Sabtu, 30 Mei 2026

Desa Ini Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau, Pemerintah Lepas Tangan !

Desa ini memiliki 3.000 istri yang kompak menjanda setelah mengklaim para suami mereka tewas di dalam hutan menjadi mangsa harimau

Tayang:
ist
Desa Ini Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau, Pemerintah Lepas Tangan ! Foto cuma ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id - Desa Ini Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau, Pemerintah Lepas Tangan !

Desa ini memiliki 3.000 istri yang kompak menjanda.

Mereka menjanda setelah para suami mereka diklaim tewas di dalam hutan.

Wanita-wanita itu menyatakan suami mereka tewas jadi mangsa harimau.

Detik-detik Harimau Cabik-cabik Petani hingga Sebagian Tubuhnya Hilang. Ilustrasi
Detik-detik Harimau Cabik-cabik Petani hingga Sebagian Tubuhnya Hilang. Ilustrasi (Tribun Sumsel)

Para istri ini tinggal di sebuah desa di South 24 Parganas, West Bengal, India,

sebagaimana dilansir dari The Irish Sun, Rabu (23/2/2021).

Baca juga: Masih Ingat Siti Jainah, Janda yang Mengaku Hamil karena Angin? Ayah Kandung Bayi Terungkap

Baca juga: Makin Mentereng Usai 2 Tahun Jadi Janda Ahok, Veronica Tan Kembangkan Sayap Jualan Abon Sapi Premium

Kerap Tidur Seranjang, Janda 1 Anak Kaget Pacar Brondongnya Pria Jadi-jadian Uang Ratusan Juta Raib. Ilustrasi
Kerap Tidur Seranjang, Janda 1 Anak Kaget Pacar Brondongnya Pria Jadi-jadian Uang Ratusan Juta Raib. Ilustrasi (Ist/handout)

Mereka mengaku, para suami mereka dianiaya sampai mati oleh harimau,

ketika berkelana ke dalam hutan untuk menangkap ikan, kepiting serta mengumpulkan madu.

Presiden Forum Dakshinbanga Matsyajibi, Pradip Chatterjee mengatakan kepada Vice News,

bahwa ada sekitar 3.000 wanita yang menjadi janda di desa tersebut.

Baca juga: Viral Janda Cianjur Hamil karena Angin, Ini Gejala dan Penyebab Cryptic Pregnancy

Baca juga: Remaja Rudapaksa Janda di Batam, Polisi Tunggu Kedatangan Korban dari Kampung untuk Visum

Ilustrasi janda
Ilustrasi janda (ist)

Baca juga: Cinta Segitiga Janda Dengan 2 Kakek, Kepergok Lakukan Hubungan Terlarang, Dipukul Hingga Sekarat

Chatterjee berujar, para suami di desa tersebut tewas karena dibunuh oleh harimau.

Serangan harimau sering dilaporkan terjadi.

Bahkan pada April 2020, penduduk desa melaporkan setidaknya ada 60 serangan harimau di daerah itu.

Serangan harimau semakin meningkat ketika para pria berbondong-bondong pulang kampung ke daerah tersebut setelah merantau ke kota-kota besar.

Ilustrasi ngamar di hotel. Seorang janda asal Jakarta nekat menemui berondong di Jambi namun mereka digerebek petugas. Ilustrasi
Ilustrasi ngamar di hotel. Seorang janda asal Jakarta nekat menemui berondong di Jambi namun mereka digerebek petugas. Ilustrasi (DOk SURYA.CO.ID)

Chatterjee mengatakan, para pria melepaskan pekerjaan mereka sebagai buruh di kota dan pulang kampung ke daerah itu agar bisa bekerja di dalam hutan.

Tergiur upah besar

Mereka tergiur karena bekerja di hutan dapat menghasilkan hingga 700 rupee (Rp 136.000) dalam sehari,

dibandingkan pendapatan sebagai pekerjaan buruh yang hanya 200 rupee (Rp 39.000).

Mereka kemudian memasuki area terlarang,

menempatkan diri mereka dalam bahaya diserang harimau bengal yang terancam punah.

Baca juga: Cinta Segitiga Janda Dengan 2 Kakek, Kepergok Lakukan Hubungan Terlarang, Dipukul Hingga Sekarat

Baca juga: Reaksi Natalius Pigai Bertemu Abu Janda: Rasisme Harus Lawan dengan Akal Sehat, Bukan Emosional

Dan bakau di hutan merupakan habitat penting bagi harimau.

Kasus dugaan mesum yang melibatkan IL (33), seorang Imam Kampung di Tangsilama, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang dengan LI (39), janda beranak empat berakhir di pelaminan
Kasus dugaan mesum yang melibatkan IL (33), seorang Imam Kampung di Tangsilama, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang dengan LI (39), janda beranak empat berakhir di pelaminan (Serambinews.com/Istimewa)

Dari 60.000 pekerja di hutan, Chatterjee mengatakan bahwa hanya seperempat dari mereka yang memiliki izin untuk bekerja.

Oleh karena itu, orang-orang yang tidak memiliki izin bekerja dianggap sebagai pekerja ilegal.

Para istri mendadak janda takut melapor jika ada serangan harimau yang mematikan.

"Mereka tidak meminta kompensasi karena takut akan tindakan hukum.

Mereka bahkan takut melaporkan kematian," ujar Chatterjee.

Baca juga: AMBYAR! Bayaran Mahal Abu Janda Sebagai Influencer Jokowi Dibongkar, Roy Suryo: Influencer Piaraan

Baca juga: Detik-detik Penembakan di Hari Pernikahan, Pengantin Wanita Jadi Janda karena Suami Tewas

Dianggap ilegal

Para suami yang pulang kampung, kerja demi upah besar itu kini dianggap ilegal.

Para istri mendadak janda pun hanya bisa gigit jari.

Sebab, pemerintah setempat mengangap para suami yang jadi korban terkaman harimau sebagai pekerja ilegal.

Harimau masuk pemukiman di sebuah desa di Petaling Jaya, kota dekat Kuala Lumpur, viral di media sosial.
Harimau masuk pemukiman di sebuah desa di Petaling Jaya, kota dekat Kuala Lumpur, viral di media sosial. (screengrab)

Direktur Lapangan Suaka Harimau Sundarban Tapas Das mengatakan hanya mendapat laporan sebanyak 21 kematian resmi akibat penyerangan harimau.

Dari 21 laporan tersebut, hanya empat yang memenuhi syarat untuk mendapatkan kompensasi.

Pemerintah India hanya memberikan kompensasi jika kematian terjadi di luar zona larangan masuk.

Salah satu janda, Haridasi Mandal menceritakan bahwa suaminya, Haren (46), dibunuh oleh harimau pada 2014.

Dia mengatakan, putra tertuanya kini juga mulai bekerja di daerah yang sama.

Baca juga: Pasukan Khusus Diselamatkan Harimau Sumatera Setelah Kelelahan Bertempur di Hutan Belantara

Oleh karena itu, Haridasi sekarang hidup dengan rasa takut kehilangan anggota keluarga lain yang pergi ke hutan.

Janda lain, Sulata Mandal (35) bertutur bahwa suaminya, Sujit, tewas saat memancing pada April 2020.

FOTO ILUSTRASI - Harimau Sumatera.
FOTO ILUSTRASI - Harimau Sumatera. (Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera (PRHS) Yayasan Arsari)

"Anak-anak saya membuatku berjanji untuk tidak pernah pergi ke hutan lagi.

Tetapi penghasilan saya sekarang sangat sedikit dengan melakukan pekerjaan serabutan ini," turut Sulata.

"Kecuali saya tidak menemukan pilihan lain untuk menghasilkan cukup uang untuk menjalankan rumah,

saya harus kembali ke hutan," imbuh Sulata.

Menurut pemerintah India, sekitar 40 hingga 50 orang tewas akibat serangan harimau setiap tahunnya.

Baca juga: Tukang Kebun Tewas Diterkam 5 Harimau

Baca juga: Lagi, Harimau Terkam Manusia di Jambi

Baca juga: Pria Ini Dikeroyok Tiga Harimau Hingga Tewas

.

.

.

Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved