Breaking News:

Lanjutan BC Batam Sergap Kapal Rahmat Jaya 09, Nakhoda Jadi Tersangka, Mengapa?

Kapal Rahmat Jaya 09 disergap kapal patroli Bea Cukai karena diduga membawa barang elektronik dan hp keluar dari kawasan bebas Batam tanpa dokumen

ist
Lanjutan BC Batam Sergap Kapal Rahmat Jaya 09, Nakhoda Jadi Tersangka, Mengapa?. Foto nakhoda SB Rahmat Jaya 09 menjadi tersangka penyelundupan barang elektronik dari Batam ke Tembilahan 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Lanjutan BC Batam Sergap Kapal Rahmat Jaya 09, Nakhoda Jadi Tersangka, Mengapa? 

Terungkap sudah penyebab kapal Bea Cukai Batam menyergap Kapal Rahmat Jaya 09 di Perairan Sekupang, Batam, belum lama ini.

Kejadian itu berimbas pada pelayaran kapal yang dilayani Kapal Rahmat Jaya 09

Bahkan penumpang yang sebelumnya sudah berada di dalam kapal, terpaksa diturunkan.

Diketahui, upaya penyelundupan handphone dan barang elektronik keluar Batam masih terjadi.

Baca juga: Disergap Aparat Bea Cukai Batam, Kapal Rahmat Jaya 09 Bolak-balik ke Pelabuhan Domestik Sekupang !

Satgas Patroli Laut BC 15028 Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe B Batam dan Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea dan Cukai Tipe B Batam menyergap penyelundupan ratusan elektronik dan barang kena cukai.

Penangkapan ini dilakukan disekitaran Perairan Sekupang di titik koordinat 01°06'50"U/103°55'39"T pada Senin, (08/02/2021), sekira pukul 09.00 WIB.

Barang-barang itu disusupkan di dalam speedboat Rahmat Jaya 09. 

“Satgas Patroli BC 15028 KPU dan PSO Bea Cukai  Batam berhasil melakukan penegahan terhadap ratusan barang elektronik dan BKC tanpa pita cukai yang disembunyikan di dinding dan di bawah lantai speedboat SB Rahmat Jaya 09.” kata Kepala Kantor Bea dan Cukai Batam, Susila Brata, Sabtu (20/02/2021).

Baca juga: Apa itu Aplikasi BIOLA? Akses Pelayanan dan Perizinan Bea Cukai Batam dari Handphone

Berbagai barang penindakan tersebut terdiri dari 348 unit alat elektronik berupa Handphone, Laptop, dan komputer berbagai merek dan jenis; 108 botol dan 432 kaleng botol minuman mengandung etil alkohol berbagai merek tanpa dilekati pita cukai; serta 70 pcs aksesoris laptop berbagai merek.

Total nilai barang ditaksir mencapai sekitar Rp1,56 miliar dengan potensi kerugian negara sebesar 
Rp 414 juta.

“Barang-barang tersebut diduga akan dikeluarkan dari Kawasan bebas Batam ke tempat lain dalam 
Daerah pabean tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan,” jelas Susila.

Kejadian ini dimulai dari adanya laporan masyarakat bahwa akan ada kegiatan pemuatan barang- barang dari Tanjung Riau tujuan Tembilahan menggunakan speed boat penumpang SB Rahmat Jaya 09.

Halaman
1234
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved