Breaking News:

Pembunuhan Sadis Satu Keluarga, Pelaku Bantah Habisi Korban Pakai Arit, Sebut Hanya Gunakan Alat Ini

Perampokan dan Pembunuhan sadis tewaskan satu keluarga, pelaku membunuh korbannya dengan cara memukul dengan menggunakan sebuah kayu.Namun sejauh ini

Editor: Eko Setiawan
Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Pembunuh Anom Subekti Sekeluarga Sekarat Belum Bisa Diperiksa, Bukti Kuat Sumani Habisi Nyawa Korban 

TRIBUNBATAM.id - Pelaku pembunuhan sadis satu keluarga sudah ditangkap Polisi, pelaku terancam dengan ancaman hukuman mati.

Kepada Polisi pelaku menolak kalau dirinya membunuh korbannya dengan menggunakan arit.

Menurutnya, para pelaku dibunuh dengan menggunakan kayu balok seberat 5 kg.

Namun sejauh ini, kayu yang digunakan untuk memukul korbannya sudah tidak da lagi.

Sejauh ini, polisi masih terus melakukan pemeriksaan dan mencari tahu dimana pelaku membuang kayu balok tersebut.

Baca juga: Kecelakaan di Bintan, Pikap Perusahaan Kargo Terbalik di Jalan Dekat Dealer Yamaha Lobam

Baca juga: TNI Polri Siaga di Intan Jaya, 600 Warga Mengungsi, Rindu Situasi Normal dan Hidup Berdampingan

Baca juga: Viral Video Munculnya Ular Besar di Pintu Air, Panji Petualang Ungkap Fenomena yang Terjadi

Setelah bisa diajak komunikasi, tersangka pembunuhan keluarga seniman Ki Anom Subekti, Suamni, akhirnya mengakui semua perbuatannya.

Sebelumnya Sumani sempat dirawat di rumah sakit dan tidak bisa dimintai keterangan karena mencoba bunuh diri dengan meminum pestisida.

Kini Sumani telah mengakui bahwa ia menjadi pelaku tunggal pembunuhan yang disertai aksi pencurian tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Penasihat Hukum Sumani, Darmawan Budiharto, yang dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV pada Senin (15/2/2021).

"Pengakuan tersangka Sumani memang dia pelaku tunggal. Artinya pelaku tunggal terkait meninggalnya empat anggota keluarga Pak Bekti, istri dan anak, cucunya," ungkap Darmawan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved