Breaking News:

PELANTIKAN GUBERNUR KEPRI

JADI Kepala Daerah di Kepri, Ini Visi Misi dan 7 Program Unggulan Ansar-Marlin

Ansar Ahmad dan Marlin Agustina bahkan mengenang zaman dolar ketika paripurna DPRD Kepri dengan agenda penyampaian visi misi paslon Pilkada Kepri.

ist
JADI Kepala Daerah di Kepri, Ini Visi Misi dan 7 Program Unggulan Ansar-Marlin. Foto Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina jelang pelantikan Gubenur Kepri di Jakarta, Kamis, (25/2/2021). 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Kepala daerah di Provinsi Kepri tak lagi dijabat sementara.

Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan akan melantik Gubenur Kepri dan Wakil Gubenrur Kepri terpilih Ansar Ahmad dan Marlin Agustina pagi ini, Kamis (25/2/2021) di Istana Negara Jakarta.

Pasangan ini sebelumnya mengalahkan dua pasang peserta lainnya yakni Isdianto dan Suryani serta Soerya Respationo dan Iman Sutiawan.

Tim Isdianto dan Suryani bahkan melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terkait hasil Pilkada Kepri yang memenangkan Ansar Ahmad dan Marlin Agustina itu.

Mahkamah Konstitusi pada Selasa (16/2/2021), menolak gugatan Pilkada Kepri itu.

Dalam live streaming, Majelis Hakim, Saldi Isra membacakan, bahwa perbedaan suara atau selisih suara antara paslon Isdianto dan Suryani dengan paslon Ansar Ahmad dan Marlin Agustina yakni 3,68 persen.

HARI INI, DPRD Kepri Gelar Paripurna Pengangkatan Pilkada Kepri Terpilih. Foto rapat paripurna pengumuman pengusulan pengesahan pengangkatan pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Kepri terpilih masa jabatan 2021-2024, Kamis (23/2/2021).
HARI INI, DPRD Kepri Gelar Paripurna Pengangkatan Pilkada Kepri Terpilih. Foto rapat paripurna pengumuman pengusulan pengesahan pengangkatan pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Kepri terpilih masa jabatan 2021-2024, Kamis (23/2/2021). (TribunBatam.id/Endra Kaputra)

Artinya melebihi ambang batas 2 persen.

Pihaknya juga sudah memeriksa dalil-dalil yang diajukan pemohon tim INSANI lewat kuasa hukumnya.

"Terhadap dalil pemohon dan telah diperiksa dan fakta terungkap dalam persidangan.

Maka Mahkamah Konstitusi tidak menemukan bukti awal yang meyakinkan bahwa sebagai pelanggaran yang didalilkan pemohon," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Endra Kaputra
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved