ANAMBAS TERKINI

Gaji Ketua RT dan RW di Kelurahan Tarempa Anambas Naik Rp 150 Ribu, 'Imbangi Perangkat Desa'

Kelurahan Tarempa Anambas memiliki 16 Ketua RT, 4 Rukun Warga atau RW dan 1 kepala lingkungan.

TribunBatam.id/Dokumentasi Lurah Tarempa
Gaji Ketua RT dan RW di Kelurahan Tarempa Anambas Naik Rp 150 Ribu. Foto Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar memberi kue secara simbolis kepada anggota Komunitas Jaga Kampung (KJK) Kelurahan Tarempa. 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Gaji Ketua Rukun Tetangga dan Rukun Warga atau RT/RW di Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Anambas bakal naik.

Kenaikan gaji RT dan RW di Kelurahan Tarempa ini naik sebesar Rp 150 ribu.

Hak keuangan yang diterima Ketua RT di Kelurahan Tarempa sebelumnya diketahui Rp 700 ribu.

Dengan adanya kenaikan gaji ini, penambahannya menjadi Rp 850 ribu.

Sementara gaji Ketua RW sebelumnya Rp 800 kini naik menjadi Rp 950 ribu.

Kemudian untuk kepala lingkungan yang sebelumnya Rp 900 ribu menjadi Rp 1.050.000.

PASAR INPRES - Kondisi Pasar Inpres, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri, Rabu (4/11/2020).
PASAR INPRES - Kondisi Pasar Inpres, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri, Rabu (4/11/2020). (TribunBatam.id/Rahma Tika)

Kelurahan Tarempa memiliki 16 RT, 4 RW dan 1 kepala lingkungan.

"Target kami, selain mengimbangi gaji perangkat desa, sekaligus memberi penghargaan kepada perangkat yang sudah dengan maksimal memberikan pelayanan ke masyarakat," ucap Lurah Tarempa Syamsir, Selasa (16/2/2021).

Meski tidak banyak, penambahan ini ia harapkan mampu memberikan motivasi kepada perangkat kelurahan agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal.

Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) adalah garda terdepan bagi Kepala Desa untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam hal ini Kelurahan Tarempa sangat memperhatikan kinerja RT dan RW yang sudah melayani masyarakat dengan baik.

Desa Genting Pulur Masuk Radar Kementerian

Sementara Desa Genting Pulur, Kecamatan Jemaja Timur, Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri sebelumnya menjadi sorotan kementerian.

Bukan karena kasus korupsi atau dana desa yang kadung banyak ditemukan di Indonesia.

Desa ini memperoleh penghargaan dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di Anambas, Sekda: Ada 1.560 Vaksin, Disimpan di RSUD Tarempa

Baca juga: Daftar 9 Tips Jika Bepergian ke Wisata Kepulauan Anambas

Desa Genting Pulur Anambas Jadi Perhatian Kementerian. Foto Kepala Desa Genting Pulur, Bambang Asmara peroleh penghargaan dari Menteri Desa yang diberikan oleh Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa.
Desa Genting Pulur Anambas Jadi Perhatian Kementerian. Foto Kepala Desa Genting Pulur, Bambang Asmara peroleh penghargaan dari Menteri Desa yang diberikan oleh Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa. (TribunBatam.id/Istimewa)

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk kesuksesan dalam penyaluran bantuan langsung tunai atau BLT dana desa tahap pertama sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan.

Penyerahan penghargaan tersebut diserahkan oleh pihak Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa.

Kepala Desa Genting Pulur, Bambang Asmara mengapresiasi penghargaan yang diberikan.

Ia bersyukur karena dari puluhan desa yang adadi Anambas serta Provinsi Kepri, desa yang dipimpinnya mendapat penghargaan dari Kementerian Desa.

"Ini berkat kerja keras para staf di kantor desa, karena kerja keras mereka desa kita bisa dapatkan penghargaan ini," lanjut pria yang pernah mengecap profesi jurnalis ini saat dihubungi TribunBatam.id, Selasa (9/2/2021).

Menurutnya, salah satu upaya dalam pencapaian target bekerja ia selalu mengedepankan kekeluargaan dan kerja tim.

Jalan aspal yang tengah dikerjakan kontraktor menuju Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur dan akses menuju Bandara Letung, Rabu (1/1/2020)
Jalan aspal yang tengah dikerjakan kontraktor menuju Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur dan akses menuju Bandara Letung, Rabu (1/1/2020) (TRIBUNBATAM.ID/RAHMA TIKA)

Ia juga berpesan setelah diberikan penghargaan ini para staf di desa Genting Pulur tetap bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing.

Akses Internet di Anambas Gangguan

Penyebab putusnya akses internet di Anambas akhirnya mendapat jawaban dari Direktur Utama PT Palapa Ring Barat, Syarif Lumintarjo.

Dalam konferensi pers secara virtual, ia mengungkap penyebab putusnya kabel fiber optik yang jadi andalan warga Anambas menikmati internet.

Sulitnya warga untuk mendapat akses internet dari jaringan Palapa Ring Barat setidaknya sudah terjadi sejak awal Februari 2021.

Palapa Ring Barat merupakan salah satu proyek strategis pemerintah untuk mengurangi jenjang 'kemakmuran' sinyal di daerah terdepan seperti Anambas.

Ia menjelaskan putusnya kabel fiber optik dikarenakan kabel terkena jangkar dari kapal asing yang terkena cuaca buruk di kawasan tersebut.

Project overview Palapa Ring Barat Project. Pemerataan akses bandwidth guna mendukung telekomunikasi mutlak diperlukan pada tiga pulau besar di Anambas.
Project overview Palapa Ring Barat Project. Pemerataan akses bandwidth guna mendukung telekomunikasi mutlak diperlukan pada tiga pulau besar di Anambas. (tribunbatam/septyan mulia rohman)

"Putusnya kabel yang menguntungkan antara Tanjung Bemban, Batam dan Tarempa, Provinsi Kepri yang terjadi 22 Januari lalu akibat adanya jangkar dari kapal asing yang terkena cuaca buruk sekitar 19,4 kilometer dari Tanjung Bemban.

Kapal itu mengalami rusak mesin dan kemudian terpaksa ditarik oleh pihak berwajib ke Pelabuhan," ungkapnya, Minggu (14/2/2021).

Putusnya kabel fiber optik tersebut mulanya tak berdampak pada layanan telekomunikasi di Anambas.

Menurutnya, jalur koneksinya masih bisa dilayani oleh kabel fiber optik dari arah Singkawang.

Begitu juga dengan akses internet untuk sebagian wilayah Kabupaten Natuna.

Namun, masalah berikut nya terjadi pada 2 Februari 2021 yaitu saat kabel optik dari Singkawang terputus.

Menurutnya, kabel ini putus karena ada pembangunan kabel optik di Ranai, Kabupaten Natuna yang memutuskan sambungan antara Ranai dan Tarempa.

"Ada pembangunan kabel optik yang membuat kabel dari Singkawang putus di darat.

Peta pembagian proyek Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur
Peta pembagian proyek Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur (KOMPAS.com/Gito Yudha Pratomo)

Jadi koneksi dari Ranai ke Tarempa putus, peristiwa ini membuat Tarempa tidak mendapat bandwidth.

Pada saat bersamaan juga ada masalah koneksi antara Ranai dan Singkawang.

Hingga kini putusnya kabel yang menyambungkan Tanjung Bemban dan Tarempa belum bisa diperbaiki.

Syarif mengatakan ada beberapa hal yang menghambat upaya perbaikan kabel ini, yaitu buruknya cuaca dan sulitnya perizinan selama pandemi Covid-19.

"Karena lagi pandemi perizinan untuk pekerjaan di bawah laut jadi complicated.

Lalu karena musim yang tak menentu angin kencang dan ombak tinggi membuat tim kami kesulitan melakukan restorasi," terangnya.

Lebih lanjut ia berharap kepada semua pihak agar kedepannya lebih berhati-hati saat akan melakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.(TribunBatam.id/Rahma Tika)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved