Breaking News:

Detik-detik Polisi Melakukan Aksi Penembakan Brutal, 3 Orang Tewas Termasuk Prajurit Kostrad TNI

Seorang anggota polisi mengamuk hingga menembaki tiga orang di kafe, satu prajurit Kostrad TNI tewas di lokasi

Editor: Aminudin
HO / Tribun Medan
Ketiga Korban Aksi Brutal Polisi Koboi 

1. RUSTAM EFFENDI
Brebes, 19 September 1984, Islam, Bartender RM kafe, Alamat TKP.
2. SAMSUL BAHRI
Jakarta, 16 April 1970, Islam, Keamanan RM kafe, Jl. CC I RT.05/04 No.22 Kel. Cengkareng Barat Kec. Cengkareng Jakarta Barat
3. YAKUB MALIKJakarta, 20 September 1972, Islam, Keamanan RM kafe, Kp. Bugis RT.03/03 Kel. Kembangan Utara Kec. Kembangan Jakarta Barat.

KRONOLOGIS KEJADIAN

Awalnya pelaku datang sekira jam 02.00 WIB bersama temannya yang bernama PEGI dan langsung memesan minuman, karena kafe hendak tutup dan pelanggan lain sudah membubarkan diri lalu pelaku di tagih bill pembayaran minuman sebesar Rp.3.335.000,- namun korban tidak mau membayar, selanjutnya korban SINURAT selaku keamanan menegur pelaku dan terjadi cekcok mulut.

Tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata api dan di tembakkan kepada ketiga korban secara bergantian. Kemudian pelaku keluar kafe sambil menenteng senjata api di tangan kanannya dan di jemput temannya dengan menggunakan Mobil dan pelaku sudah di amankan di Polsek Kalideres Jakarta Barat.

TINDAKAN YANG DILAKUKAN

1. Cek TKP dan mengamankan TKP.
2. Amankan saksi Melakukan interview terhadap para saksi.
3. Amankan BB
@divisihumaspolri
@polsek_kalideres
@polsekkalideres.

CS anggota polisi yang menembak empat orang di kafe
CS anggota polisi yang menembak empat orang di kafe (facebook)

IPW Kutuk Aksi Brutal Polisi Koboi

Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S Pane mengutuk aksi brutal yang diduga dilakukan polisi koboi di Cengkareng. Menurutnya kejadian tersebut menunjukkan Jakarta semakin tidak aman. 

Neta S Pane menyampaikan Ind Police Watch (IPW) mendesak, oknum polisi yang diduga sebagai pelaku penembakan dijatuhi hukuman mati dan Kapolres Jakarta Barat harus segera dicopot dari jabatannya.

"Ada dua alasan kenapa Kapolres Jakarta Barat harus dicopot. Pertama, sebagai penanggungjawab keamanan wilayah dia membiarkan ada kafe yang buka hingga pukul 04.00, padahal saat ini tengah pandemi Covid 19," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved