Breaking News:

Stunting di Anambas Masih Jadi Persoalan, Capai 15 Persen Pada 2020, Ini Kata Kabid Kesmas

Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kepulauan Anambas mencatat jumlah stunting di Anambas pada tahun 2020 sebesar 15 persen

tribunbatam.id/istimewa
Foto Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat di Anambas, Feri Oktavia. Stunting di Anambas Masih Jadi Persoalan, Capai 15 Persen Pada 2020, Ini Kata Kabid Kesmas 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Kasus stunting di Kepulauan Anambas masih jadi persoalan yang harus dituntaskan.

Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kepulauan Anambas mencatat jumlah stunting di Anambas pada tahun 2020 sebesar 15 persen.

Sedangkan di tahun 2019, kasus stunting dari data yang diperoleh sebesar 4,18 persen.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Feri Oktavia mengatakan, sasaran balita ada 6.046 balita, sedangkan di tahun 2020 sasarannya menjadi 4.189 balita.

Hal ini ia katakan bukan termasuk penurunan.

Baca juga: Wali Kota Tanjungpinang Dukung Program BKKBN Kepri, Cegah Stunting di Ibu Kota Provinsi

Baca juga: Kadinkes Sebut Angka Stunting di Batam Rendah

"Jadi kalau balita ini 13 persen dari jumlah penduduk, itu diasumsikan jumlah balita. Tahun 2020 kan sekitar 4 ribuan, itu karena kita sudah menggunakan sasaran real, sedangkan di 2019 kita menggunakan sasaran asumsi," ujar Kabid Kesmas, Feri, pada Selasa (23/2/2021).

Sasaran real digunakan kepada orang-orang yang memang berada di wilayah Kepulauan Anambas. Sasaran asumsi sendiri menggunakan data dari Disdukcapil Kepulauan Anambas, di mana orang tersebut ada yang pindah ke Tanjungpinang.

Dijelaskannya, stunting ini dibagi menjadi dua. Ada yang pendek dan yang sangat pendek. Di Kepulauan Anambas wilayah dengan jumlah stunting terbanyak ada di Kecamatan Palmatak.

"Faktor stunting sendiri kita belum teliti secara rinci, yang jelas kalau berdasarkan standar WHO itu ada penyebab langsung dan tidak langsungnya, seperti zat gizi, status penyakit, dan pola asuh," jelasnya.

Dinkes PPKB melalui Bidang Kesehatan Masyarakat, setiap sebulan sekali menerima laporan jumlah stunting dari masing-masing puskemas.

Halaman
12
Penulis: Rahma Tika
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved