Breaking News:

ROHANI KRISTEN

Doa Orisinal Elia Dengan Sungguh-sungguh Minta Hujan Turun di Gunung Karmel, dan Hujan pun Turun

Jawablah aku ya Tuhan, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya Tuhan, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat.

Istimewa
Pendeta Hanny Andries Gembala Rayon 10 Gereja Tabgha Batam 

Morning Blessing oleh Pdt Hanny Andries 

TRIBUNBATAM.id, BATAM -  Dalam 1 Raja-raja 18: 37. Jawablah aku ya Tuhan, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya Tuhan, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali. Nabi Elia berdoa minta hujan tidak turun dan hujan pun tidak turun selama tiga tahun enam bulan, sehingga terjadi kekeringan hebat di negeri tersebut.

Lalu Elia berdoa juga supaya hujan turun, Elia berdoa dengan sungguh-sungguh, karena dia berdoa maka hujan turun.Elia adalah manusia biasa yang berdoa sungguh-sungguh, Elia berdoa terlihat doa orisinal sebagai manusia biasa. Doa Elia seperti itu bukan karena dia meragukan Tuhan tetapi karena dia manusia biasa. Yakobus 5 : 17 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi, selama tiga tahun dan enam bulan. 

Berbeda dengan doa yang jaim. Perlu diingat saat itu Elia menjadi buronan nomor satu oleh Raja Ahab. Elia berdoa sambil mempertaruhkan iman dan nyawanya. Perlu diingat kemarau panjang selama 3 tahun enam bulan ini karena ulah Elia yang meminta supaya hujan tidak turun. Karena ulah Elia sehingga terjadi kekeringan melanda negeri itu.

Saat itu nabi baal sampai mengorek orek tubuhnya minta supaya hujan turun namun tidak ada hujan turun, bahkan Elia mengejek mereka, sehingga Elia seperti rasa terintimidasi juga, tapi karena doa maka Tuhan mendengarnya.

Saat itu Elia tentu merasa terintimidasi. Bunda Teresia pernah mengatakan setiap dia berdoa 15 menit, selama 14 menit itu terjadi gangguan pikiran. NAmun perlu terus meminta kepada Tuhan sebab Mazmur 121: 3 berkata Ia takkan membiarkan kakimu goyah, penjagamu tidak akan terlelap.

Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik, Rabu, 24 Februari 2021: Terimalah Kerahiman Allah

Satu hal yang pasti engkau tidak akan sendiri, Tuhan Yesus berkata Aku akan menyertai engkau sennatiasa sampai engkau meninggalkan dunia ini. Tuhan Yesus tidak pernah meralat firmannya Dia tidak seperti di parlemen yang meralat aturan yang dibuat.
Tuhan Yesus adalah Nakhoda dan kita adalah jurumudi, dengarkan Nakhodamu yang memberikan instruksi kepadamu.

1 Petrus 2: 9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.
Tuhan tidak pernah keliru ketika engkau melewati jalan buntu karena disitulah kamu melihat penyertaan Yesus.Ingatlah bangsa Israel berjalan di padang gurun selama 40 tahun padahal sebenarnya cukup beberapa hari saja sampai ke tujuan, tapi kenapa sampai 40 tahun perjalanan di padang gurun. Alkitab mencatat bahwa perbuatan Tuhan yang betapa besar dan dashyat. Ingatlah bangsa Israel mengembara selama 40 tahun. Kenapa mereka berputar putar selama 40 tahun karena hanya di sanalah kamu tahu Yesus menolongmu.

Baca juga: VIRAL! Chip KTP Elektronik Indonesia Terbukti Bisa Intai Keberadaan Pengguna Dimana Saja?

Ingatlah orang Israel mengembara 40 tahun supaya selama 40 tahun di padang gurun umat Tuhan ini cukup mengalami perbuatan perbuatan yang ajaib yang disediakan Tuhan. Tanpa padang gurun mereka tidak pernah melihat pertolongan Tuhan. dan hal itu dicatat Alkitab supaya saya dan saudara hari ini bisa membacanya.

Tanpa padang gurun, mereka juga tidak mampu melihat Allah sanggup membelah laut merah jadi jalan tol, tanpa padang gurun mereka tidak bisa memahami pada malam hari ada tiang api memimpin mereka dan waktu siang ada tiang awan yang memimpin mereka. Kita tidak tahu bahwa ada satu tangan yang kuat membawa mereka.

Itulah sebabnya Tuhan membawa kita ke padang gurun, supaya bisa kita menilai.
Nominal ditentukan angka tetapi nilai akan lahir dari sebuah situasi. Sebagai gambaran saat berada di padang gurun setetes air jauh lebih berharga daripada emas seharga jutaan rupiah. Sebab nominal ditentukan angka tetapi nilai akan lahir dari sebuah situasi. 1 Tes 5: 18 Mengucap syukurlah dalam segala hal sebab itulah yang dikehendaki Kristus Yesus bagi kamu.

Nilai sebuah tarikan nafas saudara kalau saudara sehat, tapi kalau pakai oksigen ada harganya setiap menggunakan oksigen. Karena itu Tuhan Yesus tidak pernah salah membawa engkau bahkan nyawanya sendiri diberikan karena itu jangan pernah ragu dengan janji Tuhan.

Baca juga: Zona Merah lagi, 11 Kelurahan di Pekanbaru Berstatus Zona Merah Covid19

Mazmur 105:8 Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan yang diikat-Nya dengan Abraham dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.
Tiga hal penting yang perlu dipahami bahwa Iman kita diuji di padang gurun, ketamakan kita diuji waktu kita di taman buah-buahan tetapi pengenalan akan Tuhan akan dibuktikan dalam ucapan syukur dalam segala sesuatu. Ini prinsip yang mestinya kita pegang.

Dalam situasi saat ini Pendeta Hanny Andries menyebut ada yang sedang hampir putus asa,ada yang sedang hampir prustasi, ini yang saya sebut dalam Mazmur 107 : 4-7 Ada orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan, mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah lesu di dalam diri mereka. Maka berseru-serulah mereka kepada Tuhan dalam kesesakan mereka dan dilepaskan-Nya mereka dari kecemasan mereka. Dibawa-Nya mereka menempuh jalan yang lurus, sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang. (hat)

Penulis: Sihat Manalu
Editor: Sihat Manalu
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved