Breaking News:

Tokoh Masyarakat Sagulung Desak Pemko Batam Buka Sekolah Tatap Muka, Ini Alasannya

Herman menilai,dengan dibukanya mal, tempat hiburan, tempat wisata, mestinya sekolah tatap muka di Batam bisa dibuka asalkan protokol kesehatan jalan

tribunbatam.id/Ian Sitanggang
Foto pintu gerbang SMPN 50 Batam masih ditutup. Tokoh Masyarakat Sagulung Desak Pemko Batam Buka Sekolah Tatap Muka, Ini Alasannya 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tokoh masyarakat Sagulung Batam mendesak Pemerintah Kota Batam segera membuka belajar tatap muka di sekolah.

Hal ini disampaikan Herman, mantan komite SMPN 21 Batam yang kini anggota komite SMKN 8 Sagulung.

Ia mengatakan, aktivitas masyarakat khususnya di Kecamatan Sagulung sudah hampir 90 persen berjalan sebagaimana mestinya.

Hampir 99 persen masyarakat sudah menerapkan protokol kesehatan. Namun pemerintah masih tetap menutup aktivitas belajar tatap muka.

"Kita bukan tidak percaya dengan wabah virus corona yang terjadi saat ini. Intinya kita harus menjaga kebersihan dan menerapkan protokol kesehatan," kata Herman, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Dapat Lampu Hijau, 32 Sekolah di Batam Buka Belajar Tatap Muka Mulai Akhir Februari

Baca juga: Belajar Tatap Muka di Batam, SMPN 50 Tunggu Persetujuan Disdik hingga Respons Orang Tua

Ia lantas membandingkan itu dengan kondisi club malam, mal dan tempat hiburan lainnya di Batam yang tetap dibuka di masa pandemi Covid-19. Pengunjungnya jelas masyarakat Batam.

"Nah yang jadi pertanyaan, kenapa mal dibuka, tempat hiburan malam dibuka, tempat wisata dibuka, sementara sekolah ditutup," kata Herman.

Ia mengatakan, dengan dibukanya tempat hiburan, mal dan tempat wisata lainnya, semestinya sekolah tatap muka juga bisa dibuka dengan catatan sistemnya harus dibuat bisa meminimalisir penyebaran covid-19.

"Contoh anak didik hanya belajar dua jam sehari. Saya rasa ini lebih efektif dibanding belajar jarak jauh," kata Herman.

Ia mengatakan sistem pembelajaran lebih dipadatkan, dan guru yang mengajar khususnya untuk mata pelajaran umum, bisa dikerjakan satu guru.

"Kalau kita terus takut dengan virus corona, sampai kapan sekolah dibuka. Sementara anak didik bebas pergi ke mal, bebas pergi ke tempat wisata. Ini sangat aneh," kata Herman.

Halaman
12
Penulis: Pertanian Sitanggang
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved