Rabu, 22 April 2026

BATAM TERKINI

Pemko Batam Pasang Target, Jalan Kecamatan Belakang Padang Bakal Diaspal Tahun Ini

Pemko Batam juga menargetkan pelebaran jalan, termasuk peningkatan SWRO, termasuk persoalan sampah rumah tangga di Belakangpadang.

TribunBatam.id/Istimewa
Pemko Batam Pasang Target, Jalan Kecamatan Belakang Padang Bakal Diaspal Tahun Ini. Foto Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad hadir dalam pembukaan Musrenbang Belakangpadang, Sabtu (20/2/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kota atau Pemko Batam berkomitmen untuk memajukan pembangunan Kecamatan Belakang Padang.

Rencana ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, dalam Musrenbang Kecamatan Belakang Padang di Gedung Nasional Belakangpadang, Sabtu (20/2/2021).

Menurutnya, Belakangpadang memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan.

Beberapa rencana pembangunan infrastruktur Belakangpadang di antaranya, pelebaran dan pengaspalan jalan.

Pemko Batam menargetkan, tahun ini jalan di sepanjang Polsek Belakangpadang hingga Kampung Baru akan diperlebar serta diaspal.

Hal ini bertujuan untuk mendukung mobilitas masyarakat Belakangpadang.

Pemuda-pemudi di Belakangpadang saat mengumpulkan sampah di pinggir pantai, Sabtu (20/6/2020)

 
Pemuda-pemudi di Belakangpadang saat mengumpulkan sampah di pinggir pantai, Sabtu (20/6/2020)   (TRIBUNBATAM.ID/REBEKHA)

Selain itu, pemerintah juga berencana meningkatkan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau unit sistem desalinasi yang dapat mengubah air laut menjadi air tawar bersih.

Anggaran SWRO ini diperkirakan mencapai Rp 5 miliar.

Tak luput jadi perhatian, penataan sampah-sampah juga menjadi program pembangunan Pemko Batam tahun ini.

Penataan sampah ditandai dengan revitalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Belakangpadang.

"Kami akan perbaiki dulu situasi fisik daerah ini, sehingga semakin indah dan berdaya tarik," ujar Amsakar.

Melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), Pemko Batam juga tengah bergerak cepat menangani dampak bencana alam, terutama penanganan longsor di Bat Gajah dan Kampung Jawa.

Baca juga: Musrenbang di Tanjungpinang, Ketua DPRD Kawal Usulan Sampai Tingkat Kota

Baca juga: TPA Sudah Penuh, DLH Batam Cari Kapal Angkut Sampah dari Belakangpadang ke TPA Punggur

Pengepul Ikan Dingkis, pak Win mengangkat ember timbangan berisi ikan Dingkis di perairan pulau Serapan Belakang Padang
Pengepul Ikan Dingkis, pak Win mengangkat ember timbangan berisi ikan Dingkis di perairan pulau Serapan Belakang Padang (TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING)

Pembangunan dan revitalisasi ini merupakan komitmen Pemko Batam dalam memajukan daerah di Kota Batam, khususnya yang berada di wilayah Hinterland.

"Dari segi pemberdayaan SDM, kami akan tetap adakan berbagai pelatihan, serta meneruskan program beasiswa. Secara khusus saya juga mengajak warga melakukan tindakan pencegahan stunting," jelas Amsakar.

TPS Belakangpadang Direvitalisasi Tahun Ini

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam rencananya akan melakukan revitalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Belakangpadang pada tahun 2021 ini.

"Mudah-mudahan membawa manfaat bagi Kota Batam," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Herman Rozie saat berada di Hotel Vista Lantai 3, Kamis (18/2/2021).

Diakuinya dana revitalisasi ini didapat dari Kementerian PUPR senilai Rp 3,8 miliar.

Revitalisasi TPST ini diikuti harapan untuk mencegah aktivitas buang sampah di laut yang akhirnya membuat laut tercemar.

Terlebih jika sampah tersebut sampah sulit urai seperti plastik dan styrofoam.

Sampah Belakang Padang Bakal Dipindah ke TPA Punggur Batam, Sudah Over Kapasitas. Foto TPA di Kecamatan Belakang Padang.
Sampah Belakang Padang Bakal Dipindah ke TPA Punggur Batam, Sudah Over Kapasitas. Foto TPA di Kecamatan Belakang Padang. (TribunBatam.id/Istimewa)

"Apalagi kita ketahui, Belakangpadang merupakan daerah pariwisata. Pulau ini bersejarah yang sering dikunjungi wistawan mancanegara," katanya.

Selanjutnya DLH Batam menyiapkan rencana pemindahan sampah dari lokasi eksisting ke TPA Punggur.

Terkait ini, DLH selanjutnya mengajukan izin membawa alat berat yang akan dibawa ke Belakang Padang ke Kantor Beacukai, untuk diketahui Belakangpadang tidak termasuk dalam FTZ.

Sampah dari sana nanti akan dibawa ke Telaga punggur menggunakan moda laut.

"Setelah lokasi sekarang bersih, pengerjaan langsung dilakukan dan perlu waktu hingga 3 sampai empat bulan hingga selesai," katanya.

Revitalisasi TPST ini diajukan 2020 lalu, Pemko Batam melalui DLH Batam terus berkoordinasi dengan berbagai stakeholder, koordinasi semacam ini juga dilakukan tahun-tahun sebelumnya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyambangi salah satu kecamatan Hinterland, yaitu Belakangpadang.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyambangi salah satu kecamatan Hinterland, yaitu Belakangpadang. (ISTIMEWA)

Batam juga pernah dibantu pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur senilai Rp 23 miliar.

"Tahun 2020, dari dana DAK pariwisata juga kita dibantu alat berat, pickup dan lainnya dengan nilai Rp 7 miliar," imbuhnya.

Seperti diketahui Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus meningkatkan layanan persampahan.

Tidak hanya di mainland (pulau utama) Batam, peningkatan layanan juga dilakukan hingga hinterland (pulau penyangga). (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami/Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved