Breaking News:

Lanjutan BC Batam Sergap Kapal Rahmat Jaya 09, Nakhoda Jadi Tersangka, Mengapa?

Kapal Rahmat Jaya 09 disergap kapal patroli Bea Cukai karena diduga membawa barang elektronik dan hp keluar dari kawasan bebas Batam tanpa dokumen

Editor: Dewi Haryati
ist
Lanjutan BC Batam Sergap Kapal Rahmat Jaya 09, Nakhoda Jadi Tersangka, Mengapa?. Foto nakhoda SB Rahmat Jaya 09 menjadi tersangka penyelundupan barang elektronik dari Batam ke Tembilahan 

"Ya, sebelum kapal itu ditangkap sudah ada sekitar 30 orang penumpang yang sudah beli tiket. Namun karena ditangkap, jadinya tiket itu kita balikkan duit lagi," katanya.

Detik-detik Kapal Disergap

Sebelumnya diberitakan, penangkapan kapal Rahmat Jaya 09 oleh patroli kapal Bea Cukai Batam berimbas pada batalnya jadwal pelayaran kapal.

Nasib penumpang yang berada di kapal itu pun terbengkalai. Sedikitnya ada 20 penumpang yang sudah diangkut di dalam kapal dari pelabuhan pribadi Tanjung Riau menuju Pelabuhan Domestik Sekupang.

"Kita sempat kaget juga lihatnya. Pas kapal datang dan akan bersandar, tiba-tiba langsung dipepet kapal patroli Bea Cukai.

Anggota Bea Cukai langsung menduduki kapal Rahmat Jaya, mereka lengkap dengan senjata laras panjang," ujar seorang petugas pelabuhan menceritakan detik-detik penangkapan oleh tim Bea Cukai.

Tak lama, kapal Rahmat Jaya 09 itu langsung dibawa ke pangkalan sarana operasi pelabuhan Bea Cukai di Sekupang.

BREAKING NEWS - Kapal Rahmat Jaya 09 Disergap Aparat Bea Cukai di Pelabuhan Domestik Sekupang

Kapal Rahmat Jaya 09 Digiring Aparat Bea Cukai Bersenjata Lengkap Keluar Pelabuhan Sekupang  

"Jarang-jarang ada kejadian seperti ini di pelabuhan. Kapal Rahmat Jaya yang sempat dibawa ke Pelabuhan Bea Cukai, kemudian dibawa ke Pelabuhan Domestik lagi untuk menurunkan penumpang habis itu balik lagi ke pelabuhan Bea Cukai," kata petugas itu.

Tak berhenti di situ, setelah kapal Rahmat Jaya yang dikawal kapal patroli Bea Cukai dibawa ke pelabuhan, kemudian balik lagi ke Pelabuhan Domestik menurunkan barang-barang penumpang.

"Jadi bolak-balik kapal itu bang," ucapnya.

Informasi dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, penumpang yang diangkut kapal Rahmat Jaya 09 itu ada sebanyak 20 orang.

Mereka diangkut dari pelabuhan pribadi alias tanpa pengawasan dari pelabuhan Tanjung Riau.

Hal itu terungkap dari pemeriksaan, penumpang tidak memiliki tiket dan tanpa pemeriksaan tim gugus tugas covid-19.

"Ada sekitar 20 orang yang diturunkan dari kapal tersebut. Sebagian terpaksa pulang dan sebagian lagi ganti kapal ke kapal Mega Fajar," kata kepala Pos Kesyahbandaran Pelabuhan Domestik Sekupang, Ferizal.

Ia mengakui penumpang yang telah dimuat di dalam kapal bukanlah penumpang yang diangkut secara resmi lewat pelabuhan pemerintah.

"Sesuai jadwal keberangkatannya, pelayaran kapal pukul 09:30 WIB, makanya kapal itu berlabuh ke pelabuhan untuk mengisi penumpang. Namun sebelum memuat penumpang dari Domestik sudah ditangkap," katanya.

Kapal Rahmat Jaya 09 itu akan berlayar dengan tujuan pelayaran Moro, Durai, Sungai Guntung, Tembilahan.

Namun sebelum pemeriksan kapal dilanjutkan oleh Bea Cukai, pihaknya meminta agar semua penumpang yang telah dimuat dari Pelabuhan Tanjung Riau diturunkan terlebih dahulu.

Hal itu mengingat tugas fungsi keselamatan pelayaran penumpang.

Sementara untuk informasi dan kronologis penangkapan, Ferizal mengatakan kewenangannya pada pihak Bea Cukai.

Informasi yang dihimpun, petugas menemukan sejumlah barang bukti ilegal, termasuk minuman keras dan elektronik.

Sebelumnya diberitakan, tim patroli pangkalan sarana operasi Bea Cukai Batam menggiring kapal Rahmat Jaya 09 dari Pelabuhan Domestik Sekupang Batam ke Dermaga Bea Cukai, Sekupang.

Penangkapan kapal Rahmat Jaya 09 itu dikawal ketat oleh 4 personil Bea Cukai, lengkap dengan seragam dan menenteng senjata laras panjang personil bea Cukai langsung naik ke atas kapal Rahmat Jaya.

Humas kantor Bea Cukai Kota Batam, Undani saat dihubungi mengatakan penangkapan kapal tersebut lantaran diduga melakukan pelanggaran.

"Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap sarana pengangkut tersebut. Segera akan kami infokan progressnya," jawab Humas Bea Cukai Undani melalui sambungan selulernya, Selasa (9/2/2021).

Undani tak ingin berkomentar banyak lantaran pihaknya masih melakukan pemeriksaan.

Sebelumnya, kapal penumpang Rahmat Jaya 09 mendadak 'dipepet' kapal patroli Bea Cukai Batam di Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang, Batam, Selasa (9/2/2021).

Peristiwa itu sempat menyita perhatian warga pengunjung pelabuhan dan menyebabkan suasana menjadi ramai.

Kapal Rahmat Jaya 09, agen pelayaran PT Prima Rahmat Abadi itu 'dipepet' kapal patroli Bea Cukai sesaat saat akan bersandar di ponton Bravo B, dermaga Pelabuhan Domestik Sekupang, Batam.

Tak lama kemudian, kapal itu langsung digiring ke pelabuhan tangkapan operasi Bea Cukai yang berjarak sekitar 500 meter dari pelabuhan Domestik Sekupang.

Belum diketahui apa penyebab penangkapan kapal jasa pelayaran itu.

Namun, berdasarkan informasi yang didapat, kapal itu membawa barang tanpa dokumen resmi dan mengangkut penumpang dari pelabuhan yang tidak resmi.

Kepala Pos Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Domestik Sekupang, Ferizal mengatakan kedatangan kapal Rahmat Jasa pagi itu untuk mengisi jadwal pelayaran.

"Sesuai jadwal keberangkatannya pukul 09:30 WIB, makanya kapal itu berlabuh ke pelabuhan. Untuk perihal penangkapan, tanyak pihak terkait ya," katanya singkat.

Kapal Ramhat Jaya 09 dengan tujuan pelayaran Moro, Durai, Sungai Guntung, Tembilahan itu digiring oleh kapal patroli Bea Cukai. (TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng/Beres Lumbantobing)

*Baca Juga Berita Tribun Batam Lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved