Breaking News:

BATAM TERKINI

WARGA Perumahan Bumi Sarana Indah I Meradang, Jadi Korban Banjir, Mengadu ke DPRD Batam

Pembangunan ruko di atas lahan buffer zone disebut warga perumahan di Batuaji ini jadi sebab mereka kerap menjadi korban banjir.

tribunbatam.id/Ian Sitanggang
WARGA Perumahan Bumi Sarana Indah I Meradang, Jadi Korban Banjir, Mengadu ke DPRD Batam. Foto warga berada di lokasi pemasangan mal, penutupan saluran drainase induk di samping perumahan Bumi Sarana Indah, Batuaji Batam. Warga resah akan terjadi banjir lebih parah. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pembangunan ruko di atas lahan Buffer Zone yang terletak di Jalan R Soeprapto, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepri masih berjalan.

Sejumlah warga, khususnya dari Perumahan Bumi Sarana Indah atau PT BSI memprotes keras pembangunan ruko tersebut.

Menurut warga, pembangunan ruko oleh PT Surya Aji Pratama ini mengurangi ketersediaan lahan terbuka hijau dan mengakibatkan jalan perumahan menyempit.

Dalam hal ini, warga sekitar dianggap sebagai korban dalam pembangunan tersebut.

Salah seorang warga BSI I, Ida Silitonga, mengeluhkan, selama ini luas jalan perumahan sangat terbatas.

Selama ini, jalanan kerap diterjang banjir dan juga terdapat cukup banyak insiden kecelakaan.

"Rumah saya di BSI I paling ujung. Saya jadi korban kalau ada banjir.

POLEMIK Buffer Zone Perumahan Bumi Sarana Indah di DPRD Batam, Banjir Hantui Warga. Foto Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pembangunan di atas Buffer Zona atau Badan Jalan ROW 30 Saluran Induk dan terbuka hijau serta daerah resapan air, digelar di ruang rapat pimpinan DPRD Batam, yang di pimpin langsung Wakil Ketua II Ruslan Ali Wasyim, Selasa (2/3/2021).
POLEMIK Buffer Zone Perumahan Bumi Sarana Indah di DPRD Batam, Banjir Hantui Warga. Foto Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pembangunan di atas Buffer Zona atau Badan Jalan ROW 30 Saluran Induk dan terbuka hijau serta daerah resapan air, digelar di ruang rapat pimpinan DPRD Batam, yang di pimpin langsung Wakil Ketua II Ruslan Ali Wasyim, Selasa (2/3/2021). (TribunBatam.id/Muhammad Ilham)

Terakhir kali, sampai pinggang banjirnya," keluh Ida dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) DPRD Kota Batam, Selasa (2/3/2021).

Hingga kini, warga terus mempertanyakan dan menuntut agar pembangunan ruko tersebut dihentikan.

Pasalnya, area pembangunan itu menghambat pelebaran jalan serta saluran air dari drainase induk yang dapat mengakibatkan banjir.

Halaman
1234
Penulis: Hening Sekar Utami
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved