Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

Waspada Musim Kemarau, Ini Kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Tanjungpinang Hantoni

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjungpinang, Hantoni menyebut ada 19 kebakaran lahan di Tanjungpinang dalam dua bulan terakhir

tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Waspada Musim Kemarau, Ini Kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Tanjungpinang Hantoni . Foto Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjungpinang, Hantoni 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Waspada Musim Kemarau, Ini Kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Tanjungpinang Hantoni .

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjungpinang mencatat ada 19 titik kebakaran lahan di Tanjungpinang dalam dua bulan terakhir.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjungpinang, Hantoni.

"Kebakaran lahan di bulan Januari sudah ada sekitar 10 titik, kemudian Februari ada 9 titik sampai dengan 9 Februari," ujarnya kepada Tribunbatam.id, Rabu (17/2/2021).

Ia melanjutkan, kebakaran luar biasa yang ditangani pihaknya dalam beberapa bulan terakhir, yaitu kebakaran yang terjadi di 4 titik dan 3 titik lahan serta 1 motor yang ditangani dalam kurun waktu sehari.

Baca juga: Siagakan Mobil Damkar Tampung 3 Ribu Liter Air, UPT Damkar Toapaya Pantau Kebakaran Lahan di Bintan

Baca juga: Reaksi Kapolres Bintan Kebakaran Lahan Gunung Kijang, Sebut 10 Tahun Penjara Denda Rp 10 Miliar

"Kejadian kebakaran pada malam hari setelah Maghrib itu beruntun sampai sekitar pukul 11," ungkap Hantoni.

Data lain turut dirincikan, kebakaran pada kendaraan dan rumah pada Januari sebanyak 3 unit kendaraan dan kemudian untuk Februari ada 1 bangunan rumah.

"Kalau kerugian akibat kebakaran ditaksir untuk Januari itu ada Rp 118 juta, Februari Rp 35 juta. Ada motor 1 di bulan Februari kemarin dan bulan Januari ada bengkel Kampung Bugis," jelasnya.

Dari serangkaian musibah kebakaran itu, Hantoni menduga penyebab kebakaran disebabkan kebakaran sampah yang semakin menjalar cepat, seiring kondisi cuaca seperti terik yang menimbulkan percikan api.

"Ini terjadi di tanah gambut yang bisa menimbulkan percikan api di situasi kering, pohon-pohon juga seperti itu, dan berakibat terjadinya kebakaran," paparnya.

Lantas, bagaimana kesiapan armada untuk mengantisipasi potensi kebakaran di masa cuaca ekstrem kemarau dan kering ini?

Halaman
12
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved