Breaking News:

Realisasi Penerimaan Pajak Kepri Capai Rp 6,59 Triliun, Tempati Peringkat Satu di Indonesia

Kepala Kanwil DJP Kepri Cucu Supriata menyebut capaian Rp 6,59 triliun pajak Kepri itu melebihi capaian nasional,& membuat Kepri menempati peringkat 1

tribunbatam.id/istimewa
Realisasi Penerimaan Pajak Kepri Capai Rp 6,59 Triliun, Tempati Peringkat Satu di Indonesia. Foto Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Kepri, Cucu Supriatna 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatatkan realisasi penerimaan pajak 2020 mencapai Rp 6,59 triliun dari target Rp 6,32 triliun, atau sebesar 104,36 persen.

Kepala Kanwil DJP Kepri, Cucu Supriatna mengatakan, capaian tersebut melebihi capaian nasional sebesar 89,4 persen, dan membuat Kepri menduduki peringkat pertama dari 34 DJP di Indonesia.

“Capaian ini sangat luar biasa sebab di tahun 2020 kita masih berhadapan dengan Covid-19,” ujar Cucu saat ditemui TribunBatam.id di Kanwil DJP Kepri.

Ia melanjutkan, penerimaan pajak tersebut sebagian besar berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) Non-Migas, yaitu sebesar Rp 5,6 triliun, lalu dari Pajak Pertambahan nilai (PPn) sebesar 1,06 triliun.

“Kepri sendiri didominasi oleh industri pengolahan, sehingga penerimaan pajak sebagian besar juga dari sektor tersebut. Lalu ada juga dari pertambangan, contohnya bauksit yang cukup berperan,” paparnya.

Baca juga: DJP Perkenalkan Materai Tempel Baru, Sudah bisa Didapatkan di Kantor Pos Seluruh Indonesia

Baca juga: 3 Cara Mudah Dapatkan EFIN Pajak untuk Akses Aplikasi DJP Online

Setoran bendaharawan serta intansi pemerintah yang melakukan pembayaran juga berperan besar bagi penerimaan pajak. Di masa pandemi saat ini, sektor pemerintah dinilai paling stabil.

“Itu yang membantu realisasi pajak tahun 2020,” katanya.

Ia mengata pihaknya berharap realisasi pajak tahun ini dapat tercapai dari target yang diberikan. Sehingga beberapa upaya akan dilakukan, di antaranya mengawasi sektor-sektor penerimaan pajak tersebut.

“Kami tetap melakukan pengawasan pembayaran sesuai dengan waktunya,” ucapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan penggalian potensi di bidang-bidang lain yang belum sempat dilakukan pada tahun lalu, serta kembali melakukan penagihan tunggakan pajak.

“Tunggakan-tunggakan pajak tahun lalu masih ada, itu juga jadi potensi,” katanya.

Cucu menegaskan, insentif pajak di tahun 2020 masih tetap berlaku untuk tahun ini. Karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Insentif tersebut diberikan berupa salah satunya yaitu PPh pasal 21 yang ditanggung oleh pemerintah.

“Biasanya dipotong pajak, karena ada insentif maka tidak ada potongan,” katanya.

(TRIBUNBATAM.id/Rebekha Ashari Diana Putri)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Penulis: Rebekha Ashari Diana Putri
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved