Breaking News:

Kebijakan Diskon PPN untuk Properti Diramal Kerek Permintaan Baja dalam Negeri

Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim menjelaskan kebijakan yang meringankan buyer tentu akan berdampak positif terhadap permintaan baja.

dok Krakatau Steel
Lembaran baja produksi PT Krakatau Steel (Persero) 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim menjelaskan kebijakan yang meringankan buyer tentu akan berdampak positif terhadap permintaan baja.

Sebagai informasi, relaksasi PPN untuk properti tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21 Tahun 2021, dalam hal ini, pemerintah akan menanggung 100% PPN untuk rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp 2 miliar.

Sementara untuk rumah harga Rp 2 miliar-Rp 5 miliar, ada diskon PPN 50%.

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) sebagai produsen besi dan baja lokal menilai kebijakan diskon PPN untuk sektor properti akan berdampak positif pada permintaan baja dalam negeri.

"Namun untuk rincian dampaknya akan seperti apa, terlalu dini untuk menyimpulkan," jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (2/3).

Ilustrasi
Ilustrasi (ISTIMEWA)

Melansir catatan Kontan.co.id, KRAS akan melanjutkan peluncuran produk baja hilir maupun melakukan pengembangan penjualan dengan mengaplikasikan berbagai platform digital (KS Go Digital).

Krasmart Connect pun mulai diaplikasikan di tahun ini sehingga semakin memudahkan konsumen untuk melakukan pemesanan produk baja.

Silmy menegaskan, untuk menangkap momentum ini, KRAS akan terus melakukan penetrasi pasar.

Baca juga: Prediksi IHSG Hari Ini Menguat, Cek Rekomendasi Saham Berikut, Manufaktur jadi Pilihan

Baca juga: Saham-saham yang Banyak Dijual Asing Sepekan ini, Saham ASII dan BBCA Paling Anjlok

Meskipun industri baja harus menghadapi tantangan di tengah pandemi Covid-19 di sepanjang 2020, Silmy mengatakan KRAS mampu mencatatkan pertumbuhan volume penjualan dan peningkatan pangsa pasar dua produk utamanya di tahun lalu.

Rinciannya, pada 2020 penjualan Hot Rolled Coil (HRC) naik 19,11% menjadi sebesar 1.043.668 ton.

Halaman
12
Editor: Danang Setiawan
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved