Breaking News:

Cuti Bersama 2021 Dipangkas Jadi Dua Hari, Peningkatan Kasus Covid-19 jadi Alasan

Dua hari cuti bersama yang ditetapkan adalah pada 12 Mei 2021 dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan 24 Desember 2021.

Istimewa
ILUSTRASI-Pemerintah telah menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama bagi ASN pada 2021 

TRIBUNBATAM.id - Pemerintah menetapkan perubahan cuti bersama 2021, dengan memotong jumlah cuti bersama dari tujuh hari menjadi dua hari saja.

Kesepakatan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 281 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021.

Isi SKB itu tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2021.

"Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) sebelumnya terdapat tujuh hari cuti bersama. Setelah dilakukan peninjauan kembali SKB, maka cuti bersama dikurangi dari semula tujuh hari menjadi hanya tinggal dua hari saja" ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, dikutip dari situs resmi kemenkopmk.go.id, Senin (22/2).

Selain Muhadjir, rapat koordinasi tingkat menteri peninjauan SKB Cuti Bersama tahun 2021 juga dihadiri Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekjen Kemenag Nizar Ali, Sekjen Kemnaker, Asops Kapolri, dan Pejabat Eselon 1 kementerian dan lembaga terkait.

Dua hari cuti bersama yang ditetapkan adalah pada 12 Mei 2021 dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan 24 Desember 2021 dalam rangka Hari Raya Natal 2021.

Lima hari cuti bersama 2021 yang dipangkas adalah dalam rangka Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada 12 Maret; tiga hari cuti bersama (17-19 Mei 2021) dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah; dan 27 Desember dalam rangka Hari raya Natal 2021.

Menurut Muhadjir, dua hari cuti bersama menjelang Idul Fitri dan Natal diberikan untuk memudahkan pihak Kepolisian RI mengelola pergerakan masyarakat. "Jangan sampai terjadi penumpukan pada satu hari dan justru akan berbahaya," katanya.

Muhadjir menjelaskan ada beberapa alasan pemangkasan jumlah hari cuti bersama. Satu di antaranya terkait pandemic Covid-19. Kurva peningkatan kasus Covid-19 belum melandai, meski sejumlah upaya telah dilakukan. Kasus positif Covid-19 bahkan cenderung meningkat selepas libur panjang.
Pada saat-saat itu, mobilitas masyarakat cenderung, katanya.

Sementara program vaksinasi sedang berjalan. "Oleh karena itu pemerintah perlu meninjau kembali cuti bersama yang berpotensi mendorong terjadinya arus pergerakan orang sehingga penularan meningkat," katanya.

Pemerintah tetap mengimbau masyarakat menjalankan 5M protokol kesehatan dan berusaha bersama-sama memutus rantai penularan Covid-19.

"Sekali lagi ditegaskan, tahun 2021 cuti bersama dipotong lima hari dari tujuh hari yang ada," katanya. (*)

Editor: Rimna Sari Bangun
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved