Breaking News:

Viral Pria Bunuh Kucing di Batam, Ini Kata Ustaz Maryono Ketua Pecinta Kucing Nusantara

Ustaz Maryono, Ketua Pecinta Kucing Nusantara bilang, kucing adalah hewan yang tak boleh dikonsumsi. Memakan daging kucing sama sekali tak berkhasiat

tribunbatam.id/istimewa
Viral Pria Bunuh Kucing di Batam, Ini Kata Ustaz Maryono Ketua Pecinta Kucing Nusantara. Foto Ustaz Maryono, Ketua Perkumpulan Mubaligh Kepri sekaligus Ketua Pecinta Kucing Nusantara (KPKN) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Viral Pria Bunuh Kucing di Batam, Ini Kata Ustaz Maryono Ketua Pecinta Kucing Nusantara.

Warga Batam dihebohkan kejadian pria bunuh kucing di Batam, persisnya di depan Indomaret Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Batam, Rabu (17/2/2021) lalu.

Aksi pria paruh baya membunuh kucing menggunakan kapak itu terekam CCTv dan viral.

Tak lama setelah videonya viral, polisi mengamankan pelaku berinisial BSP (62) di kediamannya.

Dari pengakuan BSP kepada polisi, alasan dia membunuh kucing untuk dikonsumsi dagingnya.

Baca juga: NGAKU Makan Daging Kucing untuk Obat, Ini Hukuman yang Bakal Menjerat Pembunuh Kucing di Batam

Baca juga: PRIA Pembunuh Kucing di Batam yang Videonya Viral Dibekuk Jatanras Polda Kepri

Dimintai tanggapannya, Ketua Perkumpulan Mubaligh Kepri, Ustaz Maryono menyampaikan prihatin atas beberapa kejadian pembunuhan hewan jenis kucing di Indonesia, terutama yang baru terjadi di Batam.

Maryono bilang, ada tiga sisi yang bisa ditarik kesimpulannya dari kejadian yang menimpa hewan jenis kucing, dibunuh dengan alasan untuk dikonsumsi.

"Pertama, dari sisi agama Islam, hal itu dilarang. Berdasarkan hadist nabi yang diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dan Abu Dawud, kucing itu adalah bagian yang tidak boleh diperjualbelikan dan dikonsumsi," ujar Maryono yang juga Ketua Pecinta Kucing Nusantara (KPKN), dalam keterangan yang diterima Tribunbatam.id, Kamis (18/2/2021).

Maryono melanjutkan, di sisi lain diperbolehkan dengan catatan hanya sebagai pengganti rugi. Misalnya ada orang yang membeli kucing, sebagai pengganti atau upah dari pemiliknya yang telah mengurus itu sah-sah saja.

"Itu sama halnya dengan jual beli kotoran sapi. Kalau jualan kotorannya saja tidak boleh, tapi kalau sebagai penggantinya katakanlah untuk pupuk dan jasa pengumpulan pupuk, maka itu boleh-boleh saja," terang Maryono.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad ilham
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved