Breaking News:

Atlet Panahan Peraih Medali Emas Terpaksa Jual Gorengan, Bertahan Hidup di Jalanan Dampak Corona

Seorang atlet pahanan peraih medali emas panahan di level junior dan sub-junior pada 2010 sampai 2014 terpaksa berjualan gorengan menyambung hidup

telegraphindia.com
Atlet Panahan Peraih Medali Emas Terpaksa Jual Gorengan, Bertahan Hidup di Jalanan Dampak Corona. Mamta Tuddu menjaga dagangannya bersama sang ibu, di desa Damodarpur, Dhanbad 

Mamta, sulung dari 7 bersaudara, menjalani pelatihan memanah di pusat keunggulan di Ranchi sejak 2018.

Namun, si atlet panahan harus kembali ke kampung halamannya buntut lockdown yang diterapkan di India demi menangkap virus corona.

Meski akademi tempatnya berlatih dibuka lagi, dia mengaku tidak bisa kembali karena terimpit kondisi ekonomi.

Baca juga: Meski Sepi Aktivitas, Angkasa Pura Beri 750 Paket Sembako untuk Warga Tanjungpinang Terdampak Corona

Baca juga: Penyesalan Ruben Onsu Karena Rumahkan Ribuan Karyawan Akibat Dampak Corona

Suasana di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun yang sepi pengunjung akibat dampak Corona jelang puasa, Kamis (23/4/2020)
Suasana di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun yang sepi pengunjung akibat dampak Corona jelang puasa, Kamis (23/4/2020) (TRIBUNBATAM.ID/ELHADIF PUTRA)

"Semua adik saya berhenti sekolah di tengah jalan karena masa pensiun ayah saya baru akan dimulai," kata dia kepada The Telegraph.

Karena itu untuk mencukupi kebutuhan, mereka membuka toko kelontong dan menjual makanan seperti gram, pakora, maupun beras.

Mamta mengklaim, kondisinya sekarang disebabkan oleh lambannya pemerintah setempat dalam menegakkan aturan.

Dia mengaku hingga saat ini, dia harus membayar uang sekolahnya.

Baca juga: Banyak Mahasiswa Terancam DO Terdampak Corona, Kemendikbud Siapkan Bantuan Rp 1 Triliun

Baca juga: Peduli Warga Terdampak Corona, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Batam Beri Bantuan Sembako

Ilustrasi dampak corona
Ilustrasi dampak corona (Suar.id)

Dia pun membutuhkan bantuan pemerintah untuk bertahan.

Setelah berita tentangnya menyebar, mantan pelatih Mamta, Md Shamshad mengungkapkan kesedihan dan terluka karena anak asuhnya terpaksa berjualan.

Dilansir India.com Selasa (2/2/2021), Sekretaris Aosiasi Panahan Distrik Dhanbad Jubair Alam juga merespons.

Halaman
123
Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved