapal Asing, Sinyal Internet Palapa Ring Barat di Anambas Putus. Foto Peta pembagian proyek Palapa Ring Barat, Tengah dan Timur. 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Penyebab putusnya akses internet di Anambas akhirnya mendapat jawaban dari Direktur Utama PT Palapa Ring Barat, Syarif Lumintarjo.

Dalam konferensi pers secara virtual, ia mengungkap penyebab putusnya kabel fiber optik yang jadi andalan warga Anambas menikmati internet.

Sulitnya warga untuk mendapat akses internet dari jaringan Palapa Ring Barat setidaknya sudah terjadi sejak awal Februari 2021.

Palapa Ring Barat merupakan salah satu proyek strategis pemerintah untuk mengurangi jenjang 'kemakmuran' sinyal di daerah terdepan seperti Anambas.

Ia menjelaskan putusnya kabel fiber optik dikarenakan kabel terkena jangkar dari kapal asing yang terkena cuaca buruk di kawasan tersebut.

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara saat melakukan teleconference di fasilitas Palapa Ring Barat (PRB) di Air Padang Kecamatan Siantan beberapa waktu lalu. Hadirnya PRB digembar gemborkan dapat membantu dalam meningkatkan layanan telekomunikasi di Anambas. Foto diambil beberapa waktu lalu.
Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara saat melakukan teleconference di fasilitas Palapa Ring Barat (PRB) di Air Padang Kecamatan Siantan beberapa waktu lalu. Hadirnya PRB digembar gemborkan dapat membantu dalam meningkatkan layanan telekomunikasi di Anambas. Foto diambil beberapa waktu lalu. (TRIBUNBATAM.id)

"Putusnya kabel yang menguntungkan antara Tanjung Bemban, Batam dan Tarempa, Provinsi Kepri yang terjadi 22 Januari lalu akibat adanya jangkar dari kapal asing yang terkena cuaca buruk sekitar 19,4 kilometer dari Tanjung Bemban.

Kapal itu mengalami rusak mesin dan kemudian terpaksa ditarik oleh pihak berwajib ke Pelabuhan," ungkapnya, Minggu (14/2/2021).

Putusnya kabel fiber optik tersebut mulanya tak berdampak pada layanan telekomunikasi di Anambas.

Menurutnya, jalur koneksinya masih bisa dilayani oleh kabel fiber optik dari arah Singkawang.

Begitu juga dengan akses internet untuk sebagian wilayah Kabupaten Natuna.

Namun, masalah berikut nya terjadi pada 2 Februari 2021 yaitu saat kabel optik dari Singkawang terputus.

Menurutnya, kabel ini putus karena ada pembangunan kabel optik di Ranai, Kabupaten Natuna yang memutuskan sambungan antara Ranai dan Tarempa.

"Ada pembangunan kabel optik yang membuat kabel dari Singkawang putus di darat.

Baca juga: Sinyal Internet di Anambas Ambyar, Diskominfotik: Bisa Pakai WiFi di Kantor Pemerintah

Baca juga: Muncul 5 Menit Lalu Hilang 24 Jam, Sudah Sebulan Sinyal Internet Desa Nyamuk Anambas Hilang

LAYANAN INTERNET - Kunjungan Deputi Kemenkopolhukam ke Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, Anambas. Diskominfotik Anambas mengklaim, layanan internet dengan kualitas 4G sudah menyentuh desa lemah sinyal di wilayah ini.
LAYANAN INTERNET - Kunjungan Deputi Kemenkopolhukam ke Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, Anambas. Diskominfotik Anambas mengklaim, layanan internet dengan kualitas 4G sudah menyentuh desa lemah sinyal di wilayah ini. (TribunBatam.id/Istimewa)

Jadi koneksi dari Ranai ke Tarempa putus, peristiwa ini membuat Tarempa tidak mendapat bandwidth.

Pada saat bersamaan juga ada masalah koneksi antara Ranai dan Singkawang.

Hingga kini putusnya kabel yang menyambungkan Tanjung Bemban dan Tarempa belum bisa diperbaiki.

Syarif mengatakan ada beberapa hal yang menghambat upaya perbaikan kabel ini, yaitu buruknya cuaca dan sulitnya perizinan selama pandemi Covid-19.

"Karena lagi pandemi perizinan untuk pekerjaan di bawah laut jadi complicated.

Lalu karena musim yang tak menentu angin kencang dan ombak tinggi membuat tim kami kesulitan melakukan restorasi," terangnya.

Lebih lanjut ia berharap kepada semua pihak agar kedepannya lebih berhati-hati saat akan melakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

Andalkan Jaringan Intenet Jalur Satelit

Pemkab Anambas belum mendapat informasi resmi terkait penyebab putusnya kabel fiber optik Palapa Ring Barat atau PRB yang berdampak pada sinyal internet di Anambas.

Diketahui kabel fiber optik (FO) Palapa Ring Barat di dua jalur yakni Batam - Tarempa dan jalur Natuna - Tarempa yang menghubungkan ke Kepulauan Anambas menyebabkan akses telekomunikasi menjadi terkendala.

PASANG WIFI - Petugas sedang memasang jaringan internet gratis, WiFi di Kecamatan Jemaja Timur Anambas
PASANG WIFI - Petugas sedang memasang jaringan internet gratis, WiFi di Kecamatan Jemaja Timur Anambas (TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA)

Kondisi ini dirasakan sejumlah Warga Anambas, termasuk yang berlokasi di ibu kota Anambas, Tarempa.

Ini tentu menjadi kendala bagi masyarakat baik di dalam maupun di luar Anambas dalam berkomunikasi dengan kerabat.

"Informasi putusnya jaringan telekomunikasi jalur Batam - Tarempa yang kemudian dialihkan melalui jalur Singkawang - Natuna.

Namun hari ini telah terjadi putus komunikasi. Saat ini kami belum mendapatkan informasi terkait permasalahan yang terjadi," ujar Sekda Anambas Sahtiar, Rabu (3/2/2021).

Ia berharap keadaan ini tidak berlangsung lama, sebab efeknya akan terjadi putusnya informasi di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Sementara Kepala Diskominfotik Anambas, Japrizal menyebutkan, ada beberapa opsi bagi masyarakat untuk memperoleh sinyal internet untuk sementara.

"Untuk memenuhi kebutuhan akses telekomunikasi masih terdapat beberapa opsi bagi masyarakat selama masa perbaikan kabel FO Palapa Ring Barat untuk tetap dapat berkomunikasi yakni dengan menggunakan Isat USO BAKTI Kominfo yang ada di sejumlah desa dan akses internet BAKTI AKSI, V-sat yang ada di sekolah.

Tower berdiri tegak di daerah Anambas. Namun sayang, masyarakat di daerah ini masih kesulitan menelepon apalagi mengakses internet.
Tower berdiri tegak di daerah Anambas. Namun sayang, masyarakat di daerah ini masih kesulitan menelepon apalagi mengakses internet. (TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika)

Ini juga ada di sejumlah kantor desa, Puskemas dan WiFi Publik lainnya yang tidak terhubung menggunakan Palapa Ring Barat," tutur Japrizal.

Sinyal Internet di Anambas Tulalit

Gangguan sinyal telekomunikasi di daerah perbatasan Indonesia itu diketahui terjadi sejak Selasa (2/2) sore.

Kondisi sinyal internet di Anambas, khususnya di Tarempa ini, jelas dikeluhkan sejumlah Warga Anambas.

Sejumlah Warga Anambas memilih membuat status di WhatsApp mereka.

Cuitan sinyal hilang terlihat dari seorang Warga Anambas, Memey.

"Anambas lagi bermasalah sinyal. Jadi kalau ada hal penting tolong bersabar sampai jaringan Anambas pulih kembali," tulis Memey di status WhatsApp-nya.

Tower berdiri tegak di daerah Anambas. Namun sayang, masyarakat di daerah ini masih kesulitan menelepon apalagi mengakses internet.
Tower berdiri tegak di daerah Anambas. Namun sayang, masyarakat di daerah ini masih kesulitan menelepon apalagi mengakses internet. (TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika)

Sementara Zulfa, Warga Anambas lainnya menyebut, kondisi sinyal internet di Anambas ini mengganggu hubungannya dengan kekasihnya.

Kondisi sinyal internet di Anambas ini mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Telekomunikasi, Informasi dan Statistik atau Diskominfotik Anambas, Japrizal.

Dalam siaran resmi Pemkab Anambas yang diunggah 28 Januari 2021, ia mengungkapkan kondisi sinyal internet di Anambas mengalami gangguan akibat putusnya Fiber optik Kabel Laut SKKL milik Palapa Ring Barat 19 Km dari arah Batam - Anambas.

Menurutnya, kondisi tersebut sedang diperbaiki dan informasi yg di dapat proses recovery memakan waktu lebih kurang 1 bulan.

Layanan telekomunikasi operator menggunakan kapasitas backup dari Pontianak Singkawang dialihkan melalui backbone PRB link Pontianak-Natuna-Anambas sehingga terjadi beberapa penurunan layanan Sinyal 4G operator di wilayah Kepulauan Anambas.

Jalur pertama Tarempa - Batam submarine diketahui putus pada 21 Januari 2021 lalu.

Estimasi perbaikan clear pada 20 Februari 2021.

Kemudian jalur kedua Tarempa - Natuna putus di jarak 4 kilometer dari NOC PRB Ranai - Natuna.

Berdasarkan informasi dari pihak PRB saat ini perbaikan masih on progress, sehingga akses telekomunikasi di wilayah Kepulauan Anambas tidak ada sinyal atau sinyal hilang total.

Hilangnya akses sinyal di Kepulauan Anambas saat ini membuat akses Telekomunikasi yang ada di Desa dan akses internet BAKTI-AKSI Vsat yang ada di sekolah, kantor desa, Puskemas dan WiFi Publik lainnya yang tidak terhubung dengan Palapa Ring Barat.(*/Tribunbatam.id/Rahma Tika)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved