Breaking News:

PENENGGELAMAN KAPAL IKAN ASING

Butuh Dana Ratusan Juta, Cukup 40 Menit Tenggelamkan 5 Kapal Rampasan Negara di Batam

Kejaksaan Negeri Batam memusnahkan barang bukti yang sudah berkekuatan hukum tetap (Inkracht) berupa enam buah kapal ikan negara asing.

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Tri Indaryani
TribunBatam.id/Muhammad Ilham
Penenggelaman kapal ikan asing di perairan Batam, Kamis (4/3/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kejaksaan Negeri Batam memusnahkan barang bukti yang sudah berkekuatan hukum tetap (Inkracht) berupa enam buah kapal ikan negara asing.

Pasalnya keenam kapal tersebut telah melakukan Illegal Fishing di wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia beberapa waktu lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Polin Oktavianus Sitanggang mengatakan bahwa dalam Putusan Pengadilan berbunyi, 'barang bukti dirampas untuk dimusnahkan'.

"Putusan Pengadilan barang bukti dirampas untuk dimusnahkan, maka eksekusi oleh jaksa saat ini dilaksanakan dengan cara  menenggelamkan kapal itu di laut sesuai dengan alur laut yang sudah ditentukan oleh pejabat yang berwenang, dan dilaksanakan di Perairan Air Raja, Kecamatan Galang, Batam, Kepri," kata Polin saat sambutan di Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kota Batam, Kamis (4/3/2021)

Menurutnya, pemusnahan barang bukti dengan cara menenggelamkan itu adalah salah satu metode yang ramah lingkungan.

"Pasalnya nanti jika sudah tenggelam, tentu bangkai kapal tersebut akan ditumbuhi lumut dan juga batu karang, kemudian akan menjadi sarang ikan, itu jelas akan membantu nelayan dalam mencari ikan," ujarnya.

Polin mengatakan, pada 3 Maret 2021 lalu, sudah memusnahkan 4 kapal barang bukti  yang sudah berkekuatan hukum tetap (Inkracht) dan hari ini 4 Maret 2021 ada 6 kapal yang akan dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan.

Baca juga: Bukan Dimusnahkan, Semua Kapal Pelaku Ilegal Fishing Rampasan Negara di Kepri Ditenggelamkan

Dalam hal pemusnahan 6 kapal pelaku Illegal Fishing, Kejari Batam bekerja sama dengan Kajaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Kepri, juga Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Pengadilan

"Tanpa dukungan yang lain, maka hanya 4 kapal kemarinlah yang bisa dimusnahkan," ujarnya.

Polin berharap setelah sejumlah kapal asing yang melakukan Illegal Fishing sudah Inkracht dan ditenggelamkan, akan memberikan kesejahterakan tersendiri bagi nelayan masyarakat Kepri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved