Breaking News:

Selain Berkemampuan Khusus, Anggota Kopassus TNI Juga Jago Baca Alquran hingga jadi Qori Terbaik

Beberapa anggota KopassusTNI punya kemampuan dalam melantunkan ayat suci Alquran hingga jadi qori terbaik

Penulis: Aminudin | Editor: Aminudin
KOMPAS.com/Kristian Erdianto
Foto Ilustrasi anggota Kopassus TNI 

Bahkan saya pernah dengar cerita dari santri beliau, bahwa beliau punya nilai itu sampai 10 bintang 3 waktu tamat. Saking jeniusnya beliau.

Beliau setelah menuntut ilmu di Mekkah, kembali ke Indonesia tapi tidak langsung ke Lombok. Beliau saat itu ke Banten, menuntut ilmu bersama Presiden RI pertama Soekarno. Dia kemudian balik ke Lombok lalu mendirikan pesantren.

Bagaimana sosok Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul menginspirasi Anda?

Kebetulan kami masyarakat Lombok itu menjadikan beliau sebagai panutan. Apa yang menjadi nasihat dan wejangan dari beliau, itu kami laksanakan.

Dan bahkan saya sendiri sebagai orang yang bukan santri beliau, setiap Jumat dulu selalu hadir untuk mendengarkan ceramah beliau.

Bahkan ada salah satu santri beliau memperkenalkan saya kepada beliau, kepala saya ini sampai distampel sama beliau, waktu itu saya belum jadi TNI.

Setelah jadi TNI saya diminta datang lagi ke sana, dibawa sama santri beliau. Di sana saya distampel lagi sama beliau.

Kalau bahasa kita, stampel itu sama dengan doa, sama dengan restu, dan tidak semua bisa seperti itu. Sampai-sampai santri dia itu bilang ke saya, kalau sudah sampai beliau seperti itu, insyaallah kamu akan jadi orang besar.

Menurut Anda, bagaimana negara Indonesia sebagai seorang anggota TNI?

Bagi saya pribadi, yang jelas kita sebagai TNI dengan hari ulang tahun ke-75 TNI ini, insyaallah kita harapkan kita bisa berbuat lebih baik lagi bagi masyarakat.

Saya bersyukur jadi warga negara Indonesia, karena dibanding dengan negara-negara luar, kita jauh lebih makmur, lebih subur daerahnya, lebih tentram, lebih toleransi dibandingkan dengan negara-negara luar.

Coba kita lihat negara-negara luar, banyak permusuhan dan lainnya. Di Indonesia kita masih aman-aman saja, dan kita sebagai warga negara harusnya sangat bersyukur atas itu.

Bagaimana upaya TNI menggandeng masyarakat dengan cara yang lebih bersahabat?

Kenapa masyarakat kalau ketemu militer rata-rata segan, sebenarnya kalau militer sendiri, jangan sampai ada jarak antara militer dengan masyarakat. Makanya ada dari rakyat untuk rakyat, sebenarnya kita jangan sampai segan, jangan berjarak.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved