Breaking News:

BATAM TERKINI

POLEMIK Buffer Zone Perumahan Bumi Sarana Indah di DPRD Batam, Semoga ada Solusi Terbaik

Rapat Dengar Pendapat DPRD Batam terkait polemik di Perumahan Bumi Sarana Indah diketahui sudah kesekian kalinya digelar.

TribunBatam.id/Muhammad Ilham
POLEMIK Buffer Zone Perumahan Bumi Sarana Indah di DPRD Batam, Banjir Hantui Warga. Foto Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pembangunan di atas Buffer Zona atau Badan Jalan ROW 30 Saluran Induk dan terbuka hijau serta daerah resapan air, digelar di ruang rapat pimpinan DPRD Batam, yang di pimpin langsung Wakil Ketua II Ruslan Ali Wasyim, Selasa (2/3/2021). 

Rahmat M Manalu warga Rt03/Rw 16 Perumahan Bumi Sarana Indah I mengatakan, warga selama ini sudah resah dengan banjir yang selalu terjadi saat hujan deras turun.

Kondisi ketinggian air dekat akses jalan Perumahan Pemda dan Perumahan Kodim Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepri, Selasa (23/6/2020).
Kondisi ketinggian air dekat akses jalan Perumahan Pemda dan Perumahan Kodim Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepri, Selasa (23/6/2020). (TribunBatam.id/Ian Pertanian)

Namun belum ada tindakan dari Pemerintah Kota Batam agar warga yang tinggal di RT 01, 02, 03/ Rw 16, Perumahan Bumi Sarana Indah I terhindar dari banjir.

"Yang ada saat ini malah lahan yang seharusnya lokasi penghijauan, dan di dalamnya ada saluran drainase induk, akan dibangun ruko," kata Rahmat, Jumat (12/2/2021).

Rahmat bercerita, jika hujan deras, banjir bukan hanya di perumahan, tetapi jalan raya Aviari juga ikut banjir.

"Jadi kalau sempat saluran darinase ditutup banjir yang dirasakan warga akan semakin lama dan semakin parah. Karena air tidak bisa langsung masuk ke dalam saluran," kata Rahmat.

Ia mengatakan beberapa hari belakangan pengembang sedang melakukan pembangunan pondasi ruko dan juga pemasangan mal penutupan saluran drainase.

"Jadi kita sebagai warga yang selalu mengalami banjir, sudah melakukan aksi penolakan. Bahkan sudah sampai ke Rapat Dengar Pendapat.

Namun tidak ada respon dari Pemerintah Kota Batam, maupun BP Batam," kata Rahmat.

Ia mengatakan anggota DPRD Batam juga sudah beberapa kali turun ke lokasi. Namun sampai saat ini pekerjaan di tahap dua masih terus dilakukan.

"Kalau di tahap satu sudah dihentikan. Kita berharap pemerintah jangan setengah hati dalam menolong masyarakat," kata Rahmat.(TribunBatam.id/Muhammad Ilham/Ian Sitanggang)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved